KPK Ungkap 3 Proyek Digital Kemendikbudristek Era Nadiem yang Diduga Sarat Korupsi, Tak Hanya Google Cloud

- Penulis

Minggu, 27 Juli 2025 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan korupsi proyek digital era Nadiem Makarim diselidiki KPK. (Foto: Dok. Kemdikbud)

Dugaan korupsi proyek digital era Nadiem Makarim diselidiki KPK. (Foto: Dok. Kemdikbud)

Kasus dugaan korupsi internet gratis dan Google Cloud di era Nadiem Makarim kini menjadi sorotan tajam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penyelidikan ini berkaitan langsung dengan program digitalisasi pendidikan yang digagas Kemendikbudristek selama pandemi Covid-19.

Proyek-proyek tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari perangkat keras Chromebook, penyimpanan data berbasis Google Cloud, hingga bantuan kuota internet gratis.

KPK menilai bahwa setiap bagian dari proyek ini memiliki potensi penyimpangan yang signifikan dan sedang didalami satu per satu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Deputi Penindakan KPK yang menyoroti ketidakwajaran dalam pengadaan dan penyaluran dana.

Dugaan Korupsi Google Cloud dan Kaitannya dengan Program Chromebook

DUGAAN KORUPSI PROYEK DIGITAL ERA NADIEM MAKARIM DISELIDIKI KPK. (FOTO: DOK. KEMDIKBUD)
KPK Ungkap 3 Proyek Digital Kemendikbudristek Era Nadiem yang Diduga Sarat Korupsi, Tak Hanya Google Cloud

Pengadaan Google Cloud disebut sebagai salah satu bagian penting dalam skema digitalisasi pendidikan di masa kepemimpinan Nadiem Makarim.

Menurut KPK, penyimpanan data tugas, ujian, dan hasil belajar pelajar di masa pandemi ditempatkan di platform cloud milik Google.

Hal ini dikaitkan erat dengan proyek pengadaan Chromebook yang berfungsi sebagai perangkat keras utama dalam pelaksanaan pembelajaran daring.

Namun, belakangan muncul dugaan bahwa nilai kontrak dan proses pengadaan Google Cloud tidak sesuai dengan prinsip efisiensi dan transparansi.

Pihak KPK menduga bahwa ada indikasi penggelembungan anggaran dan penunjukan langsung vendor tanpa proses seleksi yang wajar.

Penyidik juga menelusuri apakah penggunaan Google Cloud memang dibutuhkan secara teknis atau hanya dijadikan alasan formal.

Fokus penyelidikan diarahkan pada proses lelang, nilai proyek, serta keterlibatan pihak ketiga yang dianggap tidak kredibel.

Selain itu, penyelidik KPK juga menyoroti adanya potensi konflik kepentingan dan intervensi dari level pimpinan kementerian.

Proyek Bantuan Kuota Internet Gratis Juga Diperiksa KPK

Selain Google Cloud, KPK menyatakan bahwa bantuan kuota internet gratis juga menjadi bagian yang sedang diusut.

Program ini sempat digadang-gadang sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada siswa, mahasiswa, guru, dan dosen selama pandemi.

Namun, KPK menemukan indikasi bahwa proyek ini tidak berjalan sesuai rencana dan berpotensi dimanipulasi dalam pengadaan paket data.

Banyak laporan menyebutkan bahwa sejumlah penerima bantuan tidak mendapatkan akses atau mendapat kuota tidak sesuai alokasi.

Selain itu, transparansi dalam pemilihan provider serta metode distribusi kuota juga menjadi pertanyaan besar dalam penyelidikan KPK.

Fokus penyidik saat ini adalah mengungkap siapa saja pihak yang bermain di balik alokasi dan distribusi dana bantuan kuota tersebut.

Hal ini mencerminkan bahwa proyek internet gratis pun tak lepas dari potensi penyalahgunaan anggaran secara sistematis.

Skema Besar Digitalisasi Pendidikan di Era Nadiem Makarim Kini Jadi Sumber Masalah

Digitalisasi pendidikan memang menjadi salah satu program unggulan Nadiem Makarim selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan.

Namun, dengan munculnya penyelidikan terhadap proyek-proyek besar seperti Google Cloud dan kuota internet gratis, narasi keberhasilan mulai dipertanyakan.

