Redaksiku.com – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya tengah menggagas inovasi baru di dunia pendidikan dengan mengintegrasikan game populer Mobile Legends ke dalam program ekstrakurikuler sekolah.
Rencana ini akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2025/2026, sebagai salah satu langkah menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif dan menyenangkan bagi siswa di era digital.
Langkah ini diungkapkan oleh Tri Endang Kustianingsih, selaku Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dispendik Surabaya, yang menjelaskan bahwa game Mobile Legends dinilai memiliki potensi edukatif dan bisa menjadi sarana pembentukan karakter serta pengembangan soft skill siswa.
“Mobile Legends bukan sekadar permainan, tapi bisa menjadi bentuk pembelajaran yang menyenangkan sekaligus menantang secara strategi,” ujar Endang saat dikutip pada Minggu (18/5/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Endang juga menekankan bahwa sekolah-sekolah di Surabaya saat ini dituntut untuk lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi generasi digital. Ia menyebutkan bahwa integrasi game semacam ini akan membuka ruang baru dalam dunia pendidikan, di mana kompetensi non-akademik seperti kerja tim, komunikasi, dan sportivitas juga diasah melalui permainan.
Kalau sekolah bisa menyesuaikan diri, maka siswa akan lebih nyaman dan termotivasi untuk berkembang. Siapa tahu ke depan bukan hanya antar siswa, tapi juga ada kompetisi antar guru, tambahnya sambil tersenyum.
Menurutnya, kompetisi dalam bentuk eSports seperti ini bukan hanya memberikan hiburan semata, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran modern yang mampu mendorong prestasi siswa secara lebih luas, termasuk dalam bidang teknologi, kreativitas, dan kepemimpinan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Surabaya memberikan dukungan penuh terhadap rencana penerapan Mobile Legends sebagai ekstrakurikuler. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan Surabaya yang tidak hanya menekankan aspek akademis, tapi juga pengembangan karakter siswa secara holistik.
Kami ingin memperluas makna pendidikan. Bukan hanya di kelas, tetapi juga lewat aktivitas yang dekat dengan dunia siswa. Mobile Legends, dengan segala dinamika permainannya, bisa menjadi media positif asalkan diarahkan dengan benar, tegasnya.
Tri Endang juga sempat membayangkan bahwa di masa mendatang, bukan tidak mungkin akan digelar turnamen Mobile Legends antar sekolah, bahkan antar guru, dalam rangka memperingati momen-momen penting seperti Hari Guru Nasional. Menurutnya, hal itu akan menjadi cara baru merayakan pendidikan dengan lebih meriah dan inklusif.
Meskipun kebijakan ini masih dalam tahap perencanaan, banyak pihak menanggapi positif langkah tersebut. Di kalangan siswa dan komunitas eSports lokal, wacana ini mendapat antusiasme tinggi. Banyak yang menilai bahwa sekolah yang memberi ruang pada hobi siswa justru akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan kreatif.
Meski begitu, Dispendik Surabaya tetap menekankan bahwa penerapan ekstrakurikuler Mobile Legends harus dibarengi dengan pengawasan ketat dan kurikulum yang terarah. Tujuannya adalah agar aktivitas ini benar-benar memberi nilai tambah, bukan sekadar bermain tanpa kontrol.
Langkah Surabaya ini juga dinilai bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam merespons kemajuan teknologi dan digitalisasi di kalangan pelajar. Dengan pendekatan yang tepat, game seperti Mobile Legends bisa dimanfaatkan sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan minat siswa yang terus berkembang.
Hingga saat ini, pihak Dispendik masih menyusun panduan dan mekanisme pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler ini. Diharapkan, ketika tahun ajaran baru dimulai, sekolah-sekolah sudah bisa langsung mengadopsi program ini sesuai dengan kesiapan masing-masing.
Google News atau Whatsapp Channel
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber






