Andovi Da Lopez: Kita Butuh Pertanggung Jawaban, Akuntabilitas dan Dialog!
Konten kreator Andovi Da Lopez menyuarakan kritik keras terhadap para pejabat dan menyerukan akuntabilitas atas insiden meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring yang tewas terlindas kendaraan taktis saat demonstrasi.
Dalam unggahan video di Instagram Reels pada 31/08 tersebut, Andovi mengajak para artis, influencer, dan kreator konten untuk tidak berdiam diri menghadapi ketidakadilan.
Diam itu bukan netral, diam itu mengambil sikap, tegas Andovi, disambut teriakan Lawan! dari massa aksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tuntutan Akuntabilitas, Bukan Sekadar Permintaan Maaf
Andovi menegaskan bahwa permohonan maaf dari pihak berwenang tidak cukup untuk menyelesaikan masalah.
Betapa indahnya kalau semua masalah selesai hanya dengan kata maaf, tetapi kita butuh akuntabilitas. Oke, kita rakyat gak akan puas unless there is ACCOUNTABILITY, ujarnya dengan nada emosional.
Ia juga menyinggung pernyataan Nicholas Saputra yang menyerukan postingan pejabat mundur.
Menurut Andovi Da Lopez, di negara-negara maju, mundur dari jabatan adalah langkah minimum ketika terjadi peristiwa seperti ini.
Kalau ini di Jepang atau Korea, di negara-negara lain yang maju, Ini mereka semua (pejabat) sudah hormat, membungkuk, resign di luar proses hukum. Itu the bare minimum, tambahnya.
Menanggapi tudingan bahwa aksi demonstrasi merusak fasilitas umum, Andovi mengingatkan publik untuk melihat inti masalah.
Ia menyebut kerusuhan sering dipicu penyusup, bukan oleh mahasiswa atau massa aksi yang sebenarnya.
Guys, let™s took at the core. Pertama, itu penyusup. Nonton aja documenter Narasi yang dibikin 2020. Mahasiswa dan mayoritas orang yang demo tidak seperti itu, jelasnya.
Ia juga mengkritik sikap pejabat yang enggan membuka ruang komunikasi. Menurutnya, kemarahan masyarakat muncul karena tidak ada dialog langsung dengan pendemo.
Sebagai contoh, ia memuji langkah Sri Sultan Hamengku Buwono X yang turun langsung menemui massa di Yogyakarta, sehingga situasi tetap kondusif.
Ini bukti dialog itu bisa dilakukan. Kenapa pejabat lain tidak bisa? tegasnya.
Ajakan untuk Bersatu dan Transparan
Andovi Da Lopez menyerukan agar rakyat tidak terpecah belah oleh provokasi.
Ingat, divide et impera divide and conquer. Ini sudah dilakukan sejak zaman penjajahan. Jangan mau kita dipecah belah, biar kita tidak Bersatu salam tujuan kita oke? Kita rakyat butuh akuntabilitas, katanya.
Ia bahkan mengusulkan agar pejabat membuka komunikasi publik secara langsung.
Ini era 2025, tinggal live stream saja, tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Andovi Da Lopez juga mengingatkan mahasiswa agar lebih kritis dan cerdas dalam memilih pemimpin.
Ia menekankan pentingnya integritas dan kejujuran dalam politik.
Kalau pilih karena amplop, bangsa ini akan mundur terus. Kalau pilih orang yang berintegritas, orang yang jujur, bangsa ini baru bisa maju, ujarnya.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






