Redaksiku.com – Sudaryono ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN pada Rabu, 22 Juli 2026.
Ia menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Sudaryono akan menjadi Kepala BGN definitif dan tidak merangkap jabatan sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Pelantikan dijadwalkan berlangsung di Istana Negara pada pukul 15.00 WIB. Hingga artikel ini diperbarui pukul 15.18 WIB, pemerintah belum menerbitkan keterangan resmi yang memastikan seluruh rangkaian pelantikan telah selesai. Karena itu, status yang telah terkonfirmasi adalah penunjukan Sudaryono sebagai pengganti Kepala BGN.
Ringkasan Penunjukan Sudaryono
| Keterangan | Informasi |
|---|---|
| Nama | Sudaryono |
| Jabatan baru | Kepala Badan Gizi Nasional |
| Jabatan sebelumnya | Wakil Menteri Pertanian |
| Pejabat yang digantikan | Nanik Sudaryati Deyang |
| Alasan pergantian | Nanik mengundurkan diri karena kesehatan |
| Jadwal pelantikan | 22 Juli 2026 pukul 15.00 WIB |
| Status rangkap Wamentan | Tidak merangkap |
| Program utama yang dipimpin | Makan Bergizi Gratis |
Istana menyatakan penunjukan dan pelantikan dilakukan pada hari yang sama agar pelaksanaan tugas BGN tidak mengalami kekosongan kepemimpinan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Alasan Prabowo Memilih Sudaryono
Prasetyo Hadi menjelaskan Sudaryono dipilih karena telah mengikuti pembahasan Program Makan Bergizi Gratis sejak tahap penyusunan konsep dan teknis pelaksanaannya.
Ia disebut terlibat dalam berbagai diskusi mengenai cara program tersebut dijalankan, termasuk keterkaitannya dengan rantai pasok bahan pangan.
Pengalaman Sudaryono di Kementerian Pertanian juga menjadi pertimbangan. Program MBG memerlukan pasokan beras, telur, ayam, sayuran, buah, susu, ikan, serta berbagai bahan pangan lain dalam jumlah besar dan berkelanjutan.
Kementerian Pertanian menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut karena berhubungan langsung dengan produksi petani, peternak, pelaku usaha pangan, dan distribusi komoditas.
Penunjukan ini menunjukkan pemerintah ingin menghubungkan pelaksanaan program gizi dengan kebijakan produksi pangan. Tantangan BGN tidak hanya membagikan makanan, tetapi juga memastikan bahan baku tersedia, harganya stabil, aman dikonsumsi, dan dapat meningkatkan pendapatan produsen lokal.

Sudaryono Janji Bekerja Keras
Sudaryono meminta doa dan dukungan masyarakat setelah menerima penugasan sebagai Kepala BGN.
Ia mengatakan akan bekerja sebaik-baiknya untuk menjalankan amanah tersebut. Sudaryono juga menyatakan fokus utamanya adalah memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan secara optimal bagi masyarakat.
Sudaryono mengaku pertama kali menerima informasi mengenai penunjukannya melalui sambungan telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi melalui keterangan resmi Menteri Sekretaris Negara yang mengumumkan keputusan Presiden Prabowo.
Ia mengakui posisi Kepala BGN membawa tanggung jawab besar. Program MBG merupakan salah satu agenda utama pemerintahan Prabowo dan memiliki dampak langsung terhadap anak sekolah, ibu hamil, balita, serta kegiatan ekonomi petani dan peternak.
Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
Istana memastikan Sudaryono tidak akan merangkap jabatan Kepala BGN dengan Wakil Menteri Pertanian.
Setelah dilantik, ia harus melepaskan posisi Wamentan dan menjalankan tugas secara penuh di BGN. Pemerintah belum mengumumkan siapa yang akan mengisi jabatan Wakil Menteri Pertanian setelah ditinggalkan Sudaryono.
Sudaryono pertama kali dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Juli 2024. Ia kemudian kembali dipercaya menduduki jabatan yang sama dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo.
Selama berada di Kementerian Pertanian, Sudaryono terlibat dalam isu produksi pangan, distribusi pupuk, penyerapan hasil petani, stabilisasi harga ayam dan telur, mekanisasi pertanian, serta penguatan rantai pasok pangan.
Bagaimana dengan Jabatan Komisaris Utama?
Sebelum ditunjuk menjadi Kepala BGN, Sudaryono juga tercatat sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia.
Publikasi resmi Pupuk Indonesia yang masih tersedia pada Juli 2026 menyebut Sudaryono sebagai Komisaris Utama ketika menjelaskan transformasi dan penguatan industri pupuk nasional.
Keterangan Istana mengenai larangan rangkap jabatan sejauh ini secara khusus menyebut Sudaryono akan melepaskan posisi Wakil Menteri Pertanian.
Belum terdapat pengumuman resmi dalam sumber yang tersedia mengenai statusnya sebagai Komisaris Utama Pupuk Indonesia setelah menjadi Kepala BGN. Kejelasan mengenai jabatan tersebut perlu menunggu keputusan pemerintah atau pembaruan susunan komisaris perusahaan.
Menggantikan Nanik S. Deyang
Sudaryono menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang menyampaikan pengunduran diri pada hari yang sama.
Nanik mundur untuk menjalani pengobatan terkait kondisi jantung. Ia baru dilantik sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026 sehingga masa jabatannya berlangsung sekitar satu setengah bulan.
Pemerintah menyatakan Nanik tetap diminta membantu mengawal perbaikan BGN. Presiden juga membuka kemungkinan keterlibatannya dalam struktur pengawasan lembaga setelah kondisi kesehatannya memungkinkan.
Pergantian kepada Sudaryono membuat BGN kembali mengalami transisi kepemimpinan dalam waktu relatif singkat. Kondisi tersebut menjadi tantangan karena lembaga sedang mengevaluasi anggaran, jumlah penerima manfaat, operasional dapur, keamanan makanan, serta sistem pengawasan MBG.
Tantangan Besar yang Menunggu Sudaryono
Sudaryono tidak hanya menerima tugas membagikan makanan kepada jutaan penerima. Ia juga harus membenahi persoalan tata kelola, anggaran, keamanan pangan, dan akurasi data.
Berikut beberapa pekerjaan utama yang menunggunya.
1. Menyelesaikan Evaluasi Anggaran MBG
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis untuk 2026 telah diturunkan menjadi sekitar Rp229 triliun.
Nilai tersebut berkurang dari angka sebelumnya Rp268 triliun dan jauh di bawah rencana awal sekitar Rp335 triliun. Pemerintah masih membuka kemungkinan penyesuaian lebih lanjut setelah evaluasi diselesaikan.
Presiden memberi waktu kepada BGN untuk menyelesaikan perhitungan akhir. Sudaryono harus memastikan pengurangan anggaran tidak menurunkan standar gizi, keamanan makanan, dan ketepatan pembayaran kepada mitra.
2. Memvalidasi Jumlah Penerima
Program MBG pada awalnya diarahkan untuk menjangkau sekitar 83 juta penerima, termasuk pelajar dan ibu hamil.
Hingga laporan terbaru, program disebut telah mencapai sekitar 62,5 juta orang. BGN berencana menyesuaikan jumlah penerima serta lebih memprioritaskan kualitas layanan dan kelompok yang paling membutuhkan.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.