Redaksiku.com – Komisi Pemberantasan Korupsi mengamankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena beserta 13 orang lainnya dalam operasi tangkap tangan pada Senin, 21 September 2026. Penangkapan terhadap kepala daerah tersebut dilakukan oleh tim penyidik di wilayah Jakarta dalam sebuah operasi senyap.
Operasi pemberantasan korupsi ini digelar secara serentak di beberapa lokasi terpisah untuk mengamankan pihak-pihak terkait. Selain menangkap bupati di ibu kota, penyidik lembaga antirasuah juga bergerak cepat mengamankan sejumlah pihak lain di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Kronologi dan Lokasi Penangkapan
Langkah penindakan ini bermula dari informasi masyarakat serta pemantauan intensif yang dilakukan oleh tim penyelidik KPK. Pergerakan para pihak yang terjaring dalam operasi senyap ini telah dipantau sebelum akhirnya petugas melakukan penyergapan secara simultan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksanaan operasi tangkap tangan melibatkan koordinasi lintas wilayah yang cukup masif. Beberapa fakta penting mengenai cakupan operasi tersebut meliputi:
- Tim penyidik menangkap Bupati Sirajudin Lasena langsung di wilayah Jakarta.
- Petugas secara bersamaan mengamankan pihak swasta dan pejabat daerah di Sulawesi Utara.
- Operasi penindakan juga menjangkau beberapa lokasi strategis di Gorontalo.
Pihak lembaga antirasuah bergerak cepat guna mengamankan barang bukti permulaan sebelum para pihak yang terjaring dibawa ke Gedung Merah Putih KPK. Pemeriksaan intensif langsung diberlakukan kepada seluruh pihak yang diamankan sejak Senin malam.
Konfirmasi Resmi Lembaga Antirasuah
Kabar mengenai penangkapan kepala daerah di Sulawesi Utara ini langsung mendapatkan konfirmasi resmi dari internal lembaga penegak hukum. Keterangan pers diberikan kepada awak media untuk menjelaskan status penangkapan tersebut.
Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi penangkapan kepala daerah tersebut saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta. Konfirmasi ini sekaligus memperjelas status hukum sementara dari para pihak yang terjaring operasi senyap.
Tim penyidik memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut.
Penyidik saat ini tengah mendalami aliran dana serta keterlibatan pihak-pihak lain dalam perkara yang menjerat kepala daerah tersebut. Keterangan lanjutan mengenai konstruksi perkara secara utuh akan disampaikan melalui konferensi pers resmi dalam waktu dekat.
Langkah Hukum Selanjutnya
Setelah seluruh pihak yang terjaring tiba di Gedung KPK Jakarta, penyidik langsung melaksanakan pemeriksaan secara maraton. Langkah ini sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana terkait mekanisme penangkapan.
Fokus utama penyelidikan saat ini adalah mendalami dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan penyelenggara negara. Penanganan kasus ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam membersihkan praktik rasuah di tingkat pemerintahan daerah.
Sebanyak 14 orang termasuk Bupati Bolaang Mongondow Utara berhasil diamankan oleh KPK dalam operasi serentak yang melibatkan wilayah Jakarta, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Masyarakat diimbau untuk turut mengawal proses hukum yang sedang berjalan agar penegakan hukum dapat berlangsung secara transparan dan akuntabel. KPK berjanji akan membuka seluruh hasil penyidikan secara terang-benderang kepada publik setelah proses awal selesai.
Pertanyaan Umum
Siapa saja yang diamankan oleh KPK dalam operasi tangkap tangan tersebut?
KPK mengamankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena beserta 13 orang lainnya yang terdiri dari pejabat daerah dan pihak swasta.
Kapan operasi tangkap tangan ini dilakukan oleh KPK?
Operasi senyap tersebut dilaksanakan secara serentak pada Senin, 21 September 2026, di beberapa lokasi berbeda.
Di mana saja lokasi penangkapan yang dilakukan oleh tim penyidik?
Penangkapan dilakukan di wilayah Jakarta, serta secara simultan di beberapa titik di Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Ringkasan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang mengamankan Bupati Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin Lasena, bersama 13 orang lainnya yang terdiri atas pejabat daerah dan pihak swasta pada Senin, 21 September 2026. Penangkapan ini dikonfirmasi langsung oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, sebagai bagian dari penindakan kasus dugaan korupsi di lingkungan pemerintahan daerah.
Operasi senyap tersebut digelar secara serentak dan lintas wilayah oleh tim penyidik di Jakarta, Sulawesi Utara, serta Gorontalo untuk mengamankan pihak-pihak terkait beserta barang bukti permulaan. Seluruh pihak yang terjaring telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta guna menjalani pemeriksaan intensif selama 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka.
Saat ini, tim penyidik masih mendalami konstruksi perkara serta aliran dana yang melibatkan penyelenggara negara dalam kasus tersebut. KPK berkomitmen untuk menyampaikan penjelasan lengkap dan resmi mengenai kasus ini kepada publik melalui konferensi pers setelah proses awal pemeriksaan selesai.






