Redaksiku.com Ada istilah the paradox of choice in relationship yang artinya semakin seseorang mempunyai banyak pilihan, mereka akan kesulitan untuk menentukan pilihannya. Paradox of choice merupakan konsep psikologi yang dipopulerkan oleh Barry Schwartz.
Penyebab The Paradox Of Choice In Relationship
1. Ragu
Semakin seseorang mengenali pasangannya lebih dalam, maka mereka akan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari pasangannya. Sayangnya tidak semua orang bersedia menerima kekurangan pasangannya, banyak orang menjadi ragu atau tidak yakin dengan pasangannya sehingga mereka diam-diam mencari pilihan lain.
Mereka lupa bahwa di kehidupan ini tidak ada manusia yang sempurna, setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Semakin mencari yang sempurna, justru seseorang bisa kehilangan yang terbaik dan jika sudah kehilangan maka belum tentu bisa menemukannya kembali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
2. Mempunyai Standar Tinggi
Semakin tinggi standar seseorang mereka mempunyai banyak pilihan dan hal ini bisa membuatnya terjebak dalam kebingungan, mereka takut jika pilihannya jatuh di orang yang salah sehingga mereka akan terus mencari dan mengumpulkan banyak pilihan untuk dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk memilih salah satu.
Memang dianjurkan untuk berhati-hati dalam memilih pasangan, jangan sampai pilih pasangan. Tetapi setiap orang tidak mengizinkan dirinya dijadikan bahan pilihan oleh seseorang, mereka juga mempunyai kriteria dan standar dalam mencari pasangan jadi jangan sampai melewatkan yang terbaik demi mendapatkan yang lebih baik lagi karena belum tentu kamu akan mendapatkannya.
3. Menginginkan Kebebasan
Seseorang yang menginginkan Kebebasan, mereka paling takut sekali dengan komitmen. Mereka belum siap berada pada satu hubungan dan terikat dengan orang lain, hal ini bisa disebabkan karena seseorang belum sepenuhnya yakin dan jatuh hati pada orang tersebut meskipun hubungannya sudah terlihat dekat.
Meskipun sudah diperlakukan spesial seperti layaknya mempunyai hubungan istimewa, tapi hal tersebut tidak bisa menjamin bahwa kamu menjadi satu-satunya orang yang ada di hidupnya. Karena orang yang serius pasti akan memberikan kepastian, jika tidak kunjung diberikan kepastian pasti mereka mempunyai pilihan lain.
4. Media Sosial
Seperti melihat barang bagus di aplikasi belanja online, saat kita membuka aplikasi belanja pasti muncul barang-barang yang menarik perhatian seperti halnya kita melihat media sosial. Banyak sekali pengguna medsos yang menarik perhatian, untuk mengenalnya lebih dalam atau sekedar berteman.
Semakin seseorang aktif di media sosial kemungkinan mereka mempunyai banyak pilihan sangat besar, bisa dilihat dari jumlah following dan followers nya yang setiap hari selalu bertambah.
5. Kurang Bersyukur
Seseorang yang kurang bersyukur mereka akan selalu merasa kurang dengan apa yang sudah dimilikinya, mereka tidak pernah merasa puas dan selalu menginginkan yang lebih tanpa intropeksi diri dan memikirkan perasaan orang lain.
Banyak orang yang memilih melepaskan sesuatu yang telah dimilikinya, demi mengejar sesuatu yang menurutnya lebih baik. Padahal yang menurutnya lebih baik belum tentu baik, banyak orang yang pada akhirnya menyesal karena telah memilih melepaskan yang terbaik hanya karena penasaran dengan lainnya.
Terlalu banyak pilihan tidak selalu membuat kamu menemukan yang terbaik, justru semakin banyak pilihan dapat membuat standar yang kamu inginkan semakin tidak masuk akal dan kamu akan terjebak dalam situationship yang bisa membuat overthinking.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook , Instagram , Tiktok , X, YouTube , Pinterest






