Puradelta (DMAS) Incar Lahan Data Center 85 Ha dan Sediakan 60 Ha

- Penulis

Jumat, 11 September 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kawasan industri Kota Deltamas milik PT Puradelta Lestari Tbk atau DMAS.

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menyiapkan strategi penambahan lahan untuk mengantisipasi tingginya permintaan sektor pusat data.

Redaksiku.com – redaksiku.com JAKARTA. PT Puradelta Lestari Tbk atau yang dikenal sebagai pengembang kawasan industri Kota Deltamas dengan kode emiten DMAS terus mencatatkan performa yang solid seiring tingginya minat pasar terhadap sektor digital. Permintaan lahan untuk pembangunan pusat data atau data center di kawasan tersebut terpantau masih sangat kuat dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi pasar yang dinamis ini mendorong manajemen pengembang kawasan industri tersebut untuk mulai merancang strategi penyiapan tambahan lahan. Langkah antisipatif ini diperlukan demi menangkap peluang bisnis yang terbuka lebar dari gelombang ekspansi para pelaku industri teknologi digital global maupun regional di tanah air.

Berdasarkan hasil riset analis Indo Premier Sekuritas bernama Aurelia Barus yang dipublikasikan pada 8 September 2026, posisi portofolio lahan perseroan saat ini berada dalam tahap penjajakan yang cukup intensif. Tercatat ada sekitar 85 hektare lahan yang sedang dalam proses inquiry atau negosiasi lanjutan dengan calon penyewa potensial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagian besar peminatan tersebut datang secara spesifik dari korporasi yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur data center. Calon penyewa ini tidak hanya berasal dari pemain baru yang baru masuk ke pasar Indonesia, tetapi juga mencakup para penyewa eksisting yang berencana memperluas kapasitas infrastruktur mereka.

Minat tinggi dari korporasi digital membuat volume penjajakan lahan atau inquiry di kawasan industri Kota Deltamas mencapai kisaran 85 hektare dari sekitar lima hingga enam klien potensial.

Besarnya angka penjajakan tersebut ternyata jauh melampaui ketersediaan lahan siap bangun yang dimiliki oleh perusahaan saat ini. Hingga paruh pertama tahun 2026, catatan internal menunjukkan bahwa ketersediaan lahan industri yang benar-benar siap dipasarkan hanya berada di angka sekitar 60 hektare saja.

Menghadapi tantangan ketidakseimbangan antara tingginya permintaan dan terbatasnya stok lahan siap pakai, manajemen mengambil kebijakan strategis. Sejak akhir tahun 2025, perusahaan mulai melakukan konversi atau alih fungsi terhadap sebagian portofolio lahan yang semula dialokasikan untuk sektor komersial dan residensial.

Langkah penyesuaian peruntukan lahan ini dinilai sebagai keputusan bisnis yang tepat sasaran oleh kalangan analis pasar modal. Kebijakan tersebut tidak hanya membantu perusahaan dalam memenuhi komitmen terhadap klien baru dan lama, tetapi juga menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.

Dukungan Infrastruktur Ketenagalistrikan yang Memadai

Keberhasilan sebuah kawasan industri dalam menarik investasi data center sangat bergantung pada ketersediaan utilitas utama, terutama pasokan daya listrik berkapasitas besar yang stabil. Beruntung bagi pengembang, infrastruktur pendukung di wilayah operasional mereka sudah terencana dengan sangat matang.

Hingga saat ini, area khusus yang dialokasikan untuk klaster pusat data di kawasan tersebut telah membentang seluas lebih dari 300 hektare. Bahkan, dalam Rencana Induk pengembangan selanjutnya, area klaster ini masih sangat terbuka untuk diperluas ke zona-zona pendukung lainnya.

Kolaborasi strategis dengan PT PLN (Persero) juga memberikan kepastian pasokan energi hijau dan andal bagi para investor teknologi. Tercatat bahwa pihak penyedia listrik nasional telah menyiapkan alokasi daya masif mencapai sekitar 1 gigawatt khusus untuk menunjang operasional pusat data di kawasan tersebut.

Dari total kapasitas daya listrik yang disiapkan oleh PLN sebesar 1 gigawatt, tingkat pemanfaatan saat ini baru menyentuh angka sekitar 25 persen saja.

