Redaksiku.com – Kawasan pesisir Lombok Barat menyimpan potensi wisata bahari dan budaya yang sangat menjanjikan, namun tantangan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Salah satu wilayah yang kini tengah menjadi sorotan serius adalah Desa Wisata Kuranji Dalang yang terletak di Kecamatan Labuapi. Kawasan yang dikenal dengan panorama pantai serta tradisi lokalnya ini mendesak untuk segera mendapatkan perhatian khusus terkait aksesibilitas jalan raya.
Kondisi jalan utama yang menghubungkan para pelancong menuju jantung desa wisata tersebut terpantau memprihatinkan dalam beberapa waktu terakhir. Jalur yang ada tidak hanya mengalami kerusakan di berbagai titik, tetapi juga memiliki lebar yang tergolong sangat sempit untuk ukuran akses destinasi wisata populer. Situasi ini tentu menyulitkan mobilitas kendaraan roda empat maupun bus pariwisata yang ingin membawa rombongan pelancong masuk ke area desa.
Komitmen Perbaikan Infrastruktur Menuju 2027
Menanggapi keluhan masyarakat serta para pelaku pariwisata setempat, pihak legislatif daerah bergerak cepat untuk merumuskan solusi nyata. Dr Syamsuriansyah selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Barat dari daerah pemilihan Labuapi-Kediri menyatakan komitmen penuhnya. Ia berjanji akan memperjuangkan alokasi anggaran khusus agar proyek perbaikan jalan raya tersebut bisa masuk dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perjuangan politik dan legislatif ini diarahkan agar pengerjaan fisik di lapangan dapat direalisasikan secara bertahap pada tahun 2027 mendatang. Politisi Partai Perindo tersebut menilai bahwa sektor pariwisata tidak akan pernah bisa berkembang secara optimal tanpa didukung oleh sarana prasarana jalan yang memadai. Akses yang mulus dan aman menjadi kunci utama untuk menarik minat kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur jalan di kawasan Lombok Barat dengan alokasi anggaran yang berfokus pada titik-titik krusial pada tahun 2027.
Dampak Ekonomi bagi Pelaku Usaha Lokal
Keterbatasan infrastruktur jalan selama ini terbukti memberikan dampak langsung terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Kuranji Dalang. Banyak agen perjalanan wisata seringkali mengurungkan niat untuk memasukkan desa ini ke dalam paket tur karena khawatir dengan kondisi kendaraan yang melintasi jalur sempit dan rusak. Akibatnya, perputaran roda ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata, seperti pemilik warung kuliner, pengrajin cinderamata, dan pemandu lokal, menjadi kurang maksimal.
Apabila proyek pelebaran dan pengaspalan jalan ini benar-benar terwujud pada 2027, dampaknya dipastikan akan sangat signifikan bagi kesejahteraan warga setempat. Arus distribusi barang dan jasa akan semakin lancar, sementara wisatawan dapat menikmati perjalanan menuju lokasi wisata dengan rasa aman dan nyaman. Para tokoh masyarakat dan pengelola desa wisata menyambut baik langkah afirmatif yang diambil oleh para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Lombok Barat.
- Perbaikan infrastruktur jalan raya difokuskan pada pelebaran badan jalan dan pelapisan ulang aspal.
- Dukungan anggaran dipersiapkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah untuk tahun anggaran 2027.
- Peningkatan aksesibilitas diyakini mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan secara nasional.
Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
Selain infrastruktur fisik berupa jalan raya, pengembangan Desa Wisata Kuranji Dalang juga memerlukan pendekatan yang komprehensif dari berbagai pemangku kepentingan. Sinergi antara pemerintah desa, kelompok sadar wisata (pokdarwis), serta dukungan penuh dari pemerintah kabupaten menjadi formula penting. Penataan kawasan parkir, penyediaan fasilitas umum yang bersih, serta promosi digital yang masif harus berjalan beriringan dengan pembangunan akses jalan.
Langkah konkret dari wakil rakyat ini diharapkan menjadi pemantik bagi dinas teknis terkait untuk segera melakukan kajian mendalam di lapangan. Rencana pembangunan pada 2027 tidak boleh sekadar menjadi wacana di atas kertas, tetapi harus dikawal ketat hingga tahap eksekusi anggaran. Dengan demikian, potensi besar yang dimiliki oleh Desa Kuranji Dalang dapat bertransformasi menjadi destinasi unggulan yang membanggakan bagi Kabupaten Lombok Barat.
Pertanyaan Umum
Mengapa Desa Wisata Kuranji Dalang membutuhkan perbaikan jalan?
Kondisi jalan saat ini mengalami kerusakan dan memiliki lebar yang sangat sempit, sehingga menyulitkan kendaraan roda empat serta bus pariwisata untuk masuk ke kawasan wisata.
Kapan rencana perbaikan infrastruktur jalan tersebut akan diperjuangkan?
Perbaikan jalan raya menuju kawasan wisata ini diperjuangkan oleh legislator daerah untuk dapat direalisasikan pada tahun 2027 melalui alokasi anggaran DPRD Lombok Barat.
Siapa tokoh yang menginisiasi perjuangan perbaikan jalan ini?
Inisiatif dan dorongan kuat tersebut disuarakan oleh Dr Syamsuriansyah, anggota DPRD Lombok Barat dari daerah pemilihan Labuapi-Kediri.
Ringkasan
Dr Syamsuriansyah, anggota DPRD Lombok Barat dari Partai Perindo, berkomitmen memperjuangkan alokasi anggaran melalui APBD untuk perbaikan dan pelebaran jalan utama menuju Desa Wisata Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, yang ditargetkan terealisasi pada tahun 2027.
Kondisi jalan yang saat ini sempit dan rusak parah telah menghambat mobilitas kendaraan roda empat serta bus pariwisata, sehingga membatasi jumlah kunjungan wisatawan dan berdampak negatif pada perputaran roda ekonomi para pelaku usaha lokal seperti pemilik warung dan pengrajin cinderamata.
Perbaikan infrastruktur ini dinilai krusial untuk memastikan kelancaran arus distribusi serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan pelancong, yang pada akhirnya diharapkan mampu mentransformasikan Desa Kuranji Dalang menjadi destinasi wisata bahari dan budaya unggulan yang berkelanjutan di Lombok Barat.






