Redaksiku.com – Musibah kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Teuku Nyak Arif dan Jalan Mesjid Al Huda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (22/9/2026) malam. Insiden yang terjadi sekitar pukul 20.32 WIB ini menghanguskan area seluas 1,100 meter persegi dan berdampak langsung pada 60 kepala keluarga atau sekitar 180 jiwa yang harus kehilangan tempat tinggal sementara.
Peristiwa ini bermula ketika warga melihat percikan api dan kepulan asap pekat dari salah satu bangunan di lokasi kejadian. Kondisi lingkungan yang padat serta material bangunan yang mudah terbakar membuat api dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.
Kronologi Awal Mula Kebakaran
Berdasarkan laporan di lapangan, kobaran api diduga kuat bersumber dari sebuah bangunan rumah makan warteg yang berada di kawasan tersebut. Api yang cepat membesar tidak hanya menghanguskan warung makan, tetapi juga langsung menyambar ke sebuah bengkel ban dan beberapa bangunan tempat usaha serta tempat tinggal di sekitarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga sekitar sempat panik dan mencoba melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR. Kendati demikian, tiupan angin yang cukup kencang serta intensitas api yang terlalu besar membuat usaha warga tidak membuahkan hasil dan situasi menjadi tidak terkendali.
Melihat situasi yang semakin membahayakan keselamatan jiwa, warga segera menghubungi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan. Laporan tersebut langsung direspon cepat oleh petugas pemadam dengan mengerahkan armada ke titik lokasi kejadian untuk melokalisir api agar tidak meluas ke permukiman lain.
Dampak Kerusakan dan Korban Jiwa
Dampak dari musibah kebakaran di Kebayoran Lama ini sangat dirasakan oleh puluhan warga setempat. Tercatat ada 60 kepala keluarga dengan total 180 jiwa yang terdampak dan harus mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat tempat tinggal mereka ludes dilalap si jago merah.
Area seluas 1.100 meter persegi hangus terbakar dalam insiden yang berdampak pada 180 jiwa di Jakarta Selatan.
Petugas gabungan dari berbagai unsur instansi terkait langsung dikerahkan untuk mendirikan posko pengungsian sementara serta menyalurkan bantuan logistik darurat. Pendataan secara berkala juga terus dilakukan guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang layak pasca insiden.
- Sebanyak 60 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal akibat musibah ini.
- Total korban terdampak mencapai kurang lebih 180 jiwa yang kini berada di posko pengungsian.
- Luas area yang terdampak amukan jago merah mencapai 1.100 meter persegi di kawasan padat penduduk.
Penanganan dan Evaluasi Petugas
Proses pemadaman di lokasi padat penduduk memerlukan teknik khusus agar api tidak merembet ke lorong-lorong permukiman yang sempit. Petugas harus berjibaku selama beberapa jam untuk melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Pihak berwenang dari kepolisian bersama tim investigasi kebakaran nantinya akan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti munculnya api. Evaluasi menyeluruh juga diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan warga terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan padat bangunan.
Pertanyaan Umum
Kapan kebakaran di Kebayoran Lama terjadi?
Kebakaran tersebut terjadi pada Selasa, 22 September 2026 malam, dengan laporan awal diterima oleh warga sekitar pukul 20.32 WIB.
Berapa banyak warga yang terdampak insiden ini?
Musibah ini berdampak pada 60 kepala keluarga atau sekitar 180 jiwa yang kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi.
Dari mana sumber api pertama kali dilaporkan?
Kobaran api diduga kuat berawal dari sebuah bangunan rumah makan warteg sebelum akhirnya meluas menyambar bengkel ban dan bangunan sekitar.
Ringkasan
Kebakaran besar melanda kawasan padat penduduk di Jalan Teuku Nyak Arif dan Jalan Mesjid Al Huda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (22/9/2026) malam pukul 20.32 WIB. Insiden yang diduga bersumber dari sebuah warteg ini menghanguskan area seluas 1.100 meter persegi dan meluas ke bengkel ban serta bangunan di sekitarnya sebelum berhasil ditangani oleh Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan.
Musibah ini berdampak langsung pada 60 kepala keluarga atau sekitar 180 jiwa yang kehilangan tempat tinggal sementara dan harus dievakuasi ke posko pengungsian. Petugas gabungan telah dikerahkan untuk melakukan proses pendinginan, mendirikan posko darurat, menyalurkan bantuan logistik, serta melakukan pendataan guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang layak.






