PLN Operasikan Jaringan 150 kV Subang Baru untuk Pasokan Listrik

- Penulis

Minggu, 13 September 2026 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLN Operasikan Jaringan — Gardu Induk 150 kV Subang Baru yang telah resmi beroperasi untuk memperkuat pasokan listrik di Jawa Barat.

PT PLN resmi mengoperasikan jaringan transmisi 150 kV Subang Baru untuk memperkuat infrastruktur kelistrikan di Jawa Barat.

Redaksiku.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah resmi mengoperasikan jaringan transmisi 150 kV Subang Baru pada Sabtu, 12 September 2026. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat infrastruktur kelistrikan di Jawa Barat, yang kini menjadi pusat pertumbuhan industri baru dengan permintaan energi yang kian meningkat.

Proses energize atau pemberian tegangan ini mencakup beberapa komponen krusial dalam sistem transmisi. PLN berhasil mengoperasikan bay line Gardu Induk (GI) 150 kV Subang Baru yang menghubungkan arah Haurgeulis Line 1 dan Sukamandi Line 1. Selain itu, dua jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Sirkit 1 telah resmi masuk dalam sistem operasional PLN.

Total transmisi yang berhasil dioperasikan dalam proyek ini mencapai 26,074 kilometer sirkit (kms) guna memperkuat distribusi listrik ke kawasan industri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara teknis, jaringan baru ini terdiri dari dua ruas utama. Masing-masing ruas, yakni SUTT 150 kV Subang Baru Incomer-Haurgeulis Sirkit 1 dan SUTT 150 kV Subang Baru Incomer-Sukamandi Sirkit 1, memiliki panjang lintasan 13,037 kms. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung bagi Gardu Induk 150 kV Subang Baru yang memiliki kapasitas total mencapai 3 x 60 MVA.

Dukungan PLN terhadap Pertumbuhan Ekonomi Industri

Kehadiran jaringan transmisi ini bukan sekadar peningkatan teknis, melainkan langkah nyata untuk memfasilitasi kebutuhan listrik bagi pelaku industri besar. Di wilayah Subang, permintaan daya listrik mengalami kenaikan signifikan seiring dengan berkembangnya kawasan bisnis dan pabrik manufaktur berskala global.

Beberapa perusahaan besar yang menjadi target utama suplai listrik dari jaringan ini antara lain:

  • Perusahaan otomotif VinFast yang membutuhkan pasokan daya sebesar 20 MVA.
  • Pabrik alas kaki PT Taekwang dengan kebutuhan daya mencapai 20 MVA.
  • Industri kertas PT EcoPaper yang kini mendapatkan jaminan suplai sebesar 17 MVA.

“Energize jaringan 150 kV Subang Baru ini wujud dukungan konkret kami untuk menggenjot investasi, daya saing, dan pengembangan usaha di Jawa Barat.”

— Kishartanto Purnomo Putro

General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, menegaskan bahwa kepastian pasokan energi merupakan variabel utama bagi investor dalam menanamkan modal di Indonesia. Dengan tersedianya infrastruktur yang andal, pelaku usaha tidak perlu khawatir mengenai stabilitas operasional pabrik mereka di masa depan.

Peningkatan Fleksibilitas Sistem Kelistrikan

Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari kerja keras tim teknis yang mengintegrasikan berbagai elemen sistem transmisi di lapangan. Manajer PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 2, Husni Wardana, menjelaskan bahwa pengoperasian jaringan ini akan memberikan fleksibilitas lebih bagi PLN dalam mengatur distribusi beban listrik.

Sistem operasional kini menjadi jauh lebih optimal dibandingkan sebelumnya. Dengan adanya jalur transmisi yang lebih pendek dan terintegrasi, potensi gangguan pada sistem distribusi di wilayah Subang dapat diminimalisir secara signifikan.

Perusahaan industri yang berencana melakukan ekspansi di wilayah Jawa Barat disarankan untuk berkoordinasi langsung dengan pihak PLN terkait ketersediaan daya dan skema penyambungan baru.

