Isu seputar ijazah Gibran kembali menyeruak ke ruang publik setelah Roy Suryo melontarkan pernyataan kontroversial yang menuding adanya kejanggalan serius.
Pernyataan itu sontak menimbulkan kehebohan karena ditujukan langsung kepada Wakil Presiden yang baru saja menjabat secara resmi.
Dalam komentarnya, Roy tidak hanya menyebut ijazah Gibran bermasalah, tetapi juga membandingkannya dengan isu lama yang pernah diarahkan pada ayahnya, Presiden Jokowi.
Nada sindiran yang ia lontarkan memancing perhatian karena disampaikan dengan gaya satir dan bahasa yang dianggap merendahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, isu ini semakin besar karena Roy mengaitkannya dengan rencana peluncuran buku yang diklaim membongkar detail dugaan pemalsuan.
Tak berhenti di pernyataan publik, Roy kemudian mendatangi Kompleks DPR RI untuk menyampaikan aduan resmi terkait masalah tersebut.
Roy Suryo Tuding Ijazah Gibran Bermasalah
Roy Suryo yang dikenal sebagai mantan menteri sekaligus figur publik kontroversial, kembali menimbulkan kegaduhan politik dengan ucapannya.
Ia menyebut ijazah Gibran penuh kejanggalan yang patut dipertanyakan keabsahannya, bahkan menuding ada indikasi pemalsuan yang harus diusut lebih lanjut.
Komentarnya itu bukan sekadar lontaran biasa, melainkan bagian dari narasi panjang yang ia bangun dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam pernyataannya, Roy menyindir dengan kalimat satir bahwa dugaan kepalsuan itu sama besarnya dengan kasus ijazah Jokowi yang pernah ia persoalkan.
Selain itu, Roy menyindir dengan mengatakan bahwa putra Jokowi yang kini menjabat Wakil Presiden tidak jauh berbeda dengan ayahnya, sebab ijazahnya juga dianggap penuh kepalsuan dan tingkat kecerdasannya dinilai sama rendah.
“Putra Jokowi yang sekarang jadi Wakil Presiden itu sama saja dengan bapaknya, ijazahnya saya anggap palsu dan IQ nya pun ngga kalah rendah, ujarnya.
Sikap tersebut memancing reaksi keras dari publik yang menilai tuduhan itu terlalu jauh dan tidak memiliki dasar hukum yang jelas.
Namun, Roy tetap bersikukuh bahwa dirinya memiliki alasan kuat untuk mengungkapkan kecurigaan tersebut ke ruang publik.
Roy Suryo Siapkan Buku Baru
Selain pernyataan langsung soal ijazah Gibran, Roy juga mengumumkan rencananya untuk meluncurkan buku ketiga yang ia klaim membongkar masalah ini.
Buku tersebut diberi judul Jokowi™s Son dan disebut akan menjadi lanjutan dari narasi yang sebelumnya ia angkat terkait Presiden Jokowi.
Ia bahkan menyebut buku ini akan berisi paparan lebih detail tentang dugaan pemalsuan dokumen pendidikan Gibran.
Dalam kesempatan itu, ia menggunakan nada satir dengan menyebut bukunya sebagai lawan dari White Paper milik Jokowi yang lebih dulu dikenal.
Pernyataan tersebut mempertegas kesan bahwa isu ini bukan sekadar kritik, melainkan bagian dari kampanye politik pribadi yang ia jalankan.
Publik kemudian menilai langkah penerbitan buku ini lebih condong pada upaya membangun opini ketimbang membuktikan fakta hukum.
Roy Datangi DPR Sampaikan Aduan
Setelah pernyataannya ramai dibicarakan, Roy Suryo datang langsung ke Gedung Nusantara I, Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta pada Selasa (9/9/2025).
Ia tidak sendiri, melainkan ditemani sejumlah tokoh termasuk Dokter Tifa dan beberapa rekan akademisi yang turut mendukung langkahnya.
Roy menjelaskan bahwa tujuan kedatangannya adalah untuk menyerahkan surat aduan resmi terkait dugaan pemalsuan ijazah Gibran.
Menurutnya, aduan itu ditujukan kepada Komisi X yang membidangi pendidikan dan juga Komisi III yang membidangi hukum.
Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong DPR agar ikut mengawasi isu ijazah Gibran secara serius.
Roy juga memastikan audiensi lanjutan akan dilakukan dalam waktu dekat setelah surat pengajuan resmi diterima oleh pihak DPR.
Isu Ijazah Gibran Jadi Sorotan Politik
Isu mengenai ijazah Gibran sebenarnya bukan hal baru, karena sempat muncul sejak awal pencalonannya sebagai kepala daerah.
Namun kali ini, isu itu menjadi lebih besar karena disampaikan setelah dirinya resmi menjabat sebagai Wakil Presiden.
Publik menilai tuduhan yang dilemparkan Roy tidak bisa dianggap ringan karena berpotensi mencoreng nama baik lembaga kepresidenan.
Apalagi, pernyataan itu disertai sindiran yang dinilai melecehkan dan menyinggung kehormatan keluarga Presiden.
Pihak-pihak yang pro terhadap Gibran menyebut tuduhan tersebut hanyalah isu murahan yang dipolitisasi untuk kepentingan tertentu.
Namun, kubu yang kontra memandang aduan ini sebagai kesempatan untuk membuka transparansi terkait dokumen pendidikan pejabat negara.
Pihak DPR hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait surat aduan Roy tersebut.
Walau begitu, Roy mengatakan bahwa tindak lanjut terhadap aduan tersebut masih harus menunggu keputusan rapat internal di masing-masing komisi.
Situasi ini menandakan bahwa kasus ijazah Gibran berpotensi berkembang menjadi polemik panjang di ranah politik maupun hukum.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






