Kami terus mendorong agar seluruh dapur SPPG di Bangkalan bisa beroperasi optimal. Koordinasi dengan dinas terkait dan pihak sekolah terus diperkuat, ujar Bambang menutup pernyataannya.
Pandangan Ahli: Ulat dalam Sayur Tak Selalu Berbahaya
Sejumlah ahli pangan juga turut memberikan penjelasan terkait fenomena ulat dalam bahan makanan sayur-mayur. Dosen Teknologi Pangan dari Universitas Trunojoyo Madura, Dr. Rahayu Wulandari, menjelaskan bahwa ulat daun seperti Samia Cynthia Ricini sebenarnya tidak beracun dan bahkan telah dijadikan bahan makanan di beberapa negara Asia.
Ulat ini dikenal kaya protein dan lemak sehat. Namun tentu saja, dalam konteks penyajian makanan sekolah, keberadaannya tetap tidak dapat dibenarkan karena menyangkut higienitas dan kepercayaan publik, jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menekankan pentingnya penerapan Good Hygiene Practices (GHP) di seluruh dapur penyedia MBG, mulai dari penerimaan bahan baku, proses pencucian, pengolahan, hingga penyajian.
Kualitas program seperti MBG tidak hanya diukur dari nilai gizi, tapi juga dari standar kebersihan dan keamanannya. Ini kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat, tambah Rahayu.
Reaksi Publik: Antara Kritik dan Dukungan
Meski viral di media sosial, banyak warga Bangkalan yang menilai bahwa insiden ini seharusnya tidak dijadikan bahan sensasi berlebihan. Beberapa warganet justru memuji transparansi pihak sekolah dan dapur MBG yang cepat memberikan klarifikasi.
Yang penting tanggap dan segera ditangani. Namanya program besar, wajar kalau masih ada kendala, tulis salah satu netizen di grup komunitas Madura Info.
Namun, sebagian lain menilai bahwa pengawasan kualitas harus lebih ketat karena menyangkut kesehatan anak-anak.
Harusnya dicek lebih detail sebelum dibagikan. Anak-anak sekolah tidak bisa jadi korban uji coba, tulis komentar lain.
Evaluasi dan Harapan ke Depan
Kasus ini menjadi cerminan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, penyedia jasa dapur, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program MBG.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem pengawasan dan pelaporan, termasuk penggunaan teknologi digital untuk melacak rantai distribusi bahan makanan. Dengan langkah-langkah perbaikan yang berkelanjutan, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menjadi model keberhasilan di bidang ketahanan pangan sekolah.
Harapan kami, MBG Bangkalan bisa menjadi contoh bagaimana program sosial bisa terus ditingkatkan kualitasnya. Kami ingin anak-anak menikmati makanan yang sehat, aman, dan bergizi, pungkas Bambang.
Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






