Redaksiku.com Perfectionism trap yang dalam bahasa Indonesia berarti jebakan perfeksionisme adalah salah satu kondisi psikologis yang dimana standar keinginan seseorang sangat tinggi, terlalu mengejar kesempurnaan secara berlebihan hingga tanpa mereka sadari bahwa hal tersebut bisa menjadi penghambat.
Ada beberapa Gen z yang terjebak dalam perfectionism trap, tanpa mereka sadari. Tentu saja hal ini secara tidak langsung dapat membuat gen z merasakan kecemasan, ketakutan, kelelahan, stres bahkan bisa mengakibatkan kelumpuhan produktivitas apabila terus terperangkap dalam perfectionism trap.
Ciri-ciri Gen Z Yang Terjebak Perfectionism Trap
1. Banyak perencanaan minim tindakan
Salah satu ciri gen z yang terjebak pada perfectionism trap yang pertama yaitu, mereka banyak menyusun perencanaan tapi minim tindakan. Mereka selalu melakukan revisi pada setiap rencananya, karena dirasa belum sempurna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga pada akhirnya mereka hanya disibukan dengan proses pembuatan dan penyempurnaan rencananya saja, karena sebelum rencananya benar-benar sempurna mereka takut mengambil tindakan dengan berbagai alasan seperti takut jika rencananya mengalami kegagalan.
2. Terlalu memaksakan diri
Gen z yang terjebak dalam perfectionism trap kebanyakan dari mereka terlalu memaksakan dirinya, tanpa mengasihani dirinya sendiri sekali terjun dalam lapangan. Mereka fokus pada hasil akhirnya saja, tanpa memperhatikan bahwa tindakannya dapat memberikan tekanan pada mentalnya.
Meskipun langkahnya sudah sesuai dengan rencananya tetapi terkadang realita berkata lain, untuk itu mereka lebih memilih berfikir cepat dan membuat perencanaan baru yang mendadak agar bisa mencapai tujuannya. Jika kenyataannya selalu berbeda dengan ekspektasi, maka mereka akan memaksa diri untuk berpikir lebih keras lagi dan tindakan ini akan membuatnya menjadi burnout.
3. Tidak percaya orang lain
Saat berkerja dalam tim gen z yang perfectionism trap ingin selalu terlibat dalam penyusunan perencanaan, karena mereka menginginkan hasil yang sempurna. Bahkan terkadang gen z perfectionism trap kurang bisa menerima masukan dan saran dari orang lain, mereka lebih percaya pada kemampuan dirinya sendiri.
Tentu saja tindakan ini dapat membuat rekan kerjanya menjadi kesal, karena pelaku perfectionism trap terlalu memaksakan kehendaknya dan tidak peduli dengan pendapat orang lain. Padahal tujuan kerja sama dengan tim yaitu saling bertukar pendapat dan berdiskusi, untuk mendapatkan ide yang tepat agar bisa mencapai target.
4. Fokus pada kekurangan
Karena menuntut kesempurnaan pelaku perfectionism trap menjadi fokus pada satu kekurangan atau kegagalan, meskipun banyak rencananya yang berhasil dengan sempurna. Tetapi mereka tetap meratapi kegagalannya yang sudah terjadi, bahkan menyalahkan diri sendiri.
Ibarat ada 10 soal di lembaran kertas ujian dan 9 soal benar sedangkan 1 salah, mereka hanya fokus pada kesalahan itu saja dan sibuk berandai-andai kalau saja dia menjawab A pasti nilainya menjadi sempurna.
5. Takut Kritikan
Takut Kritikan juga merupakan salah satu ciri orang perfectionism trap, sekali ada orang yang mengkritiknya maka mereka akan kepikiran terus atau overthinking. Misalnya ada seseorang yang datang mengkritik hasil kerja, maka perfectionism trap akan merasa bahwa hasil kerjanya jelek dan mereka akan mengerjakan ulang sampai hasilnya benar-benar sempurna.
Meskipun sebenarnya hasil kerjanya sudah bagus dan hanya perlu sedikit perbaikan, tapi mereka merasa bahwa hasil kerjanya benar-benar jelek karena ada orang lain yang berani mengkritiknya. Sehingga mereka lebih memilih untuk mengerjakan ulang, melakukan berkali-kali revisi sampai dirasa sempurna dan orang lain puas dengan hasil kerjanya.
Terjebak dalam perfectionism trap memang benar-benar melelahkan, harus melakukan semuanya dengan sempurna agar bisa tenang. Banyak waktu dan kesempatan yang terbuang hanya karena menunggu perencanaan yang sempurna, baru bertindak.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook , Instagram , Tiktok , X, YouTube , Pinterest