Infrastruktur ini diharapkan menjadi pemicu bagi pertumbuhan ekonomi lokal di Jawa Barat. Selain memberikan dampak positif bagi perusahaan besar, ketersediaan listrik yang stabil di kawasan Subang juga akan membuka peluang bagi industri pendukung dan usaha kecil menengah yang tumbuh di sekitar area industri tersebut. PLN berkomitmen untuk terus memantau performa jaringan ini agar tetap mampu melayani kebutuhan pelanggan dengan kualitas terbaik.

Pertanyaan Umum

Apa tujuan utama dari pengoperasian jaringan 150 kV Subang Baru?

Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat keandalan pasokan listrik guna memenuhi kebutuhan sektor industri yang tumbuh pesat di wilayah Subang dan sekitarnya, sehingga iklim investasi di Jawa Barat semakin kompetitif.

Berapa besar total kapasitas Gardu Induk 150 kV Subang Baru?

Gardu Induk 150 kV Subang Baru dirancang dengan kapasitas total sebesar 3 x 60 MVA untuk melayani beban listrik dari berbagai perusahaan besar dan kawasan bisnis di sekitarnya.

Perusahaan apa saja yang disuplai oleh jaringan transmisi baru ini?

Jaringan ini disiapkan untuk menyuplai kebutuhan listrik perusahaan besar seperti VinFast, PT Taekwang, dan PT EcoPaper, dengan total kebutuhan daya yang mencapai puluhan MVA untuk setiap perusahaan.

Ringkasan

PT PLN (Persero) resmi mengoperasikan jaringan transmisi 150 kV Subang Baru untuk memperkuat keandalan pasokan listrik bagi kawasan industri di Jawa Barat. Infrastruktur ini memiliki kapasitas 3 x 60 MVA dan menyalurkan listrik ke perusahaan besar seperti VinFast, PT Taekwang, dan PT EcoPaper.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanggapan Keras Todd Monken atas Komentar Mike Tomlin tentang Browns
Desak Pemerintah Pusat Beri Ruang Daerah Kelola Dana Tambahan Otsus
Laba KB Bank (BBKP) Anjlok 95,21% Jadi Rp18,63 Miliar di Semester I/2026
Alasan Mahfud MD Sebut KPK Belum Periksa Nusron Wahid
Haji Isam Negosiasi Akuisisi 62 Persen Saham BYAN
Penyebab Fenomena Telur Ceplok Usai Erupsi Anak Krakatau Menurut Ahli
Krisis Air Bersih Melanda 13 Desa di Bangka Belitung Akibat Kemarau
Alasan Ilmiah Manusia Sering Menunda Pekerjaan dan Cara Mengatasinya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 23:03 WIB

Tanggapan Keras Todd Monken atas Komentar Mike Tomlin tentang Browns

Senin, 21 September 2026 - 22:49 WIB

Desak Pemerintah Pusat Beri Ruang Daerah Kelola Dana Tambahan Otsus

Senin, 21 September 2026 - 22:31 WIB

Laba KB Bank (BBKP) Anjlok 95,21% Jadi Rp18,63 Miliar di Semester I/2026

Senin, 21 September 2026 - 21:36 WIB

Alasan Mahfud MD Sebut KPK Belum Periksa Nusron Wahid

Senin, 21 September 2026 - 20:59 WIB

Haji Isam Negosiasi Akuisisi 62 Persen Saham BYAN

Berita Terbaru

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga 2026 didukung oleh investasi dan peran strategis UMKM.

Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Didorong Investasi dan UMKM

Senin, 21 Sep 2026 - 23:20 WIB

Bisnis

OMC Perkuat Tampungan Air di 3 Waduk Kaskade Citarum

Senin, 21 Sep 2026 - 23:11 WIB

Redmi Note 17 Series resmi dipasarkan di Indonesia mulai 16 September 2026 dengan harga kisaran empat jutaan rupiah.

Teknologi

Redmi Note 17 Series Resmi Dijual di Indonesia Harga 4 Jutaan

Senin, 21 Sep 2026 - 22:43 WIB

error: Content is protected !!