Redaksiku.com – Memang benar banyak ungkapan yang mengatakan mengatakan bahwa “Diam itu emas” tetapi faktanya tidak selamanya diam selalu emas, semua tergantung pada kondisi dan situasi tertentu jadi kita harus paham kapan waktunya untuk diam.
Kapan waktu yang pas untuk diam?
Waktu yang pas untuk diam yaitu pada saat kita sedang berada pada situasi seperti berikut ini.
- Sedang emosi
- Saat orang lain emosi
- Saat orang lain sedang berbicara
- Saat orang lain memarahi kita karena kita telah berbuat salah
- Minim pengetahuan tentang suatu hal
- Belum mengetahui fakta dengan pasti
- Menjaga rahasia
Nah, itulah beberapa waktu yang tepat untuk diam dan menjadikan diam adalah emas.
Alasan Diam Tidak Selalu Emas
1. Disalahpahami
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa diam tidak selalu emas?Banyak orang yang memilih diam tetapi sikap mereka justru sering disalahpahami, banyak orang yang menganggap orang yang kebanyakan diam seperti lemah bahkan minim pengetahuan karena jarang sekali berbicara ataupun memberikan reaksi.
Diam di waktu yang tidak tepat dapat membuat orang lain memberikan penilaian yang kurang baik terhadap seseorang, karena seperti yang telah kita ketahui kebanyakan orang selalu menilai orang lain dari penampilan luarnya saja.
Padahal seseorang memilih diam bukan karena mereka tidak mengerti apapun, terkadang mereka diam karena tidak ingin situasi semakin runyam dan juga dibalik sikap diamnya mereka sibuk mengamati dan mencari solusi meskipun tidak mengutarakannya.
2. Tertindas
Kebanyakan orang yang diam selalu ditindas oleh orang lain karena mereka berfikir bahwa pendiam tidak berani menegur, membalas dan berbicara. Padahal seseorang terkadang diam, karena tidak ada energi untuk memberikan reaksi apapun pada orang yang sedang berusaha mengusiknya.
Jangan takut, malas maupun ragu untuk berbicara. Meskipun terkadang suara kita tidak didengarkan oleh orang lain, setidaknya kita sudah berani berbicara daripada hanya berdiam diri dan mengikuti alur. Saat kita berani berbicara, artinya kita juga sudah membantu orang lain untuk berpikir lebih luas ataupun melihat dari sudut pandang orang lain.
Jangan biarkan orang lain berbicara dan bertindak sesuka hatinya pada diri kita, oleh karena itu belajarlah untuk berani membuka suara karena diam tidak akan menyelesaikan apapun. Kamu tidak perlu menunjukkan siapa dirimu dihadapan orang lain, tapi cukup jadi diri sendiri yang tidak mudah diperlakukan seenaknya oleh orang lain.
3. Kehilangan Peluang
Ada beberapa orang yang menilai seseorang yang kebanyakan diam sebagai orang yang minim pengetahuan dan skill, karena mereka tidak pernah melihat skill yang dimiliki oleh orang pendiam. Maka dari itu setiap ada peluang atau kesempatan, orang lain selalu memberikannya pada orang yang menurutnya terampil.
Jika punya skill atau keterampilan tertentu jangan disembunyikan tetapi kembangkan lah, karena siapa tau saja ada orang yang datang menawarkan kesempatan yang selama ini kamu tunggu bahkan hal tersebut dapat menguntungkan bagi kehidupan kamu.
Keterampilan yang kamu bisa harus lah di kembangkan, jangan disembunyikan karena tindakan tersebut bisa merugikan diri sendiri seperti kehilangan peluang dan kesempatan. Jadi jika mempunyai keterampilan kembangkan dan manfaatkan untuk kebaikan diri.
Itulah waktu yang tepat untuk diam dan alasan diam tidak selalu emas. Agar tidak disalahpahami oleh orang lain, kita harus mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berbicara. Jangan sampai hanya berdiam diri saja, mengikuti alur yang orang lain buat ataupun memilih berpasrah diri.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau WhatsApp Channels