KPK menyebutkan bahwa skema digitalisasi ini terbagi atas tiga bagian utama: perangkat keras seperti Chromebook, layanan penyimpanan seperti Google Cloud, serta akses internet berupa bantuan kuota.

Ketiga bagian ini ternyata tidak terintegrasi secara baik dalam pelaksanaan dan justru membuka celah penyimpangan anggaran.

Menurut analisis internal, beberapa proyek diduga hanya menjadi formalitas dengan harga yang digelembungkan dan tanpa manfaat nyata.

KPK kini berupaya membongkar struktur penganggaran serta jaringan aktor yang terlibat dalam pelaksanaan program-program tersebut.

Bila terbukti ada tindak pidana korupsi, maka ini akan menjadi salah satu kasus besar di sektor pendidikan dalam dekade terakhir.

Proses hukum juga kemungkinan akan menyasar pejabat-pejabat tinggi yang terlibat langsung dalam perumusan kebijakan dan pengawasan teknis.

Kesimpulan: Proyek Era Nadiem Diselidiki Menyeluruh oleh KPK

Pengusutan kasus dugaan korupsi internet gratis dan Google Cloud oleh KPK menandakan bahwa sektor pendidikan bukan zona bebas dari penyimpangan.

Proyek yang awalnya bertujuan memudahkan proses belajar di tengah pandemi justru berisiko menjadi ladang korupsi.

Saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi sedang menelusuri secara menyeluruh mulai dari pengadaan perangkat keras, cloud storage, hingga distribusi kuota internet gratis.

Setiap temuan akan diuji dengan pendekatan hukum dan pengawasan akuntabel untuk memastikan keadilan ditegakkan.

Jika terbukti bersalah, maka aktor-aktor di balik proyek digitalisasi pendidikan ini akan dihadapkan pada proses hukum tanpa kompromi.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

2 Warga Singapura Korban Erupsi Gunung Dukono Diidentifikasi, Polisi Andalkan Tes DNA
Viral! Emak-Emak Angkut Motor Baru Pakai Motor di Jalan Raya
Persib Tundukkan Persija, Bandung Berubah Jadi Lautan Biru
Bocah di Cakung Gagalkan Dugaan Curanmor, Aksi Beraninya Viral
Video Dugaan Tindakan Tak Pantas Tentara IDF terhadap Warga Gaza Picu Kecaman
Aksi Pedagang Martabak di Sukabumi Viral, Jadi Pengganti Palang Pintu Demi Keselamatan
Tengkorak Retak dan Kaki Patah, Pelajar Asal Luwu Tewas di Kebun Wajo
Dua Motor Bertabrakan di Barru, Polisi Sigap Selamatkan Korban

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:31 WIB

2 Warga Singapura Korban Erupsi Gunung Dukono Diidentifikasi, Polisi Andalkan Tes DNA

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:24 WIB

Viral! Emak-Emak Angkut Motor Baru Pakai Motor di Jalan Raya

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:07 WIB

Persib Tundukkan Persija, Bandung Berubah Jadi Lautan Biru

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:45 WIB

Bocah di Cakung Gagalkan Dugaan Curanmor, Aksi Beraninya Viral

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:07 WIB

Video Dugaan Tindakan Tak Pantas Tentara IDF terhadap Warga Gaza Picu Kecaman

Berita Terbaru

MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://starazona.com/contacto/MAINZEUShttps://www.dovhlevin.com/https://stitta.ac.id/kontak/MAINZEUSMAINZEUSSLOT ZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coavs.edu.pk/faculty/SLOT PULSAMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSULARWINULARWINMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coes.dypgroup.edu.in/library/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://sethu.ac.in/seminar/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSJOKER4D>MAINZEUSMAINZEUSWEDE303MAINZEUSBINTANG4DWEDE303LIVETOTOEBTtop111LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBET WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303 LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBET BINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4D SLOT2DSLOT2DSLOT2D JOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4D https://www.snsrkscollege.ac.in/https://www.leiko.cz/ bokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep sma bokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep sma
x  Perlindungan Kuat untuk WordPress, dari Shield Security
Situs Ini Dilindungi Oleh
Shield Security