Terri baru soal musnahnya dinosaurus

- Penulis

Minggu, 3 Maret 2024 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terri baru soak musnahnya dinosaurus

Terri baru soak musnahnya dinosaurus

Banyak pertanyaan masih menyelimuti kepunahan dinosaurus yang telah lama terjadi. Teori sebelumnya mengenai kepunahan ini umumnya terfokus pada dampak besar dari tabrakan asteroid, terutama asteroid Chicxulub yang mendarat di Bumi. Namun, sebuah penelitian terbaru dari Nature Geoscience membuka wawasan baru mengenai bagaimana debu halus yang dihasilkan oleh tabrakan asteroid mungkin berperan besar dalam bencana tersebut.

Dinosaurus tidak hanya mati secara langsung akibat hantaman asteroid, melainkan juga terdampak oleh berbagai faktor lain seperti kebakaran dan musim dingin yang panjang. Kejadian 66 juta tahun lalu saat asteroid menabrak lautan di lepas pantai Meksiko menyebabkan bencana alam meluas, mulai dari gempa bumi hingga tsunami. Iklim Bumi menjadi tidak stabil, menyebabkan tanaman yang menjadi sumber makanan utama dinosaurus mati.

Terri baru soak musnahnya dinosaurus
Terri baru soak musnahnya dinosaurus

Tabrakan asteroid menghasilkan debu silikat halus yang terjatuh ke atmosfer selama 15 tahun. Debu ini mampu mencegah sinar matahari masuk ke Bumi dan menahan panas, mengganggu proses fotosintesis tanaman selama dua minggu penuh. Hal ini berdampak pada rantai makanan dan dapat menyebabkan kepunahan binatang yang masih bertahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut peneliti Cem Berk Senel dari Observatorium Kerajaan Belgia, debu mampu mendinginkan Bumi dalam jangka waktu yang cukup lama, sekitar 15 tahun. Ini membuat suhu Bumi turun drastis hingga 15 derajat Celsius. Butuh waktu empat tahun untuk menghilangkan debu tersebut dari atmosfer dan memungkinkan kehidupan tanaman kembali normal. Penemuan ini menyoroti bahwa dampak debu dari tabrakan asteroid mungkin merupakan penyebab kepunahan dinosaurus, bukan hanya dari dampak langsung hantaman asteroid.

Terkait dengan riset tersebut, Jan Smit, seorang ahli paleontologi dari Universitas Vrije Amsterdam, mengungkapkan bahwa penemuan mengenai pendinginan Bumi setelah tabrakan asteroid belum sepenuhnya menyeluruh. Senel dan rekannya, Pim Kaskes, ahli geologi dari Universitas Brussel di Belgia, juga mengakui pentingnya melanjutkan riset ini untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah tertentu yang tidak terlalu terpengaruh oleh dampak meteorit dan mengapa beberapa kelompok hewan bertahan sementara yang lain tidak.

Kaskes menegaskan bahwa penelitian ini adalah langkah awal untuk menemukan bukti fosil dari respon global terhadap kejadian tersebut, memberikan dasar yang kuat bagi penelitian lebih lanjut. Ia berpendapat bahwa hal ini akan memunculkan penelitian keren yang dapat membawa pemahaman baru mengenai dampak dari tabrakan asteroid terhadap Bumi dan kehidupan di masa lalu.

Sebelumnya diyakini dinosaurus musnah karena asteroid. Teori kepunahan dinosaurus oleh asteroid, dikenal sebagai “teori dampak” atau “teori tabrakan”, menyatakan bahwa tabrakan asteroid besar di Yucatan, Meksiko, membawa bencana global. Dampaknya, yang diperkirakan terjadi sekitar 66 juta tahun lalu, menciptakan gejolak alam yang mematikan, termasuk gempa bumi, tsunami, dan hujan meteor, serta menghasilkan debu dan gas yang mengaburkan atmosfer. Akibatnya, iklim menjadi ekstrem, memicu kebakaran dan musim dingin yang berkepanjangan. Hal ini diyakini menyebabkan kepunahan besar-besaran, termasuk binatang prasejarah seperti dinosaurus.

 

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mita Hilang Usai Menelepon Ibunya, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
Pilot Lolos dari KLIA Bawa 26 Kg Narkoba, Menteri Malaysia Bela Scanner Bandaranya
Berkat Laporan 110, Polisi Barru Gercep Evakuasi Pensiunan PNS
Nipah Mall Makassar Terbakar, Damkar Ungkap Dugaan Sumber Api
Daftar Promo Spesial Kemerdekaan Agustus 2026, Cocok untuk Nongkrong dan Makan Rame-Rame
Rangkaian Acara HUT ke 81 RI yang Wajib Diketahui, Ada Pesta Rakyat hingga Merdeka Run 8.1
Nama Febrio Adiono Muncul dalam Kasus Sutrimo, Kejagung Ungkap Status Sebenarnya
Deadline Refund Lewat, Jaminan Tampia Tour ke UMKO Kini Dipertanyakan

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:49 WIB

Pilot Lolos dari KLIA Bawa 26 Kg Narkoba, Menteri Malaysia Bela Scanner Bandaranya

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Berkat Laporan 110, Polisi Barru Gercep Evakuasi Pensiunan PNS

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Nipah Mall Makassar Terbakar, Damkar Ungkap Dugaan Sumber Api

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Daftar Promo Spesial Kemerdekaan Agustus 2026, Cocok untuk Nongkrong dan Makan Rame-Rame

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:46 WIB

Rangkaian Acara HUT ke 81 RI yang Wajib Diketahui, Ada Pesta Rakyat hingga Merdeka Run 8.1

Berita Terbaru

Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap turun langsung memantau kondisi sumber air baku di Bendung Batu Bessi

Internasional

Tak Mau Warga Cemas, Kapolres Barru Cek Ketersediaan Air

Selasa, 11 Agu 2026 - 20:59 WIB

Polres Barru menggelar apel gelar pasukan, Selasa (11/8/2026).

Internasional

Polres Barru Siaga Karhutla, Kapolres Minta Patroli Diperkuat

Selasa, 11 Agu 2026 - 19:44 WIB

Polisi bersama warga langsung turun tangan. Pohon dievakuasi dan material yang menutup jalan dibersihkan.

Internasional

Jalan Kena ‘Palang’ Pohon, Polisi Pujananting Langsung Gercep!

Selasa, 11 Agu 2026 - 18:02 WIB