Novel: Loving You (Part 25)

- Penulis

Jumat, 1 November 2024 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novel: Loving You (Part 2)

Novel: Loving You (Part 2)

Bab sebelumnya..


Fadli langsung ambruk ke tempat tidur begitu sampai di rumah. Ia bahkan lupa untuk mencuci tangan dan kakinya dulu. Badannya terasa capek sekali. Malam itu, dia tidur pulas tanpa mimpi apapun.

Keesokan harinya, Fadli terbangun dengan mulut yang terasa luar biasa tidak enak. Dia baru ingat bahwa ia lupa juga untuk menggosok gigi malam tadi. Ia melihat telepon genggamnya yang ia letakkan di nakas sebelah tempat tidurnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Begitu melihat jam di sana, ia langsung melompat berdiri. Ia akan terlambat bila tidak segera berangkat. Namun, badannya tidak mau bekerja sama dengannya. Ia merasa semua benda di sekitarnya berputar. Ia pun menyerah dan duduk lagi.

Setelah beberapa saat, ia mencoba berdiri lagi perlahan. Begitu merasa tubuhnya baik-baik saja, Fadli langsung bergegas ke kamar mandi. Ia mandi dengan kecepatan kilat. Setelah mengeringkan tubuh seadanya, ia langsung mengambil baju teratas dan buru-buru memakainya.

Begitu masuk ke dalam mobil lagi, setelah menutup dan mengunci pintu pagarnya, ia langsung memacu kendaraannya. Matahari memang baru saja menampakkan dirinya, namun, bila ia berangkat lebih siang sedikit saja, ia tidak akan bisa tiba di kantornya tepat waktu. Kemacetan di ibu kota ini memang begitu mengerikan.

Hari itu berjalan begitu lancer di kantornya. Atasan Fadli agak kaget karena Fadli sudah menyelesaikan laporan yang ia minta. Ia tidak menyangka Fadli akan menyelesaikan laporan yang rumit itu dalam sehari.

Namun, rasa-rasanya bukan atasan yang baik jika tidak memiliki ekspetasi lebih pada Fadli karena keberhasilannya itu. Setelah berhasil membuatnya kagum, atasannya itu malah memberikan tugas tambahan lagi pada Fadli.

Fadli memutuskan untuk lembur lagi karena ia menyadari anak dan istrinya di rumah sakit. Dengan begitu, ia bisa juga menyelesaikan tugas tambahannya dengan lebih cepat.

Jam sudah menunjukkan pukul 23.55 saat Fadli menutup laptopnya. Ia sudah sangat lelah dan mengantuk. Menyetir pulang bisa jadi opsi yang buruk untuk dilakukannya. Ia akhirnya memutuskan untuk tidur di kantor saja.

Fadli juga berencana untuk pulang sebentar sebelum matahari terbit untuk berganti baju dan mandi karena ia tidak membawa baju ganti dan perlengkapan mandi ke kantor pagi itu.

Setelah membereskan meja kerjanya, Fadli duduk di salah satu sofa panjang di dalam ruangannya yang akan dijadikannya tempat tidur malam ini. Ia melihat ke ponselnya. Foto pernikahannya dengan Faik masih terpajang sebagai gambar latarnya.

Ia tersenyum sendiri memandangi foto mereka. Angannya mengembara ke pertemuan pertamanya dengan Faik.

Fadli dan Faik bertemu karena kesamaan hobi mereka. Dari dulu, Fadli memang menggemari anime atau kartun dari negeri Sakura. Namun, dia bukan termasuk seorang otaku (sebutan bagi orang yang begitu menggilai segala hal yang berkaitan dengan anime dan manga pada jaman Fadli kuliah dulu).

Pertemuan dengan Randi yang merupakan seorang otaku, merubah segalanya. Fadli menjadi begitu ketagihan dengan segala hal yang berhubungan dengan anime dan manga.

Suatu hari, di tahun mereka berkuliah, Randi mengajak Fadli ke suatu event otaku di kota tempat mereka berkuliah untuk mengusir kejenuhan di sela mengerjakan tugas akhir mereka. Acara tersebut diselenggarakan oleh pusat bahasa kampus lain yang berada di kota yang sama.

Mereka berdua memang beberapa kali pergi ke acara serupa. Oleh karena itu, mereka hanya memakai pakaian seadanya saja. Ia tidak tahu bahwa ia akan bertemu dengan seorang yang spesial di sana.

