Redaksiku.com – Sebuah insiden kebakaran lahan yang cukup besar dilaporkan terjadi di wilayah Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan dengan cepat merambat hingga ke area Tempat Pemrosesan Akhir Galuga pada Senin sore, tepatnya sekitar pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan laporan resmi dari Pusdalops BPBD Kabupaten Bogor yang diterima oleh pihak BNPB, luas lahan yang terdampak oleh amukan si jago merah ini diperkirakan mencapai sekitar 42 hektare secara keseluruhan. Meskipun area yang terbakar sangat luas, petugas memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari peristiwa tersebut.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan bahwa proses penanganan di lapangan langsung digerakkan secara masif oleh tim gabungan. Tim ini melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga elemen masyarakat untuk memastikan api tidak semakin meluas ke pemukiman warga sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penanganan kebakaran dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kota Bogor, BPBD Kabupaten Bogor, BPBD Kota Bogor, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, layanan 112 Kabupaten Bogor, Tagana Kota Bogor, PDAM, TNI, Polri, PMI, dan relawan,” kata Berton dalam keterangan resminya pada Kamis, 10 September 2026.
Operasi pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian juga mendapat dukungan penuh melalui pengerahan water bombing yang dikerahkan oleh pihak TNI AU dari udara.
Selain mengerahkan armada darat, pihak BPBD Kabupaten Bogor terus aktif melakukan pemantauan intensif di lokasi kejadian. Mereka juga berkoordinasi secara berkala dengan aparat desa setempat untuk memetakan titik api yang masih menyala serta membantu menyuplai kebutuhan air bersih demi mendukung proses pemadaman yang cepat dan efisien.
Kronologi dan Penanganan Kebakaran Lahan
Peristiwa kebakaran yang melanda kawasan TPA Galuga ini memerlukan koordinasi lintas instansi mengingat medan yang cukup luas dan sulit dijangkau. Sifat material di area pembuangan sampah seringkali memicu titik api baru di dalam tumpukan, sehingga petugas harus bekerja ekstra keras.
Berbagai langkah taktis telah dikerahkan oleh tim di lapangan untuk mengendalikan situasi agar dampak lingkungan dan kesehatan warga sekitar dapat ditekan seminimal mungkin. Berikut adalah beberapa elemen utama yang terlibat dalam proses penanggulangan bencana di Galuga:
- Pengerahan armada pemadam kebakaran dari Kabupaten dan Kota Bogor secara serentak.
- Koordinasi darurat melalui layanan 112 untuk percepatan pelaporan dan mobilisasi bantuan.
- Dukungan suplai air bersih secara kontinu oleh PDAM dan truk tangki BPBD.
- Bantuan logistik dan evakuasi medis darurat yang disiagakan oleh unsur PMI dan Tagana.
- Pengamanan area oleh jajaran TNI dan Polri untuk kelancaran jalur logistik pemadaman.
Luas total lahan yang terdampak amukan api di kawasan tersebut diperkirakan mencapai kisaran 42 hektare.
Meskipun api sudah mulai dapat dikendalikan melalui operasi darat dan udara, petugas gabungan tetap siaga di lokasi untuk melakukan proses pendinginan. Langkah ini penting guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang dapat kembali memicu kebakaran di tengah kondisi cuaca yang kering.
Pertanyaan Umum
Di mana lokasi pasti kebakaran lahan tersebut?
Kebakaran terjadi di lahan yang terletak di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang kemudian merambat ke area TPA Galuga.
Kapan peristiwa kebakaran di TPA Galuga mulai terjadi?
Insiden tersebut bermula pada hari Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, dan langsung ditangani oleh tim gabungan.
Apakah ada korban jiwa akibat kebakaran seluas 42 hektare ini?
Berdasarkan laporan resmi dari Pusdalops BPBD Kabupaten Bogor dan BNPB, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut.
Ringkasan
Kebakaran lahan dan TPA Galuga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang terjadi pada Senin (7/9/2026) sore, menghanguskan area seluas sekitar 42 hektare tanpa menimbulkan korban jiwa.
Tim gabungan dari unsur pemadam kebakaran, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta dukungan water bombing dari TNI AU dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan agar api tidak meluas.






