Redaksiku.com – Prof. Drs. Sapto Purnomo Putro, MSi, PhD, seorang pakar dari Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro, tampil sebagai pembicara utama dalam ajang 3rd International Conference in Marine Biotechnology 2026 (iCoMB 2026). Konferensi internasional yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22 hingga 23 September 2026 ini menjadi panggung bagi para ilmuwan global untuk mendiskusikan masa depan bioteknologi kelautan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sapto memaparkan inovasi terkini terkait implementasi teknologi smart biomonitoring untuk mendukung sektor akuakultur yang lebih berkelanjutan. Kehadirannya tidak hanya merepresentasikan kapasitas akademik Universitas Diponegoro, tetapi juga memberikan perspektif baru tentang bagaimana integrasi data digital dapat menjaga kesehatan ekosistem perairan sekaligus meningkatkan produktivitas budidaya perikanan.
Transformasi Digital dalam Bioteknologi Kelautan
Penerapan teknologi dalam sektor kelautan kini telah bergeser dari metode konvensional menuju sistem yang berbasis data presisi. Prof. Sapto menekankan bahwa tantangan utama dalam akuakultur saat ini adalah fluktuasi kualitas air yang sering kali berdampak buruk pada tingkat kelangsungan hidup komoditas budidaya. Melalui pendekatan biomonitoring yang cerdas, para pelaku industri dapat melakukan deteksi dini terhadap perubahan lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sistem ini bekerja dengan mengintegrasikan sensor canggih yang mampu memantau parameter fisik dan kimia air secara real-time. Data yang terkumpul kemudian diolah untuk memberikan rekomendasi tindakan yang tepat bagi petambak, sehingga risiko kegagalan panen akibat degradasi lingkungan dapat diminimalisir secara signifikan.
Implementasi teknologi pemantauan cerdas ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional akuakultur hingga 30 persen dibandingkan dengan metode pemantauan manual yang konvensional.
Peran Strategis Center for Marine Coastal Studies
Sebagai Ketua Center for Marine Coastal Studies di Universitas Diponegoro, Prof. Sapto telah lama berfokus pada pengembangan riset yang menjembatani antara kebutuhan industri dan pelestarian lingkungan. Pusat studi ini menjadi motor penggerak utama dalam riset-riset kelautan yang diterapkan langsung di masyarakat pesisir Indonesia.
Keterlibatan aktif dalam iCoMB 2026 menegaskan posisi Undip sebagai institusi pendidikan yang progresif dalam menjawab tantangan global di bidang bioteknologi. Beberapa fokus utama riset yang dikembangkan di bawah kepemimpinan beliau meliputi:
- Pengembangan sistem peringatan dini berbasis sensor untuk kualitas air tambak.
- Pemanfaatan mikroalga sebagai agen bioremediasi alami di kawasan pesisir yang tercemar.
- Integrasi data satelit dengan observasi lapangan untuk pemetaan kesesuaian lahan akuakultur.
- Penyusunan kebijakan berbasis riset untuk mendukung keberlanjutan ekonomi biru di Indonesia.
Kolaborasi Internasional untuk Keberlanjutan
Konferensi iCoMB 2026 yang berlangsung di Universiti Malaysia Terengganu ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran ide, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas negara. Prof. Sapto menyoroti pentingnya sinergi antara peneliti dari berbagai negara untuk menghadapi perubahan iklim yang mengancam ekosistem laut global.
Kolaborasi riset antarnegara menjadi kunci utama dalam menciptakan standar bioteknologi kelautan yang mampu menjaga keseimbangan antara eksploitasi ekonomi dan konservasi alam.
Diskusi yang berkembang selama acara menunjukkan bahwa tren bioteknologi masa depan akan lebih banyak berfokus pada efisiensi penggunaan sumber daya. Penggunaan teknologi smart biomonitoring bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan bagi negara-negara dengan garis pantai panjang seperti Indonesia dan Malaysia untuk menjamin ketahanan pangan dari sektor perikanan.
Pemanfaatan data sensor harus dibarengi dengan literasi digital bagi para pembudidaya agar teknologi tersebut dapat dioperasikan secara efektif di lapangan.
Kehadiran Prof. Sapto di forum internasional ini sekaligus menunjukkan pengakuan dunia terhadap riset-riset yang dihasilkan oleh akademisi Indonesia. Dengan terus mendorong inovasi di tingkat global, diharapkan sektor akuakultur nasional dapat semakin kompetitif sekaligus tetap menjaga kelestarian ekosistem laut untuk generasi mendatang.
Pertanyaan Umum
Apa fokus utama pemaparan Prof. Sapto di iCoMB 2026?
Prof. Sapto memaparkan mengenai teknologi smart biomonitoring, yaitu sistem pemantauan kualitas air berbasis sensor yang bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi dalam sektor akuakultur.
Mengapa smart biomonitoring penting bagi akuakultur?
Teknologi ini memungkinkan deteksi dini terhadap perubahan lingkungan yang berisiko bagi komoditas budidaya, sehingga petambak dapat mengambil tindakan pencegahan lebih cepat untuk menghindari kerugian ekonomi.
Di mana lokasi penyelenggaraan konferensi iCoMB 2026?
Konferensi internasional tersebut diselenggarakan di Universiti Malaysia Terengganu, yang berlokasi di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 22 hingga 23 September 2026.
Ringkasan
Prof. Drs. Sapto Purnomo Putro, MSi, PhD, pakar dari Departemen Biologi Universitas Diponegoro, menjadi pembicara utama dalam 3rd International Conference in Marine Biotechnology (iCoMB) 2026 di Kuala Lumpur pada 22–23 September 2026. Dalam forum internasional tersebut, beliau memaparkan inovasi teknologi smart biomonitoring yang mengintegrasikan sensor canggih untuk memantau kualitas air tambak secara real-time, guna meningkatkan efisiensi operasional akuakultur hingga 30 persen.
Sebagai Ketua Center for Marine Coastal Studies di Universitas Diponegoro, Prof. Sapto menekankan bahwa pendekatan berbasis data presisi ini krusial untuk deteksi dini perubahan lingkungan yang mengancam keberlangsungan budidaya perikanan. Inisiatif ini mencakup pengembangan sistem peringatan dini, pemanfaatan bioremediasi mikroalga, dan integrasi data satelit, yang bertujuan menciptakan standar bioteknologi kelautan yang mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas ekonomi dan kelestarian ekosistem laut global.






