Kena Mental! 3 Santri di Jombang Kabur dari Pesantren Gegara Di-Bully, Alasannya Bikin Geleng Kepala!

- Penulis

Kamis, 24 Juli 2025 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kena Mental! 3 Santri di Jombang Kabur dari Pesantren Gegara Di-Bully, Alasannya Bikin Geleng Kepala!

Kena Mental! 3 Santri di Jombang Kabur dari Pesantren Gegara Di-Bully, Alasannya Bikin Geleng Kepala!

Redaksiku.com – Kabar heboh datang dari Jombang, Jawa Timur. Tiga anak santri yang masih usia Sekolah Dasar (SD) kabur dari pesantren dan bikin geger satu kota.

Alesannya? Nggak tahan dibully plus ada drama utang layangan.  Yup, lo nggak salah baca, utang layangan bro! 😩

Kejadian ini langsung viral setelah tim pemadam kebakaran alias Damkar Mojoagung dapet laporan dari warga yang ngeliat tiga bocah ini kabur dari pondoknya. Bocah-bocah itu akhirnya ketemu lagi pas lagi naik becak, chill banget kayak mau pergi healing padahal mereka lagi kabur. 🛺💨

👦 Siapa Aja Nih Santri yang Kabur?

Tiga santri yang bikin heboh ini masing-masing punya inisial:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • AFH (12 tahun)

  • AH (10 tahun)
    Keduanya berasal dari Kecamatan Wonosalam, Jombang.

  • MK (12 tahun), berasal dari Kecamatan Sooko, Mojokerto.

Mereka semua ngaji dan mondok di salah satu ponpes yang ada di Kecamatan Sumobito, Jombang. Tapi pada hari Selasa pagi, 22 Juli 2025, mereka memutuskan buat cabut rame-rame dari pondok karena udah nggak kuat dibully kakak kelas.

Kena Mental! 3 Santri di Jombang Kabur dari Pesantren Gegara Di-Bully, Alasannya Bikin Geleng Kepala!
Kena Mental! 3 Santri di Jombang Kabur dari Pesantren Gegara Di-Bully, Alasannya Bikin Geleng Kepala!

😔 Di-bully Terus, Mental Anak-anak Ini Drop!

Menurut pengakuan dari petugas Damkar Mojoagung, Reza Maulana, tiga bocah ini ketemu pas lagi duduk-duduk chill di taman RTH Mojoagung. Waktu itu mereka udah naik becak, siap buat kabur jauh entah ke mana.

Pas ditanya, ternyata penyebab mereka kabur itu karena udah sering disuruh-suruh dan diintimidasi sama kakak kelasnya. Bahkan, kalau mereka nolak, bisa-bisa kena pukul. 😢

“Saya tanya, katanya mereka korban bully kakak kelas. Kalau gak nurut, bisa kena pukul,” kata Mas Reza dari Damkar.

🚨 Untung Cepet Ditemuin! Warga Jadi Pahlawan

Kejadian ini untungnya bisa cepat ditangani karena warga sekitar pondok ngeliat kejanggalan waktu tiga bocah itu kabur. Warga langsung lapor ke pos Damkar Mojoagung, dan tim damkar pun langsung bergerak.

Dengan kecepatan dan kepekaan yang patut diacungi jempol, petugas damkar akhirnya nemuin ketiga santri ini selamat dan dalam keadaan sehat. Mereka langsung diamankan ke pos damkar buat ditenangkan dan diedukasi.

📚 Edukasi Damkar: Jangan Main Kabur Gitu, Bahaya Beb!

Di pos Damkar, petugas langsung kasih edukasi buat ketiga bocah ini. Mereka dijelasin kalau kabur dari pondok apalagi tanpa bilang siapa-siapa tuh berbahaya banget. Jalan raya bukan tempat main-main, apalagi buat anak seusia mereka.

Kami edukasi agar mereka nggak membahayakan dirinya sendiri. Jangan kabur sembarangan, tambah Mas Reza.

🧩 Isu Utama: Bullying dan Tekanan Mental di Pondok

Kasus ini bukan cuma soal kaburnya anak-anak. Tapi ini juga ngasih spotlight tentang masalah bullying di lingkungan pendidikan, termasuk di pondok pesantren. Ternyata tekanan dari kakak kelas bisa bikin anak-anak jadi tertekan sampai akhirnya mutusin buat kabur.

Dan FYI, mereka tuh anak SD loh! Belum kuat secara mental, apalagi kalau tiap hari dapet tekanan dan ancaman fisik. Hal kayak gini nggak bisa dianggap sepele karena bisa berdampak panjang ke perkembangan mental mereka.

