Redaksiku.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama PT Pertamina Patra Niaga dan Refinery Unit III Plaju mengambil langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat perkotaan melalui penebaran 10.000 bibit ikan patin di Kecamatan Plaju, Palembang.
Sekda Provinsi Sumsel Edward Candra (empat dari kiri) dan Area Manager Communication, Relations & CSR RU Plaju Siti Fauzia (tiga dari kanan) menyalurkan bantuan 10 ribu bibit Ikan Patin di Kecamatan Plaju untuk mendukung Gerakan Sumsel Mandiri Pangan.–pertamina kilang plaju for palpres.com
Sinergi Pemerintah dan Industri untuk Ketahanan Pangan
Program penebaran benih ikan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung Gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan yang digagas pemerintah daerah. Kehadiran sektor industri melalui kolaborasi bersama PT Pertamina menunjukkan komitmen nyata dunia usaha dalam mendampingi masyarakat meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan pelepasan bibit ikan patin ini melibatkan berbagai elemen masyarakat setempat yang dipusatkan langsung di wilayah perkotaan Plaju. Pemilihan komoditas ikan patin didasarkan pada pertimbangan adaptasi lingkungan yang baik serta potensi nilai ekonomis yang menjanjikan bagi warga.
Penyaluran 10.000 bibit ikan patin ini difokuskan di Kecamatan Plaju sebagai strategi konkret menggerakkan ketahanan pangan berbasis rumah tangga.
Peran Aktif Pertamina RU Plaju dalam Pemberdayaan Masyarakat
Dukungan penuh diberikan oleh manajemen PT Pertamina Refinery Unit Plaju melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang menyasar langsung sektor ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi.
Area Manager Communication, Relations & CSR RU Plaju Siti Fauzia menegaskan bahwa sinergi lintas sektor ini penting untuk memastikan keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat perkotaan.
Sebanyak 10.000 ekor bibit ikan patin disalurkan langsung ke lokasi budidaya masyarakat di Kecamatan Plaju.
Melalui inisiatif ini, warga tidak hanya mendapatkan bantuan bibit, tetapi juga pendampingan teknis agar hasil budidaya ikan patin dapat optimal dan siap dipanen untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
Dampak Positif bagi Perekonomian Lokal
Pelaksanaan program mandiri pangan ini diharapkan mampu menekan angka pengeluaran rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha baru bagi kelompok pembudidaya ikan skala kecil di kawasan perkotaan.
Berikut adalah beberapa manfaat utama dari program penyaluran bibit ikan patin bagi masyarakat Plaju:
- Meningkatkan ketersediaan sumber protein hewani yang terjangkau bagi warga sekitar.
- Mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan atau kolam buatan di lingkungan padat penduduk.
- Memberikan tambahan penghasilan melalui hasil panen ikan yang bernilai jual tinggi.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap kolaborasi strategis dengan berbagai Badan Usaha Milik Negara seperti Pertamina dapat terus diperluas ke wilayah lain guna mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pertanyaan Umum
Apa tujuan utama penyaluran bibit ikan patin di Plaju?
Penyaluran ini bertujuan untuk mendukung Gerakan Sumsel Mandiri Pangan serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat perkotaan.
Siapa saja pihak yang terlibat dalam kegiatan ini?
Program ini melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama manajemen PT Pertamina Refinery Unit Plaju dan masyarakat setempat.
Berapa banyak bibit ikan yang disalurkan ke masyarakat?
Sebanyak 10.000 bibit ikan patin disalurkan langsung kepada kelompok masyarakat di Kecamatan Plaju untuk dibudidayakan.
Ringkasan
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama PT Pertamina Patra Niaga dan Refinery Unit (RU) III Plaju menyalurkan 10.000 bibit ikan patin di Kecamatan Plaju, Palembang. Penyaluran bantuan yang dipimpin oleh Sekda Sumsel Edward Candra dan Area Manager Communication, Relations & CSR RU Plaju Siti Fauzia ini bertujuan untuk mendukung Gerakan Sumsel Mandiri Pangan.
Program sinergi antara pemerintah dan sektor industri ini difokuskan untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis rumah tangga di kawasan perkotaan. Ikan patin dipilih karena memiliki kemampuan adaptasi lingkungan yang baik serta potensi nilai ekonomis yang menjanjikan bagi warga.
Melalui inisiatif ini, warga setempat tidak hanya memperoleh pasokan sumber protein hewani yang terjangkau, tetapi juga pendampingan teknis budidaya. Program tersebut diharapkan mampu menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi kelompok pembudidaya ikan skala kecil.






