Seorang sopir taksi di Surabaya menjadi sorotan usai aksinya berbagi snack dan obat terekam dalam video viral.
Pengemudi bernama Gudianto Huang itu terekam menyediakan aneka makanan ringan, minuman, dan obat gratis untuk penumpangnya.
Unggahan video yang menyebar di Threads dan TikTok memicu banyak apresiasi dan simpati publik.
Sopir Taksi di Surabaya Viral karena Bagikan Obat dan Snack Gratis ke Penumpang

Aksi seorang sopir taksi yang berbasis di Surabaya menjadi perbincangan luas setelah terekam membagikan camilan dan obat-obatan secara gratis kepada para penumpang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Video itu pertama kali diunggah melalui akun Threads @marpaungyuni pada Kamis (12/6/2025), memperlihatkan suasana taksi yang diubah menyerupai rak mini swalayan.
Isi taksi tersebut mencakup air mineral, permen, minyak angin, dan beberapa jenis makanan ringan yang bisa diambil bebas oleh penumpang.
Sopir taksi tersebut diketahui bernama Gudianto Huang, pengemudi armada Bluebird yang telah bekerja selama beberapa tahun.
Menurut keterangan penumpang dalam video, tidak ada biaya tambahan yang dikenakan untuk fasilitas tersebut.
Stiker bertuliskan “Ambil Saja, Gratis” turut dipasang sebagai penanda bahwa semua tersedia dengan cuma-cuma.
Unggahan itu mendapat tanggapan positif dari ribuan pengguna media sosial dan langsung viral dalam waktu singkat.
Banyak warganet menyatakan terinspirasi oleh kebaikan sopir taksi tersebut dan berharap lebih banyak pengemudi mengikuti jejaknya.
Kisah ini juga menarik perhatian berbagai media daring karena dianggap membawa nilai kemanusiaan dalam profesi pelayanan.
Sopir Taksi Gunakan Dana Pribadi untuk Fasilitas Gratis dalam Kabin
Informasi lebih lanjut menyebut bahwa seluruh isi warung mini di taksi tersebut dibiayai langsung oleh sang sopir taksi.
Dalam wawancara yang beredar di beberapa kanal media sosial, Gudianto menjelaskan bahwa ia tidak menerima sponsor maupun bantuan luar.
Tujuan awalnya hanya sederhana: membantu penumpang yang merasa mual atau kurang enak badan selama perjalanan.
Namun seiring waktu, sopir taksi ini merasa dorongan untuk terus berbagi semakin kuat hingga memutuskan menjadikan isi taksinya sebagai bentuk layanan sosial.
Selain snack dan minuman, ia juga menyediakan obat-obatan ringan seperti balsam, minyak angin, dan obat masuk angin.
Semua barang ditata rapi dalam rak kecil di bagian tengah kabin, sehingga mudah dijangkau oleh siapa pun yang menaiki taksinya.
Sopir taksi tersebut juga sempat menolak menerima ongkos dari penumpang tertentu yang ia anggap sedang kesulitan.
Aksinya itu memicu gelombang komentar positif dari masyarakat yang menilai bahwa empati masih hidup di tengah kota yang sibuk.
Bluebird selaku perusahaan tempatnya bekerja belum memberikan keterangan resmi, namun banyak netizen berharap sopir taksi ini mendapat penghargaan.
Setelah video sopir taksi itu viral, berbagai komentar berdatangan dari warganet yang merasa tersentuh oleh ketulusannya.
Banyak di antaranya mengusulkan agar Gudianto diberi penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya di bidang pelayanan publik.
Ada pula yang mengaku terinspirasi untuk melakukan aksi serupa di bidang pekerjaan mereka masing-masing.
Saya jadi ingin berbagi juga di tempat kerja, tulis seorang pengguna Threads.
Yang lain menambahkan bahwa keberadaan sopir taksi seperti Gudianto mengubah persepsi masyarakat terhadap layanan transportasi umum.
Sosoknya dianggap menghadirkan sisi kemanusiaan dalam sektor jasa yang selama ini identik dengan formalitas.
Kisah ini menunjukkan bahwa sopir taksi tidak hanya berperan sebagai pengemudi, tetapi juga bisa menjadi agen perubahan sosial.
Tindakannya membuktikan bahwa satu orang dengan niat tulus dapat menciptakan dampak besar bagi orang lain.
Warganet berharap agar keberadaan sopir taksi yang memiliki semangat sosial seperti ini tidak hanya berhenti di satu kota saja.
Taksi Jadi Ruang Pelayanan Sosial Lewat Aksi Kecil
Fenomena sopir yang berbagi secara cuma-cuma ini juga membuka diskusi tentang pentingnya nilai empati di sektor transportasi.
Di tengah hiruk pikuk kota, kehadiran seseorang yang rela berbagi tanpa imbalan menjadi pengingat bahwa kebaikan masih bisa dijalankan dalam bentuk sederhana.
Tidak hanya memberikan rasa nyaman, sopir ini juga memberikan pengalaman emosional bagi penumpangnya.
Beberapa penumpang yang pernah menaiki taksi Gudianto mengaku merasa dihargai dan tersentuh.
Pengalaman tersebut bahkan membuat sebagian dari mereka membagikan ulang cerita itu ke media sosial.
Kisah sopir taksi ini akhirnya menjadi pengingat bahwa tindakan sekecil apa pun bisa membekas dalam ingatan orang lain.
Langkah ini dinilai mampu menumbuhkan semangat saling membantu di ruang publik yang selama ini terasa kian individualistis.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






