Redaksiku.com – Suasana di sekitar Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tampak berbeda jelang laga sarat gengsi antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Alih-alih hanya fokus pada persiapan dukungan di tribun, ribuan anggota The Jakmania justru menggalang komitmen bersama untuk menjaga ketertiban kota dan menekan segala bentuk provokasi demi terciptanya suasana pertandingan yang aman.
Langkah ini diambil sebagai respons positif atas kembalinya duel klasik ini ke Jakarta setelah absen selama tujuh tahun. Dalam apel siaga yang berlangsung pada Jumat (11/9/2026), para pendukung setia Macan Kemayoran ini menegaskan bahwa loyalitas kepada klub harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga kedamaian di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir langsung dalam apel tersebut untuk memberikan apresiasi atas kedewasaan suporter dalam merawat sportivitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pramono Anung menekankan pentingnya menjaga citra Jakarta sebagai tuan rumah yang baik bagi setiap perhelatan olahraga. Baginya, momen pertandingan yang telah lama dinantikan ini merupakan ajang pembuktian bahwa suporter sepak bola di Indonesia, khususnya Jakarta, mampu menunjukkan sikap dewasa dan tertib tanpa harus mencederai nilai-nilai sportivitas.
Setelah menanti selama lebih dari tujuh tahun, laga besar ini akhirnya kembali digelar di stadion kebanggaan masyarakat Indonesia, SUGBK, pada Sabtu, 12 September 2026.
Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Aditya Putra, secara tegas memimpin pembacaan komitmen tersebut di hadapan ribuan anggotanya. Ia menyoroti bahwa tanggung jawab suporter masa kini tidak hanya terbatas di dalam stadion, tetapi juga meluas ke ruang digital. Media sosial sering kali menjadi pemicu gesekan, sehingga pengendalian diri dalam berinteraksi daring menjadi salah satu poin krusial dalam komitmen tersebut.
Berikut adalah lima poin utama yang disepakati oleh keluarga besar The Jakmania sebagai panduan perilaku selama dan setelah pertandingan:
- Menjaga Jakarta dengan ikut bertanggung jawab atas keamanan, ketertiban, dan kenyamanan kota di dalam maupun di luar arena pertandingan.
- Mendukung Persija dengan loyalitas penuh namun tetap mengutamakan etika agar tidak merugikan nama baik klub maupun kota.
- Menempatkan rivalitas hanya sebatas di atas lapangan hijau, tanpa melibatkan kekerasan, kebencian, atau permusuhan yang berkelanjutan.
- Mengendalikan perkataan dan tindakan, baik di dunia nyata maupun media sosial, dengan menghindari penyebaran provokasi.
- Saling menjaga antarsesama anggota dengan cara saling mengingatkan dan menghormati demi nama baik organisasi.
Bagi suporter yang akan hadir di stadion, pastikan untuk selalu mengikuti arahan petugas keamanan dan menjaga barang bawaan demi kenyamanan bersama selama berada di area SUGBK.
Rivalitas antara Persija dan Persib memang dikenal sebagai salah satu yang paling panas di kancah sepak bola nasional. Namun, dengan adanya komitmen ini, diharapkan semangat mendukung klub tidak lagi disalahartikan sebagai ajang untuk meluapkan amarah atau kebencian. Pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: persaingan adalah bumbu olahraga, tetapi perdamaian adalah kewajiban bersama.
“Menempatkan rivalitas hanya dalam semangat sepak bola, tanpa kekerasan, kebencian, dan permusuhan.”
— Muhammad Aditya Putra
Upaya kolektif ini diharapkan mampu menjadi standar baru bagi suporter di Indonesia. Dengan menjaga sikap di media sosial dan lapangan, The Jakmania menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar kelompok pendukung, melainkan elemen masyarakat yang peduli terhadap stabilitas keamanan Jakarta. Fokus utama kini beralih pada dukungan penuh di tribun agar pertandingan berjalan lancar hingga peluit panjang dibunyikan.
Pastikan untuk selalu memantau kanal informasi resmi dari pihak penyelenggara atau kepolisian terkait rute akses masuk stadion untuk menghindari kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan GBK.

















Pertanyaan Umum
Apa tujuan utama dari apel siaga The Jakmania tersebut?
Apel tersebut bertujuan untuk membacakan komitmen bersama dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan kedamaian di Jakarta menjelang laga besar melawan Persib Bandung, serta memastikan bahwa rivalitas tetap berada dalam koridor sportivitas olahraga.
Kapan pertandingan Persija kontra Persib berlangsung di Jakarta?
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada hari Sabtu, 12 September 2026.
Bagaimana The Jakmania menyikapi potensi provokasi di media sosial?
The Jakmania telah berkomitmen untuk menjaga perkataan dan tindakan baik di dunia nyata maupun di media sosial, dengan tidak menyebarkan konten provokatif yang berpotensi memicu konflik antarkelompok pendukung.
Ringkasan
Menjelang laga kontra Persib di SUGBK pada 12 September 2026, The Jakmania berkomitmen menjaga ketertiban dan kedamaian di Jakarta dengan menghindari segala bentuk provokasi, baik di dalam stadion maupun di media sosial.
Komitmen ini mencakup lima poin utama, yakni menjaga keamanan kota, mendukung klub dengan etika, membatasi rivalitas hanya di lapangan, serta saling menghormati antarsesama anggota demi nama baik organisasi.






