Redaksiku.com Melihat berita yang ada di dalam televisi dan sosial media tentang banyaknya kasus perceraian di usia muda, dapat membuat gen z semakin takut untuk menikah sehingga mereka banyak yang memilih untuk meningkatkan karirnya terlebih dahulu.
Tidak Semua Pernikahan Di Usia Muda Berakhir Perceraian
Faktanya tidak semua pernikahan di usia muda berakhir dengan perceraian, semua tergantung pada pribadi. Alasan pernikahan di usia muda sampai saat ini mampu bertahan karena mereka mempunyai kesiapan finansial, kemampuan komunikasi dan emosional yang baik.
Namun tetap dianjurkan untuk menikah di usia yang matang, karena mereka sudah stabil secara mental dan finansial sehingga lebih siap untuk membangun rumah tangga yang harmonis.
Inilah Penyebab Kasus Perceraian Di Usia Muda
1. Finansial
Alasan pertama yang menjadi salah satu banyaknya kasus perceraian di usia muda maupun tua yaitu karena mengalami masalah finansial, terlebih lagi bagi seseorang yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan gaji bulanan di bawah standar minimum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Banyak anak muda yang belum mendapatkan penghasilan yang menjanjikan, namun sudah berani untuk menikah tanpa berpikir panjang bahwa setelah menikah nanti banyak kebutuhan yang harus dipenuhi apalagi jika sudah mempunyai anak.
Jika kebutuhan tidak dipenuhi maka tak jarang bisa sering menimbulkan cek cok, sampai kedua belah pihak merasa bahwa sudah tidak ada ketidakcocokan lagi diantara mereka dan berujung pada perceraian.
2. Komunikasi
Kurangnya komunikasi dan kurangnya memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik juga dapat menyebabkan kesalahpahaman, bahkan dapat memicu terjadinya pertengkaran dalam rumah tangga sehingga rumah tangga kehilangan keharmonisan.
Pasangan muda seringkali tidak mau mengalah bahkan ingin selalu dimengerti dan menang sendiri, bisa dikatakan mereka lebih memilih meningginya egonya dari pada berusaha saling memahami dan minta maaf.
Keseringan bertengkar akibat kesalahpahaman dapat membuat kedua belah merasa capek dan hambar, bahkan ada beberapa orang yang merasa bahwa pernikahannya sudah tidak worth it untuk dipertahankan karena tidak adanya ketenangan.
3. Menginginkan Kebebasan
Ada banyak orang yang sudah menikah menyarankan anak muda untuk tidak segera menikah, mereka justru menyarankan untuk menikmati masa muda dengan mengejar cita-cita ataupun melakukan hobi dan kesenangan lainnya yang positif.
Mengapa banyak pasangan yang sudah menikah menyarankan demikian? Alasannya adalah setelah menikah nanti kita sudah tidak bisa bebas seperti sebelum menikah, karena melakukan hal apapun harus izin pada pasangan terlebih dahulu sebagai bentuk menghargainya.
Jika pasangan tidak mengizinkan biasanya anak muda tak jarang memilih untuk membantah demi bisa melakukan hal yang dia sukai, karena mereka masih mementingkan kesenangan dirinya sendiri. Jika hal ini terlalu keseringan terjadi tentunya dapat membuat pasangan, merasa kurang dihargai dan hal ini tentu melukai perasaannya.
4. Orang Tua Ikut Campur
Banyak orang tua yang ikut campur dalam urusan rumah tangga anaknya, terlebih lagi jika anak masih usia muda. Tentu orang tua melakukan hal tersebut bukan tanpa alasan yang jelas, mereka hanya ingin memperhatikan dan mencoba membimbing anak agar rumah tangga anaknya berjalan dengan lancar.
Memang tujuan orang tua mencampuri urusan rumah tangga mempunyai maksud yang baik, namun terkadang hal tersebut dapat membuat salah satu pasangan merasa kurang nyaman dan kurang leluasa akibatnya bisa memicu terjadinya pertengkaran.
Bahkan terkadang banyak kasus menantu yang menjadi kurang akur dengan mertua, karena alasannya mertua ataupun orang tua sering ikut campur dalam urusan rumah tangga.
Itulah beberapa penyebab terjadinya perceraian yang paling banyak di usia muda, menikah bukanlah hanya sekedar menyatukan dua hati untuk hidup bersama saja. Tapi juga memerlukan persiapan yang mantang agar bisa membangun rumah tangga yang bahagia, sejahtera, damai dan langgeng.
Pernikahan bukanlah suatu perlombaan yang harus disegerakan dengan cepat, menikahlah jika memang benar-benar sudah siap secara fisik dan juga mental. Tak hanya itu saja soal kemampuan finansial juga bisa mempengaruhi kesejahteraan dalam berumah tangga, jadi pastikan sudah siap secara finansial juga.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau WhatsApp Channels
Penulis : Argafica
Editor : Argafica






