Redaksiku.com – Tim SAR Gabungan di Merauke berhasil menemukan dua warga lokal, seorang ayah dan anak, yang sempat dilaporkan hilang di kawasan hutan belantara Semangga 40, Papua Selatan, dalam kondisi selamat. Operasi pencarian intensif yang melibatkan berbagai unsur SAR ini membuahkan hasil pada hari kedua pelaksanaan operasi setelah penyisiran diperluas menggunakan teknologi pemindai panas.
Kronologi Masuk Hutan dan Hilangnya Kontak
Insiden bermula ketika Agustap Injoroweri yang berusia 55 tahun bersama putranya, Setueiroi Injoroweri yang masih berusia 11 tahun, memutuskan untuk pergi berburu. Mereka berangkat menuju kawasan hutan Semangga 40 pada hari Jumat pagi menggunakan sebuah kendaraan roda empat.
Setibanya di lokasi, kendaraan tersebut diparkir di pinggir jalan raya sebelum keduanya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki memasuki lebatnya hutan. Namun, hingga malam hari menjelang, pasangan ayah dan anak tersebut tidak kunjung kembali ke titik parkir kendaraan maupun pulang ke rumah mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keluarga yang panik karena korban tak kunjung pulang akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut secara resmi kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke.
Operasi Pencarian oleh Tim SAR Gabungan
Menindaklanjuti laporan warga, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke langsung mengerahkan personel untuk membentuk Tim SAR Gabungan. Operasi penyelamatan ini digerakkan secara cepat guna meminimalisir risiko buruk mengingat kondisi hutan yang luas dan minimnya penerangan di malam hari.
Pencarian pada hari pertama difokuskan di sekitar area perkiraan tempat korban memarkir kendaraan. Karena belum membuahkan hasil, operasi kemudian dilanjutkan secara maksimal pada keesokan harinya mulai pukul 06.00 WIT dengan metode penyisiran yang lebih terstruktur.
Strategi Penyisiran di Hutan Semangga 40
Dalam operasi pencarian hari kedua, tim penyelamat menerapkan beberapa langkah taktis guna mempercepat penemuan korban di tengah lebatnya vegetasi hutan Papua:
- Memaksimalkan penggunaan peta koordinat area yang telah dipetakan secara teliti oleh petugas operasi.
- Melakukan penyisiran darat secara manual oleh personel gabungan dengan membentuk jalur pencarian yang sistematis.
- Mengoperasikan perangkat drone thermal untuk mendeteksi suhu tubuh korban dari udara di tengah tutupan kanopi hutan yang lebat.
Evakuasi dan Penanganan Medis Korban
Kerja keras Tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil positif ketika kedua survivor berhasil ditemukan pada Sabtu siang di area pencarian yang telah ditentukan. Meskipun tampak kelelahan setelah berjam-jam terjebak di dalam hutan, kondisi fisik keduanya dipastikan selamat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke, Rudi, mengonfirmasi bahwa operasi penyelamatan yang melibatkan tim gabungan ini sukses menemukan dua warga dalam kondisi hidup pada hari Sabtu.
Setelah berhasil dievakuasi dari dalam hutan, kedua korban langsung mendapatkan pertolongan pertama di lokasi sebelum akhirnya dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi medis mereka stabil setelah mengalami insiden hilangnya kontak di alam bebas.
Pertanyaan Umum
Kapan kedua warga tersebut dilaporkan hilang di hutan Semangga 40?
Mereka dilaporkan hilang sejak Jumat (18/9) malam setelah tidak kunjung kembali dari aktivitas berburu di dalam hutan sejak pagi hari.
Siapa saja korban yang sempat tersesat di kawasan hutan tersebut?
Korban merupakan seorang ayah bernama Agustap Injoroweri bersama anak laki-lakinya yang bernama Setueiroi Injoroweri.
Bagaimana cara Tim SAR menemukan kedua korban di tengah hutan?
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan mereka pada Sabtu siang melalui operasi pencarian hari kedua yang memanfaatkan koordinat area dan bantuan teknologi drone thermal.
Ringkasan
Tim SAR Gabungan di Merauke berhasil menemukan seorang ayah bernama Agustap Injoroweri (55) dan anak laki-lakinya, Setueiroi Injoroweri (11), dalam kondisi selamat setelah sempat tersesat di hutan belantara Semangga 40, Papua Selatan.
Insiden ini bermula ketika kedua korban pergi berburu menggunakan kendaraan roda empat pada Jumat pagi, namun tidak kunjung kembali hingga malam hari. Keluarga yang panik kemudian melaporkan kejadian tersebut secara resmi kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke.
Operasi penyelamatan yang dipimpin oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi, membuahkan hasil pada hari kedua pelaksanaan operasi, Sabtu siang, setelah petugas memperluas penyisiran darat secara sistematis dan menggunakan teknologi drone thermal.






