Redaksiku.com – Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali mengalami tekanan yang cukup dalam hingga perdagangan sesi tengah hari. Pada Jumat, 11 September 2026, mata uang Garuda tercatat berada di level Rp 17.622 per dolar AS, menunjukkan tren negatif yang masih berlanjut di pasar keuangan regional.
Angka tersebut merepresentasikan pelemahan sebesar 0,43% jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan pada hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.547 per dolar AS. Kondisi ini menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan tingkat pelemahan paling dalam di kawasan Asia pada siang hari ini.
Tekanan yang menerpa rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang kawasan Asia yang cenderung bervariasi. Sejumlah mata uang utama di Asia turut mengalami koreksi, meski tidak sedalam catatan yang dialami oleh rupiah di pasar spot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mata uang Garuda mencatatkan koreksi terdalam di kawasan dengan nilai tukar menyentuh Rp 17.622 per dolar AS pada sesi perdagangan siang ini.
Dinamika Mata Uang Asia
Berdasarkan pantauan pasar hingga pukul 12.08 WIB, pelemahan mata uang regional turut dirasakan oleh beberapa negara tetangga. Rupee India menjadi salah satu mata uang yang berada satu tingkat di bawah rupiah setelah mencatatkan koreksi sebesar 0,31%.
Tekanan jual juga melanda berbagai bursa mata uang regional lainnya:
- Dolar Taiwan harus puas berada di zona merah setelah tertekan 0,29%.
- Peso Filipina turut mengalami depresiasi sebesar 0,27% terhadap dolar AS.
- Ringgit Malaysia ikut tergelincir turun sebanyak 0,16% pada perdagangan siang.
- Baht Thailand melemah tipis sebesar 0,09% di tengah sesi perdagangan tengah hari.
Di sisi lain, tidak semua mata uang kawasan Asia bernasib suram. Beberapa di antaranya justru mampu melawan arus tekanan global dan mencatatkan penguatan tipis terhadap dolar AS.
Mata Uang yang Menguat di Kawasan
Won Korea Selatan tercatat keluar sebagai mata uang dengan performa terbaik di Asia setelah melesat naik sebesar 0,35%. Penguatan ini memberikan angin segar di tengah volatilitas pasar keuangan global yang masih tinggi.
Selain won, beberapa mata uang lain juga sukses mempertahankan zona hijau:
- Yen Jepang terkerek naik tipis sebesar 0,1% pada perdagangan siang ini.
- Yuan China menanjak perlahan dengan perolehan positif sebesar 0,07%.
- Dolar Singapura mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,02%.
- Dolar Hong Kong menguat paling tipis di antara yang lain dengan persentase 0,003%.
Pergerakan bervariasi ini mencerminkan respons pasar yang beragam terhadap sentimen global, termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan dinamika geopolitik internasional yang memengaruhi aliran modal asing di pasar domestik maupun regional.
Pertanyaan Umum
Mengapa rupiah menjadi mata uang terlemah di Asia hari ini?
Rupiah melemah 0,43% ke level Rp 17.622 per dolar AS akibat sentimen pasar regional dan tekanan jual yang lebih tinggi dibandingkan mata uang tetangga lainnya.
Bagaimana pergerakan mata uang Asia secara keseluruhan pada perdagangan siang ini?
Pergerakan mata uang di Asia bervariasi; sebagian besar mengalami pelemahan seperti rupee India dan ringgit Malaysia, sementara won Korea Selatan memimpin penguatan.
Ringkasan
Nilai tukar rupiah melemah 0,43% ke level Rp 17.622 per dolar AS pada Jumat, 11 September 2026, menjadikannya mata uang dengan penurunan terdalam di kawasan Asia. Tekanan ini dipicu oleh sentimen pasar global dan aksi jual yang turut memengaruhi mayoritas mata uang regional lainnya.






