Ini dia pengertian, penyebab dan pengobatan Bipolar!
Seorang remaja berusia 17 tahun yang nekat melompat dari lantai 3 Solo Paragon Mall, Solo, berhasil selamat dari kejadian tersebut.
Remaja yang dikenal dengan inisial ASH ini diduga mengalami gangguan mental bipolar.
Kejadian yang mengejutkan ini terjadi pada hari Jumat, 9 Agustus 2024 dan ASH langsung dilarikan ke RS PKU Solo untuk mendapatkan penanganan medis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut informasi dari Kapolsek Banjarsari Kompol Parjono, ASH melompat dari lantai 3 dan jatuh tepat di atas kasur spring bed yang sedang dipamerkan di lantai dasar mall tersebut.
Beruntungnya, kasur tersebut menjadi penyerap dampak yang mengurangi risiko cedera serius.
Meskipun demikian, ASH mengalami sakit di bagian punggung dan membutuhkan perawatan medis lebih lanjut.

Lalu, apa itu bipolar dan penyebabnya? Simak selengkapnya di sini!
Gangguan bipolar adalah kondisi kesehatan mental yang serius, memengaruhi suasana hati, konsentrasi, dan tingkat aktivitas seseorang secara signifikan.
Gangguan ini ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem, mulai dari fase mania yang sangat bersemangat hingga periode depresi yang mendalam.
Karena dampaknya yang besar terhadap kehidupan sehari-hari, penting untuk memahami apa itu gangguan bipolar, penyebabnya, serta metode pengobatannya.
Apa Itu Gangguan Bipolar?
Gangguan tersebut adalah masalah mental yang dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem.
Gangguan itu sebelumnya dikenal sebagai gangguan manik-depresif adalah kondisi mental yang mempengaruhi suasana hati seseorang dengan gejala yang ekstrem.
Penyakit ini ditandai dengan perubahan suasana hati yang dramatis antara dua kutub yang berlawanan: mania dan depresi, tanpa pola atau waktu yang konsisten.
Kadang-kadang, seseorang juga bisa mengalami gabungan dari keduanya dalam satu waktu.
Pada umumnya, setiap orang mungkin pernah mengalami suasana hati yang baik dan buruk.
Namun, pada penderita gangguan tersebut, perubahan suasana hati ini terjadi dengan intensitas yang sangat tinggi dan tiba-tiba.
Mereka bisa merasa sangat bersemangat dan antusias pada satu waktu, dan kemudian jatuh ke dalam depresi, pesimisme, atau bahkan keinginan untuk menyerah pada saat lain.
Perubahan suasana hati yang drastis ini membuat gangguan bipolar menjadi kondisi yang menantang untuk dihadapi dan dikelola.
Ada beberapa jenis gangguan tersebut masing-masing dengan karakteristik yang berbeda:
Gangguan Tipe I
Gangguan bipolar I adalah jenis yang paling parah. Penderita mengalami setidaknya satu episode mania yang sangat intens dan mungkin disertai dengan fase depresi.
Episode mania pada gangguan ini sering kali ekstrem dan berpotensi berbahaya, memengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi secara normal.
Gangguan Tipe II
Penderita gangguan bipolar II mengalami satu atau lebih episode hipomania dan satu fase depresi.
Meskipun episode hipomania tidak sebesar mania pada bipolar I, gangguan ini tetap serius dan sering kali berkembang menjadi bipolar I jika tidak ditangani dengan baik.
Gangguan Siklotimik
Gangguan siklotimik adalah jenis gangguan tersebut yang lebih ringan tetapi dapat berlanjut menjadi bipolar I atau II.
Gejala berupa fase hipomania dan depresi ringan yang berulang selama dua tahun pada orang dewasa atau satu tahun pada anak-anak dan remaja.
Gangguan Campuran
Gangguan ini melibatkan pengalaman simultan dari gejala mania dan depresi dalam periode waktu yang sama.
Penderita mungkin merasa energi tinggi sambil juga mengalami perasaan putus asa atau pikiran bunuh diri.
Jenis yang Musiman
Sekitar 25% orang dengan gangguan tersebut mengalami pola depresi musiman.
Seperti depresi pada musim dingin dan mania pada musim semi atau musim panas.
Bipolar dengan Siklus Cepat
Gangguan ini ditandai dengan empat atau lebih episode mania, hipomania, atau depresi dalam periode 12 bulan.
Perubahan suasana hati bisa terjadi dalam beberapa jam atau hari.
Penyebab
Penyebab gangguan bipolar belum sepenuhnya dipahami, namun beberapa faktor telah diidentifikasi sebagai penyebab potensial:
Genetik atau Keturunan
Risiko gangguan bipolar lebih tinggi pada individu dengan riwayat keluarga yang memiliki gangguan serupa.
Studi menunjukkan adanya hubungan genetik dalam perkembangan gangguan ini.
Ketidakseimbangan Kimia di Otak
Ketidakseimbangan neurotransmiter, yaitu zat kimia yang mengatur suasana hati dan perilaku, dapat memicu gangguan bipolar.
Lingkungan
Stres kronis, trauma fisik atau emosional, dan peristiwa hidup yang signifikan.
Seperti kehilangan orang yang dicintai, dapat memicu gangguan bipolar atau memperburuk kondisi yang ada.
Perubahan Hormonal
Fluktuasi hormon, seperti selama kehamilan atau menopause, dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap gangguan bipolar.
Kemampuan Menangani Stres
Individu dengan mekanisme koping stres yang buruk lebih rentan terhadap gangguan ini karena kesulitan dalam mengatasi tekanan hidup.
Konsumsi Zat Psikoaktif
Penggunaan narkoba atau alkohol secara berlebihan dapat memicu atau memperburuk episode mania atau depresi.
Mengidap Gangguan Mental Lain
Gangguan kecemasan atau gangguan penggunaan zat juga dapat meningkatkan risiko gangguan bipolar.
Perubahan Siklus Tidur
Gangguan tidur, seperti kurang tidur atau tidur berlebihan, dapat memicu episode mania atau depresi.
Pengobatan dan Pencegahan
Pengobatan gangguan tersebut bertujuan untuk mengurangi frekuensi dan intensitas gejala, membantu penderita kembali beraktivitas normal, dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Beberapa metode pengobatan meliputi:
-
Obat-obatan
Obat penyeimbang suasana hati, antidepresan, dan antipsikotik sering digunakan untuk mengelola gejala.
-
Psikoterapi
Terapi interpersonal dan sosial, terapi perilaku kognitif (CBT), serta psikoedukasi membantu penderita memahami dan mengelola gangguan mereka.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






