Ia bahkan menyebut bahwa aksi ini akan menjadi standar baru bagi pendekatan keamanan global terhadap proliferasi senjata nuklir.
Sikap ini menandakan bahwa AS siap menggunakan kekuatan militer untuk mencegah perkembangan nuklir di luar jalur diplomasi.
Reaksi Dunia dan Arah Krisis Timur Tengah ke Depan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah pengumuman resmi dari Trump, berbagai negara dan organisasi internasional menyampaikan keprihatinan atas potensi eskalasi yang lebih luas.
PBB, Uni Eropa, dan beberapa negara Asia menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi untuk mencegah konflik berkepanjangan.
Namun, sikap tegas AS dan kemungkinan balasan dari Iran menempatkan kawasan dalam posisi paling genting dalam satu dekade terakhir.
Banyak pengamat menyebut bahwa satu serangan balik dari Iran dapat menjadi pemicu rantai konflik yang akan sulit dihentikan.
Kekhawatiran ini diperkuat oleh fakta bahwa pasukan AS sudah dalam posisi siaga tinggi di berbagai pangkalan mereka di Timur Tengah.
Sementara itu, rakyat sipil di wilayah konflik dilaporkan mulai mengungsi, khawatir situasi akan berubah menjadi perang terbuka.
Dengan tiga fasilitas nuklir dihancurkan, Iran bisa saja kehilangan sebagian besar kemampuan teknisnya dalam waktu dekat.
Namun, jika mereka memilih membalas, maka konflik ini dapat berkembang menjadi krisis yang tidak hanya berdampak regional, tetapi juga global.
Dalam situasi seperti ini, diplomasi dan tekanan internasional akan menjadi kunci apakah krisis dapat diredam atau justru dibiarkan meluas.
Saat ini dunia menanti, apakah langkah berani Trump akan membawa hasil jangka panjang atau justru memicu ketegangan berkepanjangan.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






