Redaksiku.com – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka langsung ambruk pada perdagangan Jumat (11/9/2026) pagi, melanjutkan tren pelemahan yang terjadi sehari sebelumnya dan membuat para pelaku pasar harus lebih waspada terhadap volatilitas jangka pendek.
Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia melalui RTI Business, indeks utama pasar modal tanah air ini merosot tajam sebesar 1,03% ke level 6.521,49 tepat pada pukul 09.02 WIB di awal sesi perdagangan.
Pelemahan ini bersifat masif karena hampir seluruh sektor pendukung pasar mengalami tekanan jual yang cukup signifikan sejak bel pembukaan berbunyi. Tekanan paling berat dipimpin oleh sektor transportasi, yang kemudian disusul oleh sektor barang baku, barang konsumer non-primer, infrastruktur, perindustrian, barang konsumer primer, properti dan real estate, hingga sektor kesehatan secara bersamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aktivitas Perdagangan dan Tekanan Sektoral
Melihat catatan aktivitas transaksi di lantai bursa pada pagi hari ini, total volume perdagangan saham di BEI telah mencapai angka 2,53 miliar lembar saham dengan nilai transaksi keseluruhan menyentuh angka Rp 1,13 triliun.
Dominasi penjual terlihat sangat jelas dari pergerakan harga saham secara keseluruhan di papan perdagangan. Tercatat ada sebanyak 420 saham yang mengalami penurunan harga dan menjadi pemberat utama laju indeks, sementara saham yang berhasil menguat hanya berjumlah 103 saham, dan sisanya 149 saham terpantau stagnan tanpa pergerakan berarti.
Sebanyak 420 saham mendominasi zona merah dan menekan IHSG ke level 6.521,49 pada awal sesi perdagangan Jumat.
Meskipun mayoritas saham berada di zona merah, ruang gerak pasar masih menyisakan dinamika menarik bagi para investor yang memantau saham-saham berkapitalisasi besar, terutama yang tergabung dalam indeks LQ45 baik dari jajaran top losers maupun top gainers.
Daftar Saham Penghuni Jajaran LQ45
Tekanan jual yang melanda pasar turut menyeret sejumlah emiten unggulan ke zona merah sebagai deretan saham dengan penurunan terdalam di kelompok LQ45 pagi ini:
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dengan kode saham JPFA melemah 3,02% ke level harga Rp 2.250 per saham.
- PT ESSA Industries dengan kode saham ESSA terkoreksi 2,94% ke posisi Rp 660 per saham.
- PT Merdeka Battery Materials Tbk dengan kode saham MBMA turun 1,89% ke level Rp 520 per saham.
Di sisi lain, di tengah arus koreksi yang melanda sebagian besar pasar, masih ada segelintir emiten yang melawan arus dan mencatatkan penguatan harga untuk masuk dalam jajaran kelompok teratas:
- PT Medco Energi Indonesia Tbk dengan kode saham MEDC memimpin penguatan sebesar 3,82% ke level Rp 1.630 per saham.
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk dengan kode saham ITMG menguat 1,44% ke posisi harga Rp 26.475 per saham.
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk dengan kode saham INDF naik tipis 0,68% ke level Rp 7.375 per saham.
Pertanyaan Umum
Mengapa IHSG mengalami pelemahan tajam pada perdagangan pagi ini?
IHSG merosot 1,03% ke level 6.521,49 akibat tekanan jual masif yang melanda hampir seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia, melanjutkan tren koreksi dari hari sebelumnya.
Berapa volume dan nilai transaksi saham saat pembukaan pasar?
Total volume perdagangan saham mencapai 2,53 miliar lembar dengan nilai transaksi keseluruhan menyentuh angka Rp 1,13 triliun pada pukul 09.02 WIB.
Bagaimana kondisi pergerakan saham secara umum di lantai bursa?
Sebanyak 420 saham mengalami penurunan harga, 103 saham terpantau menguat, dan 149 saham lainnya berada dalam posisi stagnan.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka merosot tajam sebesar 1,03% ke level 6.521,49 pada perdagangan Jumat pagi akibat tekanan jual masif yang melanda hampir seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia.
Sebanyak 420 saham melemah dan mendominasi zona merah dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,13 triliun, sementara kelompok saham LQ45 juga turut terseret koreksi di tengah beberapa emiten yang masih mampu mencatatkan penguatan.