😭 Layangan Jadi Alibi? Drama Tambahan dari Bocah

Uniknya, sempat muncul cerita kalau utang layangan jadi salah satu alasan ketiga anak ini kabur. Kayak di sinetron banget, tapi versi anak-anak. Entah itu alasan sebenarnya atau cuma dalih biar bisa pergi, tapi yang jelas, masalahnya lebih ke bullying.

Dan emang, anak-anak kadang pakai alasan random biar kaburnya nggak ketauan. Tapi setelah digali, ternyata mereka emang udah lelah banget dengan tekanan di pondok.

📱 Netizen: “Anak Segede Itu Udah Stress, Kok Bisa?”

Setelah berita ini viral, netizen langsung ramai di medsos. Banyak yang miris ngeliat anak kecil sampai nekat kabur dari pondok. Ada juga yang kesel kenapa lingkungan pondok bisa sampai sebegitu toxic-nya.

Gila ya, anak SD aja udah kena mental gitu, tulis salah satu netizen.

Semoga dapet perhatian lebih dari pengurus pondok. Anak-anak itu bukan robot, komentar lainnya.

Bully di pondok itu nyata sih, banyak yang gak kuat tapi gak berani speak up, sahut akun lain.

🧠 Refleksi Buat Semua: Stop Normalisasi Bullying!

Kejadian ini jadi reminder penting banget buat semua pihakdari orang tua, pengurus pondok, sampai pemerintah. Bullying bukan hal sepele, apalagi kalo udah sampe bikin anak-anak nekat kabur.

Banyak orang yang masih nganggep disuruh-suruh kakak kelas itu wajar. Tapi kalau udah disuruh dengan ancaman, kekerasan, dan bikin mental korban hancur, itu udah bukan didikan, tapi kekerasan.

🚧 Apa Selanjutnya?

Belum ada info lanjut apakah ketiga bocah ini bakal balik lagi ke pondok atau dipindah ke tempat lain. Tapi yang jelas, mereka butuh pendampingan psikologis dan perlindungan, biar kejadian ini nggak ninggalin trauma berkepanjangan.

Semoga pihak pondok juga mau introspeksi dan bener-bener ngevaluasi sistem mereka, khususnya soal interaksi kakak-adik kelas.

📢 Penutup: Anak Kecil Juga Punya Hak Dihargai

Kadang kita lupa, anak-anak juga punya perasaan. Mereka bisa stress, takut, dan trauma. Cuma karena mereka kecil, bukan berarti bisa seenaknya disuruh-suruh atau diintimidasi.

Kejadian ini seharusnya jadi momen buat semua orang sadar: penghormatan, kasih sayang, dan rasa aman itu penting banget dalam dunia pendidikan. Biar anak-anak bisa tumbuh sehat secara mental dan fisik.

 Whatsapp Channels

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPK Ungkap Cerita di Balik Tagihan Listrik Rumah Dinas Parepare
BPK Ungkap Temuan Perjadin Dinkes Parepare, Ada Apa?
Fan ENHYPEN Meninggal Setelah Dihujani Komentar Kebencian, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
TikTok Star Sydney Towle Meninggal di Usia 26 Tahun Setelah Berbagi Perjalanan Melawan Kanker
Kecelakaan Bus ALS Tewaskan Belasan Penumpang, Polisi Tetapkan Dua Tersangka
Sarwendah Disebut Setia Dampingi Ruben Onsu Saat Kondisi Kritis, Ini Kabar Terbarunya
Tarif Listrik PLN Terbaru Agustus 2026, Cek Besaran Tarif untuk Semua Golongan
Beasiswa Bakti BCA 2027 Resmi Dibuka, Cek Syarat, Manfaat, dan Jadwal Pendaftarannya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:27 WIB

BPK Ungkap Cerita di Balik Tagihan Listrik Rumah Dinas Parepare

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:20 WIB

BPK Ungkap Temuan Perjadin Dinkes Parepare, Ada Apa?

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Fan ENHYPEN Meninggal Setelah Dihujani Komentar Kebencian, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Kecelakaan Bus ALS Tewaskan Belasan Penumpang, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Sarwendah Disebut Setia Dampingi Ruben Onsu Saat Kondisi Kritis, Ini Kabar Terbarunya

Berita Terbaru

Foto:Kantor Dinas Kesehatan Kota Parepare. BPK dalam LHP atas LKPD Pemerintah Kota Parepare Tahun Anggaran 2025 menyoroti pembayaran tagihan listrik

Viral

BPK Ungkap Temuan Perjadin Dinkes Parepare, Ada Apa?

Jumat, 7 Agu 2026 - 15:20 WIB