Kondisi cadangan daya yang masih sangat longgar ini menjadi daya tarik tersendiri bagi perusahaan teknologi skala global yang membutuhkan suplai energi berkelanjutan. Dari total kapasitas yang ada, operasional di lapangan saat ini baru melibatkan sekitar lima hingga enam pemain utama dari total keseluruhan 15 hingga 16 penyewa terdaftar.

Komunikasi intensif yang terjalin antara manajemen pengembang dan pihak penyedia utilitas memastikan bahwa tambahan pasokan listrik akan selalu siap tepat waktu. Ketersediaan infrastruktur pendukung yang terjaga dengan baik ini menjadi pilar utama penopang pertumbuhan bisnis properti industri secara berkelanjutan.

Kinerja Keuangan dan Lonjakan Prapenjualan Lahan

Tingginya antusiasme pasar terhadap sektor infrastruktur digital terbukti secara langsung pada pencapaian angka prapenjualan atau marketing sales perusahaan. Sepanjang semester pertama tahun 2026, total perolehan marketing sales dari penjualan lahan industri berhasil menembus angka fantastis.

Perusahaan mencatatkan perolehan marketing sales sebesar Rp 1,15 triliun, yang menunjukkan lompatan kinerja hingga 99 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Realisasi gemilang dalam enam bulan pertama ini bahkan telah memenuhi sekitar 55 persen dari target tahunan yang dipatok sebesar Rp 2,1 triliun.

Penyumbang terbesar dari pencapaian penjualan lahan tersebut berasal dari pelepasan lahan seluas kurang lebih 19 hektare. Mayoritas transaksi penjualan lahan berukuran luas ini diserap oleh korporasi yang fokus mengembangkan fasilitas penyimpanan data digital.

Dinamika pasar yang kompetitif juga mendorong penyesuaian harga jual rata-rata di kawasan industri tersebut. Berdasarkan data pembanding per Juli 2026, asking price atau harga penawaran untuk lahan khusus pusat data dan lahan industri umum masing-masing berada di kisaran Rp 4,6 juta dan Rp 3,8 juta per meter persegi.

  • Pencapaian marketing sales semester I-2026 menyentuh Rp 1,15 triliun atau melesat 99% secara tahunan.
  • Harga permintaan lahan data center mencapai Rp 4,6 juta per meter persegi, naik 23% dibanding tahun sebelumnya.
  • Posisi kas internal perusahaan tercatat kuat di kisaran Rp 2,1 triliun tanpa beban utang berbunga.

Kenaikan harga jual tersebut masing-masing mencatatkan pertumbuhan sebesar 23 persen untuk sektor data center dan 13 persen untuk sektor industri umum secara tahunan. Tren penguatan harga ini merefleksikan tingginya tingkat kebutuhan serta terbatasnya ketersediaan lahan matang di koridor timur Jakarta.

Meskipun kebijakan konversi lahan komersial dan residensial menjadi lahan industri berpotensi memberikan tekanan sesaat terhadap nilai aset bersih atau NAV perusahaan, para analis memandang dampaknya masih dalam batas aman. Selisih harga jual lahan industri yang lebih rendah dari sektor komersial diyakini bakal tertutupi oleh kecepatan perputaran transaksi.

Strategi percepatan monetisasi landbank ini dinilai sangat efektif untuk mendatangkan likuiditas kas masuk dalam tempo yang lebih cepat. Arus kas yang kuat pada gilirannya akan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perusahaan dalam menjaga tradisi pembagian imbal hasil yang menarik bagi para pemegang saham.

Prospek Dividen dan Valuasi Saham di Pasar

Kesehatan finansial perusahaan pengembang kawasan industri ini tergolong sangat prima berkat manajemen modal yang konservatif dan efektif. Tercatat bahwa perseroan memiliki posisi kas internal yang sangat kokoh mencapai sekitar Rp 2,1 triliun tanpa memiliki beban utang sepeser pun.

Kondisi neraca yang bersih dari utang ini memungkinkan perusahaan untuk mempertahankan kebijakan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio yang tinggi dari tahun ke tahun. Secara historis sepanjang periode 2019 hingga 2026, rasio pembagian dividen perusahaan berkisar antara 48 persen hingga menyentuh angka 204 persen.

