Ini Dia 4 Sistem Hidroponik Populer, Kamu Suka yang Mana?

- Penulis

Minggu, 30 November 2025 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ini Dia 4 Sistem Hidroponik Populer, Kamu Suka yang Mana?

Ini Dia 4 Sistem Hidroponik Populer, Kamu Suka yang Mana?

Mengenal 4 Sistem Hidroponik Populer, Mana yang Paling Cocok untuk Kamu?

Hidroponik adalah metode budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Sistem ini semakin populer karena efisien, ramah lingkungan, serta cocok diterapkan di lahan sempit.

Sistem hidroponik memiliki beragam dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

4 Sistem Hidroponik yang Banyak Digunakan

Mulai dari yang sederhana hingga yang cocok untuk skala besar, diantaranya:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Sistem Wick (Sistem Sumbu)

Sistem Wick merupakan metode paling sederhana dan sering dipilih oleh pemula.

Prinsip kerjanya adalah larutan nutrisi ditarik ke media tanam melalui sumbu, biasanya menggunakan kain flanel atau kain penyerap air lainnya.

Media tanam yang umum dipakai antara lain rockwool, sekam bakar, dan kokopit.

Kelebihan sistem Wick antara lain biaya pembuatan murah, tidak membutuhkan listrik, hemat lahan, serta tanaman mendapat suplai air secara terus-menerus.

Namun, kelemahannya adalah pemeliharaan lebih rumit karena nutrisi harus sering ditambah dan diganti jika air keruh.

Selain itu, akar tanaman rentan busuk bila air terlalu jenuh. Sistem hidroponik ini sangat cocok untuk sayuran daun seperti selada, pakcoy, kangkung, dan sawi.

2. Sistem NFT (Nutrient Film Technique)

Sistem NFT menggunakan aliran tipis larutan nutrisi yang dipompa melalui pipa PVC atau talang khusus.

Akar tanaman ditanam dalam netpot yang ditempatkan di lubang pipa, sehingga mendapatkan suplai air, nutrisi, dan oksigen secara seimbang.

Kelebihannya adalah pertumbuhan tanaman lebih cepat dan maksimal, hemat pupuk, serta mudah dikontrol karena nutrisi hanya diatur di bak penampungan.

Namun, sistem ini sangat bergantung pada listrik dan biaya instalasi relatif mahal. Selain itu, penyakit lebih mudah menular antar tanaman karena berbagi aliran nutrisi.

NFT biasanya digunakan oleh petani berpengalaman untuk menanam sawi, kailan, atau kubis.

3. Sistem DFT (Deep Flow Technique)

Sekilas mirip dengan NFT, namun DFT memiliki genangan nutrisi di dalam pipa sekitar 45 cm. Dengan demikian, meski pompa mati, akar tanaman tetap mendapat pasokan nutrisi dari genangan tersebut.

Kelebihan sistem hidroponik ini adalah tanaman lebih optimal menyerap nutrisi, tetap aman saat listrik mati, dan pertumbuhan lebih seragam.

Kekurangannya, kadar nutrisi sulit diatur karena adanya genangan sisa, serta kebutuhan air dan nutrisi lebih banyak. DFT cocok untuk sayuran seperti pakcoy, selada, dan sawi.

4. Sistem Dutch Bucket (Zat Baket)

Sistem Dutch Bucket biasa digunakan untuk tanaman dengan akar tunggang, seperti melon, cabai, tomat, dan paprika. Media tanam padat seperti arang sekam, hidroton, atau pecahan bata digunakan untuk menopang akar.

Nutrisi diberikan melalui tetesan yang diatur dengan pompa dan timer, sementara kelebihannya dikembalikan ke tandon untuk digunakan kembali.

Kelebihannya adalah nutrisi bisa disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan bisa digunakan untuk skala besar maupun kecil.

Namun, kelemahannya media tanam padat bisa menyebabkan penyumbatan, serta oksigen sulit terserap bila media terlalu padat.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Panduan Stanley Tumbler: Bahan, Fitur, dan Harga
Panduan Memilih Botol Minum Tupperware untuk Aktivitas Harian
Inspirasi Outfit Pria dari Erigo dan Cottonink Men
Mengenal WONSOT, Restoran Sotbap Baru di Bandung
Kamaku Resmi Jadi Merchandise TPJF 2026
5 Tips Menyelesaikan Banyak Pekerjaan Tanpa Stres
Panggilan 3 Anak Andre Taulany untuk Amanda Rigby di Pernikahan
Penuaan Pembuluh Darah: Proses Alami Seiring Bertambahnya Usia

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:37 WIB

Panduan Stanley Tumbler: Bahan, Fitur, dan Harga

Selasa, 22 September 2026 - 14:59 WIB

Panduan Memilih Botol Minum Tupperware untuk Aktivitas Harian

Selasa, 22 September 2026 - 14:41 WIB

Inspirasi Outfit Pria dari Erigo dan Cottonink Men

Selasa, 22 September 2026 - 13:10 WIB

Mengenal WONSOT, Restoran Sotbap Baru di Bandung

Selasa, 22 September 2026 - 12:11 WIB

Kamaku Resmi Jadi Merchandise TPJF 2026

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat menyampaikan pidato di hadapan Sidang Umum PBB di New York di tengah berbagai krisis global.

Internasional

Pidato Trump di PBB Di Tengah Berbagai Krisis

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:01 WIB

Esau Sidemo, nelayan asal Ternate yang selamat setelah 26 hari terombang-ambing di Samudra Pasifik.

Viral

Kisah Nelayan Ternate Bertahan 26 Hari di Samudra Pasifik

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:54 WIB

Optimasi berlebihan pada local SEO dapat berbalik menjadi bumerang dan merusak peringkat pencarian bisnis.

Teknologi

Kesalahan Over-Optimization Local SEO yang Harus Dihindari

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:47 WIB

error: Content is protected !!