Redaksiku.com – Sebuah cuplikan video yang memperlihatkan sejumlah pejabat tengah meninjau proyek pembangunan di Kalimantan Timur mendadak ramai diperbincangkan publik.
Bukan karena proyeknya, melainkan karena aksi para pejabat tersebut yang berjalan di atas alas papan triplek, padahal seluruhnya telah mengenakan sepatu bot khusus lapangan.
Kejadian itu langsung menyita perhatian netizen setelah video diunggah ke berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Twitter. Dalam video berdurasi pendek itu, terlihat beberapa pekerja meletakkan papan triplek sebagai lintasan jalan bagi rombongan pejabat yang hendak melakukan inspeksi ke lokasi proyek.
Aksi ini pun menimbulkan berbagai reaksi dan cibiran dari warganet. Banyak yang menilai bahwa langkah tersebut berlebihan dan justru menimbulkan kesan bahwa para pejabat tidak siap menghadapi medan sesungguhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Komentar Pedas Netizen: Buat Apa Pakai Sepatu Bot?
Sejumlah netizen menyampaikan kritik dan sindiran tajam terhadap peristiwa ini. Berikut beberapa komentar yang ramai dibicarakan:
-
“Udah kayak artis masuk venue, padahal ini proyek lapangan.”
-
“Sepatu bot-nya cuma buat formalitas ya?”
-
“Triplek-nya siapa yang bayar? Anggaran lagi?”
Beberapa pengguna media sosial menyebut bahwa tindakan tersebut mencerminkan gaya hidup pejabat yang masih terlalu elitis. Bahkan ada yang mempertanyakan apakah mereka benar-benar memahami situasi di lapangan jika berjalan pun harus dijaga sedemikian rupa.

Simbol Ketimpangan dan Gaya Kepemimpinan yang Jauh dari Rakyat
Tak hanya jadi bahan tertawaan, insiden ini juga memantik diskusi lebih luas soal gaya kepemimpinan pejabat publik di Indonesia. Pengamat kebijakan publik menyebut bahwa hal seperti ini mencerminkan simbolisasi ketimpangan sosial antara pejabat dan masyarakat pekerja.
Alih-alih memberi contoh kesiapan dan kedekatan dengan realitas di lapangan, penggunaan triplek untuk pijakan justru memperlihatkan sikap yang jauh dari nilai kesederhanaan dan empati sosial.
Sangat disayangkan. Padahal momen seperti ini bisa jadi kesempatan bagi pejabat untuk menunjukkan bahwa mereka benar-benar ingin menyatu dengan masyarakat dan kondisi kerja yang nyata, ujar salah satu pengamat dari Lembaga Etika Kepemimpinan Publik.
Respons Pejabat Belum Ada, Publik Terus Berspekulasi
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pejabat atau institusi terkait mengenai alasan di balik penggunaan triplek tersebut. Namun, video telah menyebar luas dan menjadi viral, bahkan masuk ke berbagai portal berita nasional dan akun gosip populer.
Warganet pun terus berspekulasi: apakah tindakan itu merupakan bagian dari protokoler, atau hanya bentuk ˜perlindungan berlebihan™ agar tampak rapi di depan kamera?
Pelajaran dari Viral Video Ini
Peristiwa kecil ini justru memperlihatkan bagaimana tindakan simbolik seorang pejabat bisa memiliki dampak besar terhadap persepsi publik. Di era digital, setiap langkah para tokoh publik bisa terekam dan menjadi perbincangan luas.
Masyarakat semakin kritis, terutama dalam hal penggunaan fasilitas negara dan perilaku elit dalam tugasnya. Banyak yang berharap para pejabat lebih menunjukkan sikap sederhana dan menyatu dengan realitas lapangan, bukan sekadar menjaga penampilan.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber






