Peristiwa pembakaran kali ini menyisakan luka besar yang sulit dilupakan, baik bagi pemerintah maupun masyarakat.
Kerugian materi akibat rusaknya fasilitas pemerintahan jelas tidak sedikit, namun yang lebih berat adalah kerugian simbolis yang ditinggalkan.
Tanpa langkah cepat, bukan tidak mungkin peristiwa serupa bisa terulang kembali di masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gedung Grahadi Surabaya kini berdiri dalam keadaan gosong dan hancur, menyisakan puing-puing sebagai saksi bisu malam kelam.
Sejarah panjangnya sebagai pusat pemerintahan Jawa Timur tercoreng oleh aksi brutal yang merusak tatanan demokrasi dan ketenangan publik.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan pemulihan, baik dari sisi bangunan maupun keamanan, agar kepercayaan warga bisa kembali.
Namun yang pasti, luka akibat tragedi ini akan tetap membekas dalam ingatan warga Surabaya sebagai salah satu malam paling kelam sepanjang sejarah kota.
Malam ketika Gedung Grahadi Surabaya berubah dari ikon bersejarah menjadi reruntuhan yang dipenuhi asap dan abu.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