Acara itu diselenggarakan di halaman depan gedung pusat bahasa yang lumayan luas. Terdapat sebuah panggung tempat kelompok musik yang diundang menghibur para pengunjung di satu tepinya. Di bagian pinggirnya yang lain, ada banyak kios yang menjajakan berbagai macam hal berbau anime dan Jepang seperti biasanya. Semua kios-kios itu dipadati oleh para pengunjung yang ingin membeli maupun hanya sekadar melihat-lihat barang dagangan yang dijual di sana.

Ada banyak orang yang ikut serta dalam pesta kostum, berlalu-lalang di sana. Selain itu, juga lebih banyak orang lagi dengan berbagai kepentingannya masing-masing-masing. Ada yang mengajak foto bersama para peserta cosplay. Ada juga yang hanya menikmati pertunjukan musik dengan memakan berbagai macam jajanan yang telah mereka beli.

Fadli memutuskan untuk membeli takoyaki, jajanan berbentuk bola-bola yang berisi kaki gurita dengan saus yang asin, gurih dan taburan katsuobushi (sejenis ikan tuna asap yang diserut tipis-tipis mirip serutan kayu) serta aonori (serbuk rumput laut). Ia harus mengantri sebelum bisa memesan dan menikmati makanan tersebut.

˜Rasanya enak juga. Sebanding dengan harganya yang lumayan mahal,™ batin Fadli. Ia juga membelikan seporsi takoyaki untuk Randi yang terpaksa menerimanya karena sudah terlanjur dibeli oleh Fadli.

Setelah puas menikmati jajanannya, Fadli ikut berkumpul dengan orang-orang di tengah halaman itu. Ia selalu begitu takjub dengan keseriusan para peserta cosplay itu. Fadli yakin dirinya tidak akan memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi untuk bisa memakai kostum seperti itu.

Mereka benar-benar menjadi seperti tokoh-tokoh yang biasa Fadli lihat di layer komputernya bersama Randi, lengkap dengan pakaian, dandanan dan berbagai macam peralatan yang biasa dibawa para tokoh tersebut.

Fadli dan Randi disapa oleh seorang cosplayer (pemain cosplay) yang berpakaian ala Hei, seorang tokoh di anime Darker Than Black. Ia memakai kaus berlengan dan celana hitam biasa, serta mantel hitam panjang. Fadli bertanya-tanya apakah dia tidak merasa gerah dengan pakaiannya itu di cuaca yang cukup panas ini.

Fadli dan Randi tidak mengenali orang itu karena sebuah topeng putih menutupi wajahnya. Setelah orang itu membuka topengnya, mereka baru mengenalinya. Ternyata itu adalah Hadi, salah satu kenalan mereka pada suatu acara otaku sebelumnya.

Setelah bertanya kabar satu sama lain dan membicarakan tentang anime yang mereka tonton, mereka pun memisahkan diri. Saat itu, Fadli menangkap sesosok tokoh favoritnya, Hatsune Miku.

Sebenarnya, Miku bukanlah tokoh anime. Ia hanya tokoh karakterisasi untuk sebuah vocaloid (perangkat lunak yang menghasilkan suara nyanyian manusia dengan memasukkan komposisi musik dan lirik yang diinginkan penggunanya).

Karakterisasi Hatsune Miku sendiri dipasarkan sebagai seorang idola dan sudah tampil di konser hologram yang dihadiri orang-orang yang mengidolakannya. Fadli sendiri sangat takjub dengan teknologi yang bisa menciptakan karakter Hatsune Miku sebagai seorang idola. Ia juga suka dengan beberapa lagu yang dinyanyikannya.

Wanita yang memerankan Miku tersebut berjilbab. Ia menyulap jilbab berwarna biru kehijauannya menjadi seperti rambut Miku yang berkepang dua, lengkap dengan poninya.

Ia menggunakan manset yang sewarna dengan kulit wajahnya yang cerah di dalam kemeja tanpa lengannya yang berwarna abu-abu cerah. Ia juga menggunakan dasi yang berwarna senada dengan garis biru kehijauan pada bagian dekat ketiak dan ujung kerah kemejanya. Aksesori lengan yang dipasang dari atas siku sampai pergelangan tangannya juga pas sekali.

Sebagai bahawannya, ia mengenakan rok pendek hitam dengan garis biru kehijauan juga pada ujungnya. Lengging berwarna hitam menutup bagian lain kakinya. Penampilannya benar-benar sempurna mirip Miku dengan sepatu boot hitam yang mencapai bawah lututnya.

