Melihat itu semua rasanya jantung Amora sudah kembali ke posisi semula, “Pagi juga Kalvin, Varo”
“Pagi, Ra.”
Tiba-tiba Amora menggerakkan lehernya ke kanan dan ke kiri seperti mencari sesuatu di luar rumahnya itu, “Cari siapa, Ra?”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mendengar pertanyaan dari Varo seketika membuat Amora menghentikan aktivitasnya, “Kalian tadi ngelihat badut ngga?”
“Engga ada, kita nyampai di sini sepi, bahkan orang aja ngga ada” jawab Varo.
“Ngga, ngga mungkin. Tadi ada badut di sini, ada badut yang gedor-gedor kaca ini” ujar Amora sembari menggelengkan kepalanya dan menunjuk kaca yang ada di sebelah pintu rumahnya itu.
Mendengar ucapan Amora membuat Varo dan Kalvin langsung melihat satu sama lain, seperti sedang berbicara lewat tatapan itu, “Udah, Ra, ngga usah dipikirin lagi. Mungkin badut ngga jelas itu udah pergi.”
“Tap-”
“Amoraa, kamu ada ujian hari ini. Kamu ngga lupa’kan?” sebuah suara lembut menyapa gendang telinga Amora, Varo dan Kalvin.
Ternyata itu adalah suara dari Daren yang sedari tadi menyimak pembicaraan mereka bertiga melalui telfon antara dirinya dan Amora yang masih berlangsung.
Mendengar ucapan Daren membuat Amora seketika mengangkat tangannya yang masih memegang benda pipih yang kini layarnya masih memperlihatkan wajah Daren.
“Iya, Kaakk.”
Di siang harinya terlihat Amora yang tengah belajar sendirian di kantin kampusnya sembari meminum kopi sebagai temannya di siang hari itu.
Namun di pertengahan aktivitasnya itu tiba-tiba Amora teringat perihal badut tadi pagi yang ada di rumahnya, entah kenapa tiba-tiba badut itu melintas di benak Amora hingga membuat perempuan itu menghentikan aktivitasnya.
Amora masih terus memikirkan badut itu hingga tak sadar dirinya melamun seraya melihat ke arah kerumunan mahasiswa yang berlalu lalang di kantin itu untuk makan siang.
Dan lamunan Amora membuyar ketika matanya menangkap pemandangan yang langsung membuatnya berkeringat dingin, lagi dan lagi Amora melihat badut itu.
Kini badut dengan muka menyeramkan itu berdiri di antara puluhan mahasiswa yang berlalu lalang hingga membuat Amora tidak terlalu jelas melihat keberadaannya, namun itu semua sudah berhasil membuat Amora ketakutan.
Jaraknya dengan badut itu tidak terlalu jauh, hingga membuat Amora kini membeku dengan pandangan yang masih melihat ke arah badut yang saat itu juga menatapnya.
“Kenapa gue ngga bisa gerak?, Amora please tutup mata lo. Amora sadar, Amora gerakin tubuh lo” batin Amora yang terlihat sedang memarahi dirinya sendiri.
Tapi usahanya sia-sia, karena Amora masih saja melihat ke arah badut itu hingga satu menit berlalu, dan pada akhirnya tubuh Amora bisa kembali digerakkan ketika handphone-Nya bergetar dan berbunyi karena ada telfon yang masuk.
Amora langsung memalingkan pandangannya ke arah benda pipih itu dan melihat siapa yang menelfonnya, sebelum menjawab telfon dari Fara itu, Amora hendak melihat kembali keberadaan badut menyeramkan tadi.
Dan Amora kembali dibuat terkejut ketika badut itu sudah tidak ada di tempat tadi, mengetahui keberadaan badut itu yang tiba-tiba menghilang membuat Amora menoleh ke kanan dan kiri untuk mencari lagi keberadaan badut itu, namun hasilnya nihil.
Akhirnya Amora pun mengangkat telfon dari sahabatnya itu, “Apa, Far?”
“Mor, Adek-Adek lo pada ngajak makan siang bareng nih” ucap Fara yang saat itu tengah duduk di depan cermin meja riasnya.
“Ohh, makanya ngga telfon sendiri ke gue, ternyata udah nyuruh lo jadi perantaranya toh” jawab Amora.
“Gimana?, lo bisa ngga?, atau lo masih ada ujian lagi habis ini?” tanya Fara ketika jawaban dari Amora tidak sesuai dengan harapannya.
“Engga, udah selesai kok. Ya udah 10 menit lagi gue on the way ke restoran biasanya, lo telfon Adek-Adek lo buat cepetan ke sana juga” jawab Amora lagi yang kini sudah sesuai debagn yang diharapkan oleh Fara.
Di sebrang sana Fara menganggukkan kepalanya, “Okee.”
Setelah itu telfon antara Amora dan Fara pun berhenti di sana dan Amora kembali melanjutkan belajarnya sejenak sebelum beranjak dari kantin itu dan pergi ke restoran yang menjadi favoritnya dan sahabat-sahabatnya.
Bersambung…….
hai para pembaca Choose Happiness, pasti kalian kaget banget kan aku muncul lagi setelah sekian lamanyaa
aku cuma mau infoin nihh, ini aku kali terakhir aku up cerita Choose Happiness di lapak ini, karena sekarang aku mulai up lagi part 1 dan seterusnya di lapak sebelah (tiktok)
kalau kalian masihh mau ikutin perjalanan hidupnya Amora dan Daren, kalian boleh kunjungi akun aku, namanya Blublue_
dan di sana akan ada beberapa part yg di rubah dan ada sedikit pembenahan, jadi kalau mau baca-baca lagi, langsung search nama akun ku yaa, jangan lupa like komen jugaa
aku tunggu yaaa, byeee
salam hangat, Blue_






