Novel: Padamu Aku Akan Kembali (Part 4)

- Penulis

Saturday, 23 November 2024 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novel: Padamu Aku Akan Kembali (Part 4)

BAB. 4

Mengungkapkan perasaan bagi sebagian orang memang menjadi hal yang mudah. Seperti halnya diriku. Sebelum bertemu dan mengenal Haura aku telah bertemu dengan beberapa wanita yang telah berhasil aku taklukkan. Rina, Jessica, dan Sinta.

Tapi itu dulu, saat masa-masa sekolah dan belum mengenal apa itu cinta sesungguhnya. Setelah bekerja aku hanya pernah berpacaran dengan seorang gadis  yaitu Tiwi …, sebelum akhirnya aku putus kontak dengannya. Ia melanjutkan studi S-2nya di luar negeri. Setelah beberapa bulan di sana aku kehilangan jejak, hingga sekarang. Aku menganggap hubungan ini telah berakhir. Namun, setelah itu cukup sulit bagiku untuk bisa jatuh cinta lagi pada perempuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini aku mencoba membuka hati untuk bisa mencintai perempuan lain. Aku telah bertemu dengan seorang perempuan yang memikat hati. Aku merasa perempuan ini istimewa. Tidak mudah bagiku untuk mendapatkannya. Entah mengapa keberanianku untuk menyatakan perasaanku seolah menghilang. Tidak seperti dulu saat masa remaja sebagai petualang cinta yang mudah saja mendapatkan seorang pacar. Ya, meski aku baru mengenal dan mendekatinya enam bulan terakhir.

Aku sadar, semakin bertambahnya usia semakin dewasa seseorang ia akan lebih bijak dalam memahami cinta. Cinta itu bukan permainan. Oleh karenanya aku tak mau mempermainkan cinta dan perempuan. Inilah aku yang sudah mulai dewasa. Laki-laki sejati harus berani setia.

 

Pagi ini, selesai mencuci motor dan memeriksa kondisi motorku aku segera membersihkan diri. Hari ini aku akan mengajak Haura jalan, makan atau ke mana pun ia mau. Aku akan menyatakan cinta kepadanya.

Aku keluar kamar, lalu menghampiri ibu yang sedang sibuk menyiapkan sarapan.

“Bu, Irfan pamit dulu, ya, mau jalan sama teman,” pamitku pada ibu sambil meraih tangan dan menciumnya.

“Mau ke mana, tumben banget Minggu pagi gini sudah rapi, Fan? Nggak sarapan dulu?” tanya ibu sambil menata meja makan. Ibu membersihkan tangannya, lalu, mengulurkannya padaku.

“Nggak, Bu. Gampang nanti saja Irfan sarapan di luar. Assalamu’alaikum.” Setelah berpamitan aku meninggalkan ibu di ruang makan. Lalu, pergi meninggalkan rumah.

Motorku melaju menelusuri jalan keluar dari kompleks menembus jalan utama. Suasana di depan kompleks cukup ramai. Banyak pengguna pedestrian yang berjalan kaki setelah berolah raga. Lalu lintas kini lebih lancar. Tidak banyak mobil dan motor yang berlalu lalang di hari libur seperti ini. Hatiku sedikit tidak tenang karena masih belum yakin apakah Haura mau untuk diajak ke rumah untuk bertemu dengan ayah dan ibuku. “Semoga hari ini aku berhasil membawanya ke rumah,” gumamku.

Dua puluh menit kemudian aku sampai di depan rumah Haura. Rumahnya tidak terlalu besar, tetapi terlihat indah dan asri serta nyaman untuk dihuni. Di halaman rumahnya ada taman kecil yang dihiasi bunga-bunga cantik. Yang aku dengar dari cerita Haura, dia tinggal bersama kedua orang tuanya. Kakak semata wayangnya sudah pindah dari rumah itu setelah menikah. Itulah kenapa rumahnya memang terlihat sepi.

 

Ini pertama kalinya aku datang ke rumah Haura untuk menjemputnya. Setelah menepikan motor, baru saja hendak memencet bel, seorang perempuan berusia sekitar 50 tahun keluar dari dalam rumah melalui pintu samping, lalu menghampiriku.

“Mau bertemu dengan siapa, Mas?” tanya perempuan itu. Ia masih belum membuka pintu pagar dan tetap berdiri menunggu jawabanku.