Fadli baru tersadar bahwa ia benar-benar melongo melihat sosok Miku di matanya saat lengannya disenggol oleh Randi. Sambil tertawa, Randi mengajak Fadli untuk berfoto dengan Miku versi manusia tersebut karena ia tahu bahwa temannya tersebut termasuk penggemar karakter tersebut.

Eh, kita kan enggak kenal siapa dia. Masak iya, langsung ngajak foto gitu aja, kata Fadli. Entah mengapa ia merasa malu jika harus langsung merasa sok kenal dengan gadis itu. Walaupun begitu, ia sebenarnya ingin sekali berfoto dengannya.

Lha! Kenapa kamu jadi merasa kagok gitu? Apakah kamu lupa kalau kita berkenalan dengan Hadi tadi juga karena kita sok kenal mengajaknya berfoto dulu? Randi sedikit menarik Fadli ke arah Miku. Ngomong-ngomong, cantik banget yang jadi Miku itu.

Randi langsung menyapa sosok Miku tersebut setelah mereka berdekatan. Sosok Miku yang baru saja meladeni beberapa pemuda-pemudi untuk berfoto bersama itu, dengan ramah membalas sapaannya.

Boleh kita foto bareng? Temanku ini penggemarnya Miku. Dia tadi sampai melongo pas lihat kamu, kata Randi tanpa basa-basi yang membuat Fadli memukul lengan temannya itu.

Sosok Miku tersebut menutup mulutnya dengan satu tangan dan tertawa melihat tingkah kedua orang di hadapannya. Boleh. Boleh. Tentu saja boleh.

Fadli bisa merasakan debar jantungnya yang begitu keras saat mereka berfoto bersama. Ia sampai khawatir Miku di sebelahnya ini akan mendengar debar jantungnya.

Pikiran Fadli juga berkecamuk. Ia ingin mengajak gadis itu berkenalan. Di saat yang sama, ia juga merasa bahwa akan sangat tergesa-gesa jika langsung mengajaknya berkenalan. Ia begitu bingung.

Boleh tahu siapa namamu? Maksudku, nama aslimu? Fadli akhirnya memantapkan hatinya untuk mengajak gadis itu berkenalan. Aku Fadli. Ia mengulurkan tangannya.

Gadis itu menjabat tangan Fadli. Farisya. Tapi kamu bisa panggil aku Faik saja. Faik menoleh pada Randi. Kalau temanmu ini siapa namanya?

Randi mengulurkan tangannya. Randi.

Faik ganti menjabat tangan Randi. Senang berkenalan dengan kalian berdua.

Kamu sudah sering cosplay? Sepertinya kamu sudah ahli sekali melakukan ini, kata Randi.

Jujur saja, aku tidak selalu datang ke acara-acara seperti ini. Namun, saat aku datang, aku biasanya ikut cosplay, jawab Faik sambil tersenyum.

Fadli hanya bisa ikut tersenyum melihat temannya mengajak mengobrol Faik. Dia sendiri sebenarnya ingin ikut pembicaraan mereka. Hanya saja, otaknya seperti sedang rusak. Ia sama sekali tidak bisa berpikir saat itu karena terlalu terpesona dengan Faik dalam kostum Mikunya.

Mereka akhirnya harus menghentikan pembicaraan seru mereka karena ada sekelompok remaja putri yang mendekati Faik untuk mengajaknya berfoto bersama. Sebelum berpisah, mereka sempat bertukar media sosial dulu.

 

~Bersambung~


Bagi yang belum tahu tentang Hatsune Miku, ini gambarnya ya…

Hatsune Miku, diambil dari laman wikipedia.org

Hatsune Miku, diambil dari laman wikipedia.org


Lihat semua bab.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas
Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]
Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue
Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:41 WIB

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:44 WIB

Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]

Minggu, 3 Agustus 2025 - 16:11 WIB

Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Berita Terbaru

Penyebab Anak Sulit Konsentrasi Saat Belajar

Pendidikan

5 Penyebab Anak Sulit Konsentrasi Saat Belajar

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:50 WIB

Siapa Maya Boyd? Bintang Broadway yang Kini Jadi Sorotan

Hiburan

Siapa Maya Boyd? Bintang Broadway yang Kini Jadi Sorotan

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:34 WIB