Aliansi Perempuan Indonesia Gelar Aksi di Depan DPR: Kompak Kenakan Pink, Suarakan Hentikan Kekerasan Negara

- Penulis

Rabu, 3 September 2025 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Perempuan Indonesia Gelar Aksi di Depan DPR: Kompak Kenakan Pink, Suarakan Hentikan Kekerasan Negara

Aliansi Perempuan Indonesia Gelar Aksi di Depan DPR: Kompak Kenakan Pink, Suarakan Hentikan Kekerasan Negara

Redaksiku.com – Aksi unjuk rasa kembali terlihat di depan gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (3/9/2025). Kali ini, barisan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia (API) turun ke jalan dengan membawa pesan tegas: hentikan segala bentuk kekerasan negara.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 11.42 WIB, para peserta aksi kompak memakai pakaian serba pink. Warna ini dipilih bukan sekadar gaya, tapi juga simbol keberanian dan solidaritas. Mereka membawa sejumlah flyer berisi tuntutan dan suara perlawanan yang mencerminkan keresahan masyarakat terhadap situasi politik dan keamanan akhir-akhir ini.

Menariknya, aksi ini berlangsung cukup tertib meski penuh semangat. Polisi juga turut menjaga jalannya demo, dan mayoritas personel yang dikerahkan adalah Polwan, menyesuaikan dengan massa aksi yang didominasi perempuan.

Lalu Lintas Tetap Normal, Aksi Berlangsung Damai

Berbeda dengan demo lain yang biasanya membuat arus lalu lintas tersendat, kali ini suasana Jalan Gatot Subroto masih normal. Tidak ada penutupan jalan besar-besaran, sehingga kendaraan bisa melintas tanpa hambatan berarti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Walau demikian, suara lantang dari massa tetap terdengar jelas. Seorang orator naik ke mobil komando dan menyampaikan seruan tegas soal perlawanan terhadap kekerasan aparat.

Mereka minta ada ruang demokrasi. Seharusnya penguasa di negeri inibaik Presiden, eksekutif, yudikatif, hingga legislatifmau mendengar aspirasi rakyat, ujar sang orator di hadapan peserta aksi.

Ia juga menekankan pentingnya menghormati mereka yang gugur di medan perjuangan. Sekali lagi, mari kita tunduk sejenak untuk para pejuang yang mati di medan juang. Kita juga mendesak agar demonstran yang ditangkap segera dibebaskan, tambahnya.

Aliansi Perempuan Indonesia Gelar Aksi di Depan DPR: Kompak Kenakan Pink, Suarakan Hentikan Kekerasan Negara
Aliansi Perempuan Indonesia Gelar Aksi di Depan DPR: Kompak Kenakan Pink, Suarakan Hentikan Kekerasan Negara

Orasi Disertai Bahasa Isyarat, Semua Suara Harus Didengar

Hal unik lain dalam aksi kali ini adalah penggunaan bahasa isyarat. Di atas mobil komando, seorang peraga bahasa isyarat menerjemahkan orasi, memastikan bahwa pesan perjuangan bisa diterima semua kalangan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran.

Banner dan flyer juga jadi alat penting dalam menyampaikan tuntutan. Salah satunya bertuliskan, Prabowo, hentikan kekerasan negara! Sebuah kalimat singkat namun tegas yang mencerminkan inti keresahan para perempuan di lapangan.

6 Tuntutan API kepada Pemerintah

Dalam keterangan resmi yang diterima media, Aliansi Perempuan Indonesia menyuarakan enam tuntutan utama yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, jajaran kabinet, hingga kepolisian. Berikut poin-poinnya:

  1. Presiden Prabowo diminta menghentikan segala bentuk kekerasan negara, termasuk menarik mundur keterlibatan TNI dan Polri dalam penanganan aksi masyarakat.

  2. Presiden Prabowo, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Agus Subiyanto didesak segera menarik pasukan tentara dari keterlibatan urusan sipil.

  3. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta mundur dari jabatannya, serta kepolisian wajib membebaskan semua masyarakat yang ditangkap tanpa syarat.

  4. Pemerintah harus menghentikan kriminalisasi terhadap rakyat, aktivis, jurnalis, maupun pendamping hukum, serta membebaskan semua tahanan politik tanpa syarat.

