Redaksiku.com – Nama ustaz Yusuf Mansur kembali mencuri perhatian publik setelah pernyataannya yang tak biasa viral di media sosial. Ia mengaku ingin maju sebagai Presiden Republik Indonesia dan berencana membeli platform raksasa dunia, YouTube, lalu mengganti namanya menjadi YouSuf.
Pernyataan itu sebenarnya sudah diucapkannya sejak 2023 lalu. Namun, potongan video lama tersebut kembali muncul dan mendadak jadi bahan pembicaraan panas di November 2025.
Warganet pun langsung membanjiri media sosial dengan reaksi beragam, mulai dari tawa, satire, sampai rasa heran.
Tak hanya publik, selebritas Dinar Candy juga ikut menyoroti ucapan ustaz Yusuf Mansur itu dengan komentar singkat tapi tajam Hallo BNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Komentar itu langsung viral dan diserbu ribuan like, menandakan betapa besarnya perhatian publik terhadap sosok sang ustaz yang dikenal penuh sensasi ini.
Ucapan Lama yang Viral Lagi
Video lama ustaz Yusuf Mansur yang kembali viral berasal dari kanal YouTube Newlitics. Dalam tayangan itu, ia dengan santai menyebut ingin maju Presiden dan tidak menganggapnya hal sulit. Bismillah, majulah kita Presiden. Emangnya susah? Tinggal sujud doang, katanya sambil tersenyum.
Tak berhenti di situ, Yusuf Mansur juga mengatakan ingin membeli YouTube dan mengubahnya menjadi YouSuf. Ia bahkan menjelaskan rencananya dengan percaya diri.
Beberapa tahun lagi YouTube nggak ada. Kita ambil, jadi YouSuf. Kan You-Tube, besok jadi You-Suf, ucapnya. Potongan kalimat itu segera jadi bahan meme dan parodi di berbagai platform.
Dinar Candy Jadi Suara Publik
Pernyataan ustaz Yusuf Mansur soal YouTube dianggap terlalu berlebihan oleh warganet. Salah satu yang langsung menanggapi adalah Dinar Candy.
Hallo BNN, tulis Dinar singkat di akun Instagram-nya, seolah menyindir bahwa ucapan tersebut di luar logika sehat.
Komentar Dinar pun diserbu warganet yang sepakat dengannya. Akhirnya ada yang ngomong jujur! tulis seorang pengguna. Ada juga yang menimpali dengan candaan, Kalau beneran jadi YouSuf, kita semua jadi subscriber abadi.
Sindiran ringan dari Dinar Candy itu malah makin mempopulerkan kembali video Yusuf Mansur dan memicu diskusi besar soal cara dakwah dan gaya komunikasinya yang sering nyeleneh.
Bukan Kali Pertama Buat Heboh
Sebelum pernyataan beli YouTube ini ramai, ustaz Yusuf Mansur memang dikenal sering melontarkan ide dan pernyataan tak biasa. Mulai dari ajakan sedekah ekstrem, investasi PayTren, hingga jualan jasa doa di live streaming.
Setiap kali muncul di media, selalu ada dua kubu: yang membelanya sebagai motivator religius, dan yang mengkritiknya karena dianggap berlebihan dan tidak realistis. Namun satu hal yang pasti setiap langkah Yusuf Mansur selalu berhasil jadi viral.
Aksi Jual Doa yang Ikut Disorot
Dalam waktu bersamaan dengan video lamanya yang kembali muncul, cuplikan baru ustaz Yusuf Mansur juga beredar luas. Dalam tayangan live, ia tampak menjanjikan doa khusus bagi pengikut yang berdonasi sejumlah uang tertentu.
Nominalnya bervariasi, mulai dari Rp1.000 hingga Rp20 juta, dengan fasilitas doa istimewa bagi penyumbang besar.
Belum ada yang Rp10 juta ini? Saya Fatihahin khusus nih, Bismillah, ucapnya dalam video yang kini tersebar di berbagai platform. Pernyataan itu memicu gelombang kritik dari publik yang menilai dakwahnya sudah terlalu komersial.
Klarifikasi Ustaz Yusuf Mansur
Menanggapi tudingan soal praktik jual doa, ustaz Yusuf Mansur kemudian buka suara lewat siaran langsungnya. Ia mengatakan bahwa semuanya hanyalah bentuk candaan dan eksperimen sosial untuk melihat reaksi publik.
Itu cuma bercanda, lagi ngetes aja, ujarnya.
Menurutnya, ia hanya ingin mengajak orang berdonasi sambil berdoa bersama. Namun, publik keburu menilai negatif sebelum memahami konteksnya.
Sayangnya, penjelasan tersebut justru menambah polemik karena sebagian orang menganggap candaan itu terlalu jauh bagi seorang tokoh agama.
Netizen Antara Lucu dan Miris
Beragam reaksi pun membanjiri komentar di platform media sosial. Ada yang menilai ustaz Yusuf Mansur hanya sedang mencari sensasi, tapi tak sedikit pula yang menanggapinya dengan tawa dan candaan.
Beli YouTube? Setelah itu mau beli Google, terus dunia? tulis salah satu komentar yang disertai emoji tertawa.
Namun, sebagian netizen menilai hal ini menunjukkan betapa publik sudah jenuh dengan pernyataan-pernyataan kontroversial dari figur publik yang seharusnya lebih menyejukkan. Kalau mau jadi presiden, mulai dulu dari logika sehat, ujar akun lainnya.
Fenomena ustaz Yusuf Mansur kembali membuktikan bahwa media sosial punya daya ledak luar biasa satu pernyataan kecil bisa memunculkan badai komentar.
Dari wacana jadi Presiden hingga klaim ingin membeli YouTube, publik seakan dihadapkan pada realitas antara hiburan dan keresahan.
Di sisi lain, momen ini juga memperlihatkan bahwa batas antara dakwah dan drama semakin tipis di dunia digital. Mungkin bagi Yusuf Mansur itu hanya bentuk ekspresi, tapi bagi publik, ucapannya sudah menjadi bahan refleksi dan lelucon nasional.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels






