Ketua MUI: Mantan Presiden Layak Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, Bangsa yang Besar Menghargai Jasa Pemimpinnya

- Penulis

Rabu, 5 November 2025 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MUI: Mantan Presiden Layak Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, Bangsa yang Besar Menghargai Jasa Pemimpinnya

Ketua MUI: Mantan Presiden Layak Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, Bangsa yang Besar Menghargai Jasa Pemimpinnya

Redaksiku.com – Jelang peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan pentingnya semangat persatuan dan penghormatan terhadap jasa para tokoh bangsa.

Dalam konferensi pers persiapan Musyawarah Nasional (Munas) MUI di Kantor Pusat MUI, Selasa (4/11/2025), Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. Niam, menekankan bahwa bangsa Indonesia harus menghargai pengorbanan dan kontribusi para pemimpin terdahulu termasuk para mantan presiden Republik Indonesia.

Setiap zaman memiliki pahlawannya. Kita harus menghargai perjuangan para tokoh bangsa, termasuk para pemimpin yang telah membawa Indonesia hingga seperti sekarang, ujar Niam.
Pak Karno, Pak Harto, Pak Habibie, dan Gus Dur adalah pemimpin besar yang telah berjuang bagi bangsa ini. Mereka layak dihargai sebagai pahlawan nasional.

Bangsa yang Besar Menghargai Para Pendahulunya

Dalam kesempatan itu, Prof. Niam menjelaskan bahwa menghargai jasa para pemimpin adalah bagian dari sikap kenegarawanan dan nilai moral yang luhur dalam ajaran Islam maupun budaya bangsa.
Menurutnya, penghormatan terhadap para tokoh bangsa bukan semata bentuk penghargaan simbolik, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Kita tidak boleh melupakan jasa mereka yang telah mendarmabaktikan hidupnya untuk negara, tegas Guru Besar Fikih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Ia menilai, penetapan gelar pahlawan kepada tokoh lintas zaman merupakan langkah positif yang menunjukkan jiwa kenegarawanan Presiden Prabowo Subianto, yang berupaya merangkul semua elemen bangsa dalam semangat harmoni dan persaudaraan nasional.

Usulan pahlawan dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa Presiden Prabowo ingin membangun rekonsiliasi dan kebersamaan nasional. Ini contoh nyata bagaimana bangsa menghargai peran dan jasa pemimpinnya, tambahnya.

Menghormati Jasa Para Mantan Presiden

Prof. Niam menegaskan bahwa para mantan presiden Indonesia, mulai dari Ir. Soekarno hingga Abdurrahman Wahid (Gus Dur), telah memberikan kontribusi besar dalam membangun negeri.
Masing-masing, katanya, memiliki gaya kepemimpinan dan tantangan berbeda, namun semuanya memiliki satu kesamaan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Presiden Soeharto memimpin Indonesia selama puluhan tahun dan terbukti membawa pembangunan ekonomi dan stabilitas nasional.
Pak Habibie memberi warisan besar dalam demokrasi dan teknologi.
Gus Dur, melalui kepemimpinannya, mengajarkan nilai pluralisme dan toleransi.
Mereka semua memiliki jasa besar bagi bangsa ini, ujarnya.

Menurutnya, mengakui jasa para pemimpin bukan berarti mengabaikan kekurangan yang mereka miliki.
Tidak ada manusia yang sempurna. Namun, dalam ajaran Islam, kita diperintahkan untuk mengingat kebaikannya dan memaafkan kesalahannya, tegasnya.

Ia menambahkan bahwa menyoroti kekurangan pemimpin masa lalu tanpa melihat konteks zamannya hanya akan memperlebar perpecahan bangsa.
Setiap pemimpin punya era, tantangan, dan pilihan kebijakan yang berbeda. Kita harus menilai dengan adil dan proporsional.

Ketua MUI: Mantan Presiden Layak Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, Bangsa yang Besar Menghargai Jasa Pemimpinnya
Ketua MUI: Mantan Presiden Layak Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, Bangsa yang Besar Menghargai Jasa Pemimpinnya

Nilai Keislaman: Menghargai Orang yang Telah Berjasa

Dalam pandangan keislaman, Prof. Niam menjelaskan, menghormati orang yang telah wafat dan berjasa merupakan ajaran mulia.
Dalam Islam, kita diperintahkan untuk mengenang jasa orang saleh dan memaafkan kekurangannya, katanya.

Ia menilai, peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November bukan hanya momen sejarah, tetapi juga wujud syukur atas pengorbanan para pejuang.
Para pahlawan telah mengorbankan jiwa, raga, dan waktu demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Kita harus melanjutkan perjuangan mereka dengan kerja nyata, bukan sekadar seremoni, ujarnya.

Mensos Gus Ipul Usulkan 40 Tokoh Jadi Pahlawan Nasional

Pernyataan Ketua MUI itu menanggapi langkah Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, yang baru-baru ini mengajukan 40 nama tokoh nasional untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional 2025.

Dalam keterangan tertulisnya (21/10/2025), Gus Ipul menyebut bahwa proses seleksi dilakukan melalui kajian mendalam dan diskusi lintas pakar.
Nama-nama yang kami usulkan ini telah dibahas selama beberapa tahun terakhir. Beberapa sudah memenuhi syarat sejak lama, kata Gus Ipul.

Beberapa tokoh yang masuk dalam daftar usulan tersebut antara lain:

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kaesang Pangarep Jadi Sorotan, Ini Perjalanan Politik dan Kabar Terbarunya
Kudeta Iran Jadi Sorotan, Ini Fakta Terbaru Krisis Politik dan Situasi Pemerintahan
Hotman Paris Mundur dari Tim Hukum Febrie, Sebut Perkaranya “The Dream Case”
Eksepsi dr Tifa Dikabulkan, Dakwaan Batal demi Hukum dan Sidang Dihentikan
Kementerian Agraria Percepat Sertifikasi Tanah Gratis, 1,1 Juta Rumah MBR Jadi Prioritas
Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN, Ini Alasan Prabowo dan Profil Lengkapnya
Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG
Kendaraan Dinas 2026: Aturan Diperketat, Anggaran Mobil Eselon I Capai Rp931 Juta
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:53 WIB

Kaesang Pangarep Jadi Sorotan, Ini Perjalanan Politik dan Kabar Terbarunya

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:41 WIB

Kudeta Iran Jadi Sorotan, Ini Fakta Terbaru Krisis Politik dan Situasi Pemerintahan

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:15 WIB

Hotman Paris Mundur dari Tim Hukum Febrie, Sebut Perkaranya “The Dream Case”

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:01 WIB

Eksepsi dr Tifa Dikabulkan, Dakwaan Batal demi Hukum dan Sidang Dihentikan

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:56 WIB

Kementerian Agraria Percepat Sertifikasi Tanah Gratis, 1,1 Juta Rumah MBR Jadi Prioritas

Berita Terbaru