Redaksiku.com – Sebuah video yang diunggah akun TikTok @ramasahid sukses bikin heboh jagat maya. Dalam video yang diunggah pada 13 Agustus 2025 itu, seorang tamu menceritakan pengalaman kurang menyenangkan saat menginap di Hotel Syariah Indonesia Pekalongan, Jawa Tengah.
Bukannya menikmati malam yang tenang, ia justru diusir sekitar pukul 11 malam hanya karena menolak membayar biaya tambahan yang tidak pernah disebutkan sebelumnya.
Pengunggah video yang diketahui berprofesi sebagai Professional Trainer, Consultant, dan Entrepreneur ini mengaku awalnya memilih hotel tersebut karena dua alasan: pertama, hotel berlabel syariah yang seharusnya menjunjung kejelasan akad sejak awal; kedua, adanya promo harga terjangkau yang ia temukan di aplikasi Traveloka.
Namun, situasi berubah saat ia tiba di lokasi. Pihak hotel tiba-tiba meminta biaya tambahan yang sama sekali tidak tercantum di detail pemesanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saya sudah sering menginap di hotel dan nggak pernah diminta biaya tambahan saat check-in. Apalagi ini hotel syariah, harusnya akad jelas dari awal. Karena saya menolak membayar biaya tambahan, saya malah diusir, ujarnya dalam video yang kini sudah ditonton puluhan ribu kali.
Awal Mula Ketegangan
Berdasarkan video yang ia unggah, terlihat terjadi perdebatan antara dirinya dengan pihak hotel. Perdebatan ini berlangsung melalui sambungan telepon dengan seseorang yang disebut General Manager (GM) hotel.
Dalam percakapan tersebut, sang tamu mempertanyakan alasan penarikan biaya tambahan yang sama sekali tidak tercatat di aplikasi Traveloka. Menurutnya, semua transaksi sudah diatur dalam sistem Traveloka, sehingga jika ada penambahan biaya, seharusnya pihak hotel menagih langsung ke aplikasi, bukan kepada tamu.
Yang membuatnya kian kesal, GM hotel tersebut justru memberikan komentar yang dianggap tidak sopan:
Sorry, ibu terlalu ribet.
Ucapan itu memicu kemarahan pengunggah. Ia menegaskan, prinsip akad dalam sistem syariah adalah keterbukaan dan kejelasan sejak awal. Karena merasa tidak ada titik temu, ia pun memilih untuk membatalkan menginap dan meminta refund. Namun, pihak hotel mengarahkan agar proses pengembalian dilakukan langsung melalui aplikasi, bukan di tempat.
Puncak Insiden: Diusir Tengah Malam
Drama berlanjut di video Part 3 yang diunggahnya. Ia merekam momen ketika ada oknum hotel yang mengetuk pintu kamarnya dengan nada keras dan memintanya segera keluar. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 23.00 WIB.
Astaghfirullah, saya diusir jam 11 malam. Padahal saya sudah lelah banget setelah perjalanan jauh, ungkapnya.
Situasi makin dramatis karena disebutkan bahwa petugas front office (FO) yang bertugas malam itu sampai menangis. Diduga, FO tersebut merasa tertekan oleh situasi dan arahan atasan.
Akhirnya, sang tamu memutuskan untuk segera berkemas dan meninggalkan hotel, lalu mencari penginapan lain yang bisa menerima tamu tanpa drama tambahan.

Pindah Hotel & Perbedaan Pelayanan
Setelah keluar dari Hotel Indonesia Pekalongan, ia memilih menginap di Hotel Namira Pekalongan, yang juga berlabel syariah. Bedanya, pelayanan yang ia terima di hotel baru ini dinilainya jauh lebih ramah, profesional, dan sesuai ekspektasi.
Dalam salah satu video, ia bahkan memberikan pujian untuk Hotel Namira karena dinilai konsisten menerapkan nilai-nilai pelayanan yang baik, terutama untuk hotel syariah yang seharusnya mengedepankan kenyamanan dan kejelasan bagi tamu.
Klarifikasi dari PHRI Pekalongan
Kasus ini rupanya sampai ke telinga Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Pekalongan. Dalam video Part 5, pengunggah membagikan klarifikasi dari pihak PHRI. Mereka menyatakan akan mempelajari kasus ini lebih lanjut.
PHRI juga mengingatkan semua pengelola hotel di Pekalongan untuk selalu transparan terkait biaya tambahan, terutama di aplikasi pemesanan online. Hal ini penting agar kejadian serupa tidak terulang dan citra pariwisata daerah tetap positif.
Respons Warganet
Unggahan tersebut memicu gelombang komentar dari warganet. Banyak yang mengecam tindakan pihak hotel yang dinilai tidak profesional, apalagi sampai mengusir tamu tengah malam. Sebagian menyoroti label hotel syariah yang seharusnya identik dengan prinsip keadilan, keterbukaan, dan keramahan.
Tidak sedikit juga yang meminta Traveloka ikut bertanggung jawab. Menurut mereka, platform pemesanan online punya kewajiban memastikan semua informasi harga dan biaya tambahan tercantum jelas di aplikasi, sehingga tamu tidak kaget ketika check-in.
Beberapa netizen juga membagikan pengalaman pribadi mereka yang pernah diminta membayar biaya tambahan di hotel tanpa informasi awal. Ada yang akhirnya membayar demi menghindari konflik, tapi ada pula yang memilih pergi seperti yang dilakukan pengunggah video.
Pelajaran Penting dari Kasus Ini
Kasus viral ini menjadi pengingat bagi calon tamu hotel untuk membaca ulasan dan detail pemesanan secara lengkap sebelum memutuskan menginap. Selain itu, pastikan semua ketentuan, termasuk biaya tambahan, tertulis jelas di platform resmi.
Bagi pihak hotel, kejadian ini seharusnya menjadi bahan evaluasi serius. Transparansi harga bukan hanya soal aturan bisnis, tapi juga tentang menjaga kepercayaan tamu. Apalagi di era digital, reputasi hotel bisa langsung terpengaruh oleh satu video viral.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