Analis menilai bahwa percepatan penjualan lahan yang didorong oleh tingginya permintaan sektor teknologi digital akan membuka peluang lebar bagi pembagian dividen khusus. Tradisi pembagian dividen dalam jumlah signifikan ini biasanya direalisasikan menyusul tahun-tahun di mana pencapaian penjualan lahan mencatatkan rekor tertinggi.

Di lantai bursa efek, saham emiten berkode DMAS saat ini diperdagangkan dengan tingkat diskon yang cukup lebar, yakni sekitar 66 persen jika dihitung terhadap nilai aset bersih perusahaan. Valuasi saham tersebut berada pada level 1,3 kali price to book value berdasarkan proyeksi kinerja keuangan penutupan tahun 2026.

Sekuritas pemberi riset belum memberikan rekomendasi rating secara resmi terhadap saham emiten kawasan industri ini. Namun berdasarkan data konsensus dari lembaga finansial global Bloomberg, target harga rata-rata saham tersebut berada di kisaran level Rp 167,67 per lembar saham.

Berdasarkan pantauan aktivitas perdagangan harian pada hari Jumat, 11 September 2026 pukul 10.33 WIB, pergerakan harga saham DMAS terkoreksi sebesar 2,59 persen ke level harga Rp 188 per saham di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan.

Pertanyaan Umum

Berapa besar total lahan yang sedang dalam penjajakan di Kota Deltamas?

Total lahan yang berada dalam tahap penjajakan atau inquiry mencapai sekitar 85 hektare yang sebagian besar berasal dari calon penyewa di sektor pusat data.

Berapa target perolehan marketing sales DMAS untuk tahun 2026?

Manajemen perusahaan menetapkan target prapenjualan atau marketing sales sepanjang tahun 2026 sebesar Rp 2,1 triliun dan telah tercapai lebih dari separuhnya pada semester pertama.

Bagaimana kondisi keuangan dan utang perusahaan saat ini?

Perusahaan memiliki posisi kas internal yang kuat sekitar Rp 2,1 triliun serta tercatat bersih tanpa memiliki utang berbunga.

Ringkasan

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan permintaan lahan seluas 85 hektare untuk pembangunan pusat data (data center) di kawasan Kota Deltamas, melampaui ketersediaan lahan siap bangun yang sebesar 60 hektare. Untuk memenuhi lonjakan permintaan tersebut, manajemen mengonversi sebagian lahan komersial dan residensial menjadi lahan industri.

Kinerja keuangan DMAS terpantau solid dengan perolehan prapenjualan (marketing sales) semester I-2026 mencapai Rp 1,15 triliun serta didukung kas internal Rp 2,1 triliun tanpa beban utang.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Melemah ke Rp 17.622 per Dolar AS, Terlemah di Asia
Amman Mineral Incar Rp 17,6 Triliun Lewat IPO di Hong Kong
Rupiah Melemah Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia
Pertamina Alih Kelola 6 SPBU Pelanggar Aturan di Sumbar
Rupiah Melemah ke Rp 17.580 per Dolar AS pada 11 September 2026
PTPP Teken Restrukturisasi Kredit Rp 18,2 Triliun dengan 4 Bank
Prospek Kinerja HEAL 2026 dan Tantangan Margin Keuntungan
4 Hal Penting Sebelum Membeli Saham Dividen

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:55 WIB

Rupiah Melemah ke Rp 17.622 per Dolar AS, Terlemah di Asia

Jumat, 11 September 2026 - 12:52 WIB

Amman Mineral Incar Rp 17,6 Triliun Lewat IPO di Hong Kong

Jumat, 11 September 2026 - 12:31 WIB

Rupiah Melemah Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia

Jumat, 11 September 2026 - 12:17 WIB

Pertamina Alih Kelola 6 SPBU Pelanggar Aturan di Sumbar

Jumat, 11 September 2026 - 11:56 WIB

Rupiah Melemah ke Rp 17.580 per Dolar AS pada 11 September 2026

Berita Terbaru

Teknologi

5 Tablet Terbaik Harga 2 Jutaan September 2026

Sabtu, 12 Sep 2026 - 04:58 WIB