  5. Presiden diminta mengembalikan militer ke barak, sesuai fungsi dasarnya, dan menghentikan segala bentuk intervensi TNI dalam ranah sipil.

  6. Pemerintah wajib menjamin sepenuhnya hak konstitusional warga negara untuk berkumpul, berserikat, dan menyampaikan pendapat di muka umum tanpa intimidasi maupun kekerasan.

Aksi Pink, Simbol Solidaritas dan Harapan

Penggunaan warna pink dalam aksi kali ini punya makna khusus. Warna yang biasanya identik dengan kelembutan justru ditransformasikan jadi simbol keberanian. Lewat pink, para perempuan ingin menunjukkan kalau perjuangan mereka bukan sekadar hadir di jalan, tapi juga mewakili suara banyak orang yang selama ini terpinggirkan.

Selain itu, pemilihan warna juga mengikuti tren Brave Pink yang sebelumnya viral di media sosial. Pink dianggap sebagai simbol keberanian rakyat biasa untuk bersuara, terutama kaum perempuan yang kerap berada di barisan depan dalam perjuangan menuntut keadilan.

Respons Publik di Media Sosial

Tak butuh waktu lama, aksi ini langsung jadi bahan perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Tagar terkait Aliansi Perempuan Indonesia dan Pink di DPR ramai digunakan. Banyak netizen memberikan dukungan, menyebut aksi ini sebagai bentuk keberanian perempuan Indonesia yang patut diapresiasi.

Beberapa warganet bahkan mengunggah foto mereka mengenakan atribut pink sebagai bentuk solidaritas virtual. Fenomena ini menunjukkan bagaimana aksi di dunia nyata bisa terhubung langsung dengan dukungan di ranah digital.

Suara Perempuan dalam Gerakan Sosial

Aksi ini juga menegaskan peran penting perempuan dalam gerakan sosial di Indonesia. Bukan hanya sebagai peserta pasif, perempuan kini aktif memimpin, mengorganisasi, dan menyuarakan tuntutan.

Melalui API, suara perempuan dikonsolidasikan dalam bentuk yang lebih terstruktur, sehingga tuntutan mereka tidak hanya terdengar di jalanan, tapi juga sampai ke ruang-ruang pengambilan keputusan.

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APAK dan GRH Laporkan Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Miliar
Resmi Dibuka! Rute KRL ke JIS Jadi Andalan Baru Warga Jakarta, Ini Cara Cepat Menuju Stadion Tanpa Ribet
Heboh! Ajudan Danrem di Jogja Marathon Viral, Ini Duduk Perkaranya
Heboh! Love Scamming Internasional Tipu 53 WNI, Rugi Rp1,1 Miliar
Waspada! Paparan BPA dari Galon Berkode 7 Disebut Bisa Ganggu Hormon dan Kesuburan
Geger! Polisi Ungkap Sindikat Narkoba Global, 8,6 Liter Etomidate Diamankan dari Empat WNA di Bandara Soetta
Geger! Penyelundupan Narkoba Rp97 Miliar Dibongkar Polisi
Terbaru! Roy Suryo dan Dokter Tifa Dibawa ke Polda Metro

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:00 WIB

APAK dan GRH Laporkan Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:17 WIB

Resmi Dibuka! Rute KRL ke JIS Jadi Andalan Baru Warga Jakarta, Ini Cara Cepat Menuju Stadion Tanpa Ribet

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:36 WIB

Heboh! Ajudan Danrem di Jogja Marathon Viral, Ini Duduk Perkaranya

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:03 WIB

Heboh! Love Scamming Internasional Tipu 53 WNI, Rugi Rp1,1 Miliar

Senin, 22 Juni 2026 - 19:11 WIB

Waspada! Paparan BPA dari Galon Berkode 7 Disebut Bisa Ganggu Hormon dan Kesuburan

Berita Terbaru

Satlantas Polres Barru Salurkan Bantuan Sosial untuk Warga Kurang Mampu Jelang Hari Bhayangkara ke-80

Internasional

Jelang Bhayangkara, Satlantas Barru Salurkan Sembako

Rabu, 24 Jun 2026 - 00:50 WIB