“Saya mau bertemu Haura, Bu. Hauranya ada?” jawabku dengan sopan.

“Oh, temannya Neng Haura? Ada. Sebentar, ya, saya panggilkan dulu, silakan masuk,” Perempuan itu lalu membuka pintu pagar dan masuk ke dalam rumah.

Baru saja aku hendak berbalik badan melangkah ke teras rumah, Haura keluar dari dalam rumah.

“Hai, sudah lama menunggu, ya?” Haura  tersenyum. Dia tetap terlihat anggun meski dengan setelan kasualnya. Rambutnya dibiarkan tergerai indah.

“Ah, nggak. Baru saja mau duduk di situ.” Aku menghentikan langkahku, “kita jalan sekarang?”

“Ayo!” sahutnya

“Mau ke mana, Kita?”

“Bagaimana kalau kita cari tempat nongkrong yang suasananya natural, menyatu dengan alam, yang banyak pohon-pohon gitu?”

“Baiklah. Ayo naik!” Aku mempersilakan Haura membonceng motorku setelah kuturunkan kedua foot step motorku.

Motorku melaju keluar dari kompleks tempat tinggal Haura. Kami menuju tempat ngopi yang terletak di salah satu hutan kota di Bandung. Di cafe ini kita bisa merasakan langsung menghirup oksigen yang melimpah. Meski di hutan, tapi suasananya tidak seseram yang dibayangkan. Beberapa kursi yang terbuat dari kayu tertata rapi di anatara barisan pohon pinus. Di cafe ini juga terdapat tempat-tempat duduk yang terletak di dalam cafe.

 

Aku dan Haura menikmati pertemuan ini. Kami asik mengobrol dan sesekali bercanda dan tertawa. Di balik tawa dan canda ini, aku sedang memikirkan sesuatu. Perang batin dalam diriku pun terjadi.

Isi kepala ini diliputi berbagai pertanyaan, yang aku sendiri belum tentu tahu jawabannya. Bagaimana reaksi Haura setelah aku menyatakan perasaanku kepadanya? Bagaimana kalau dia menolak? Apa tanggapannya setelah ini? Apakah ibuku akan menerima dia? Bagaimana kalau ibu tidak menyukai Haura? Bagaimana kalau ternyata dia sudah punya pacar?

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas
Read Novel: My Husband, the Cold Soldier! [FINISHED]
Novel: Choose Happiness (Part 26) There's news from Blue
Here are the Champions of Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Sunset Brought You Back (Part 13)
Novel Twilight Brings You Back (Part 31)
Black and White Marriage Novel (Chapter 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)

Berita Terkait

Tuesday, 16 December 2025 - 11:41 WIB

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas

Saturday, 16 August 2025 - 18:44 WIB

Read Novel: My Husband, the Cold Soldier! [FINISHED]

Sunday, 3 August 2025 - 16:11 WIB

Novel: Choose Happiness (Part 26) There's news from Blue

Tuesday, 4 February 2025 - 17:40 WIB

Here are the Champions of Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Monday, 20 January 2025 - 10:32 WIB

Novel Sunset Brought You Back (Part 13)

Berita Terbaru

Barakallah Fii Umrik Artinya, Wajib Tahu 7 Makna dan Balasan

Lifestyle

Barakallah Fii Umrik Artinya, Wajib Tahu 7 Makna dan Balasan

Wednesday, 1 Jul 2026 - 16:10 WIB

Doa Setelah Sholat, Wajib Tahu 7 Bacaan Dzikir dan Artinya

Religion

Doa Setelah Sholat, Wajib Tahu 7 Bacaan Dzikir dan Artinya

Wednesday, 1 Jul 2026 - 16:06 WIB

Tebak Tebakan Lucu, Wajib Tahu 50 Ide Bikin Ngakak

Entertainment

Tebak Tebakan Lucu, Wajib Tahu 50 Ide Bikin Ngakak

Wednesday, 1 Jul 2026 - 16:01 WIB

Cara Marah Tanpa Melukai Perasaan Orang Lain

Lifestyle

4 Cara Marah Tanpa Melukai Perasaan Orang Lain

Wednesday, 1 Jul 2026 - 13:24 WIB

Tips Anti Mabuk Saat Perjalanan Jauh

Lifestyle

5 Tips Anti Mabuk Saat Perjalanan Jauh

Wednesday, 1 Jul 2026 - 13:14 WIB