Redaksiku.com – Situasi di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat kembali tegang pada Sabtu malam setelah aksi demo kwitang di sekitar Mako Brimob pecah menjadi bentrokan.
Massa dan aparat keamanan saling berhadapan, menciptakan kondisi yang mencekam dengan minim penerangan akibat pemadaman listrik.
Aksi Malam yang Berubah Ricuh
Awalnya, massa hanya melanjutkan demonstrasi mereka dengan orasi dan spanduk protes di sepanjang Jalan Kramat Kwitang. Namun, situasi mulai panas ketika sebagian peserta aksi melemparkan botol, batu, hingga petasan ke arah aparat. Tak hanya itu, kembang api juga ikut dinyalakan dan diarahkan ke barisan polisi.
Merespons kondisi yang semakin tak terkendali, aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk memecah kerumunan. Bau menyengat gas membuat massa kocar-kacir, tetapi sebagian tetap bertahan dan terus melakukan perlawanan simbolis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana Gelap Gulita Akibat Pemadaman
Kondisi menjadi semakin mencekam ketika lampu jalan di sekitar Kwitang padam. Kawasan yang biasanya ramai berubah gelap gulita, hanya diterangi cahaya api dari aksi massa dan semburan gas air mata yang beterbangan di udara.
Beberapa warga sekitar mengaku panik dengan suasana yang tiba-tiba gelap. Tadi lagi jaga warung, tiba-tiba lampu mati semua, terus kedengeran suara ledakan kayak petasan, suasananya jadi horor banget, ungkap seorang pedagang kaki lima yang berada tidak jauh dari lokasi bentrokan.
Aparat Perketat Pengamanan
Untuk mencegah eskalasi semakin besar, aparat gabungan TNI dan Polri langsung memperketat pengamanan. Beberapa akses utama menuju Mako Brimob Kwitang ditutup rapat, membuat mobilitas warga sekitar ikut terganggu. Polisi juga menghimbau agar masyarakat yang tidak berkepentingan menjauhi area bentrokan demi keselamatan.
Hingga tengah malam, suasana tetap menegangkan. Aparat terlihat siaga dengan barikade, sementara massa masih ada yang bertahan di sejumlah titik. Meski sebagian sudah mundur, riak-riak protes masih terdengar jelas.
Fenomena Berburu Besi Jadi Viral
Di tengah ketegangan, muncul fenomena yang cukup unik sekaligus memprihatinkan. Beberapa warga sekitar justru memanfaatkan kondisi rusuh dengan berburu barang besi, puing, hingga material yang tercecer di jalanan. Aktivitas ini kemudian terekam kamera warga dan cepat viral di media sosial.
Fenomena tersebut menimbulkan perdebatan. Ada yang menyayangkan tindakan warga karena dianggap tidak etis memanfaatkan situasi genting, namun ada juga yang menilainya sebagai bentuk spontanitas masyarakat di tengah kondisi sulit.
Reaksi Publik di Media Sosial
Linimasa media sosial pun dipenuhi unggahan video dan foto dari lokasi bentrokan. Tagar #KwitangMemanas masuk ke jajaran trending, memperlihatkan betapa luasnya perhatian publik terhadap insiden ini.
Sebagian netizen menyuarakan keprihatinan mendalam, terutama soal pemadaman listrik yang membuat warga semakin waspada. Gelap, gas air mata, suara ledakankayak di film dystopia, tulis salah satu pengguna X.
Namun, ada juga yang menyoroti tindakan aparat maupun massa. Sebagian meminta pihak berwenang menahan diri, sementara yang lain mengingatkan massa agar tidak merusak fasilitas umum.
Latar Belakang Ketegangan
Gelombang aksi yang terjadi di Kwitang belakangan ini tak bisa dilepaskan dari insiden tragis yang menimpa Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis Brimob beberapa hari sebelumnya. Peristiwa itu memicu gelombang protes di berbagai kota, termasuk Jakarta.
Kwitang menjadi salah satu titik konsentrasi massa karena di sana berdiri markas Brimob yang dianggap simbol aparat. Sentimen inilah yang membuat aksi di kawasan tersebut cenderung memanas.
Harapan Akan Redanya Situasi
Meski malam itu diwarnai kericuhan, banyak pihak berharap situasi bisa segera kembali tenang. Beberapa tokoh publik, aktivis, hingga influencer menyerukan agar massa tidak larut dalam emosi dan aparat juga mengedepankan pendekatan persuasif.
Jangan sampai tragedi ini memicu tragedi baru. Rakyat butuh keadilan, tapi juga butuh keamanan, ujar seorang pengamat politik ketika dimintai tanggapan terkait insiden ini.
Penutup: Malam Mencekam yang Jadi Catatan
Peristiwa di Kwitang pada Sabtu malam menjadi salah satu catatan kelam bagaimana demonstrasi bisa berubah drastis ketika emosi dan situasi tak terkendali. Gelapnya jalanan, asap gas air mata, hingga suara petasan membuat kawasan itu berubah menjadi arena penuh ketegangan.
Kini, perhatian publik tertuju pada langkah-langkah lanjutan dari pihak berwenang. Apakah akan ada evaluasi besar terkait penanganan demonstrasi? Atau justru semakin banyak massa turun ke jalan untuk menuntut keadilan?
Yang jelas, masyarakat berharap malam mencekam di Kwitang tak terulang kembali, dan ada solusi nyata yang bisa meredakan ketegangan sekaligus memberikan rasa aman bagi semua pihak.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber






