Dokter Kamelia Beberkan Fakta Mengejutkan
Selain keluarga, kekasih Ammar, Dokter Kamelia, turut mengonfirmasi bahwa kondisi sebenarnya lebih buruk dari yang terlihat di media. Ia mengaku menyaksikan sendiri perubahan kondisi Ammar melalui panggilan video.
Nanti coba minta rekaman sama Om Jon, itu lebih menyedihkan sebenarnya dibanding yang tersebar, ujarnya.
Kamelia menggambarkan bahwa Ammar tampak tidak bersemangat dan menunjukkan tanda-tanda kehilangan stabilitas emosi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan tersebut memperkuat kesan bahwa Ammar Zoni disebut alami krisis mental bukan sekadar rumor atau spekulasi publik.
Ia bahkan meminta sistem hukum di Indonesia untuk lebih memperhatikan asas kemanusiaan dalam menjalankan aturan pemasyarakatan.
Seruan Kemanusiaan untuk Pemerintah
Setelah pernyataan keluarga viral, berbagai tagar seperti #JusticeForAmmarZoni dan #KemanusiaanUntukSemua ramai di media sosial. Publik menuntut agar pemerintah turun tangan memeriksa kondisi para tahanan, khususnya di Nusakambangan.
Kamelia secara terbuka meminta agar sistem hukum di Indonesia tidak diskriminatif. Aku sih cuma minta di Indonesia ini hukumnya jangan memilah-milah, ucapnya. Seruan itu menjadi bentuk keprihatinan atas perlakuan terhadap Ammar dan tahanan lainnya.
Gerakan warganet yang menyerukan evaluasi perlakuan di lapas menunjukkan dukungan moral besar terhadap Ammar.
Mereka berharap isu Ammar Zoni disebut alami krisis mental menjadi momentum untuk memperbaiki sistem penegakan hukum yang lebih manusiawi.
Desakan Gelar Sidang Tatap Muka
Keluarga kini terus mendesak agar sidang Ammar berikutnya digelar secara tatap muka, bukan daring. Mereka menilai Ammar harus diberi kesempatan berbicara langsung agar publik bisa melihat kondisi aslinya tanpa penyaringan.
Menurut kuasa hukum, desakan ini juga demi memastikan hak Ammar untuk membela diri tetap terjamin. Sidang tatap muka dianggap lebih adil karena memungkinkan hakim menilai langsung keadaan terdakwa.
Langkah ini dinilai penting oleh banyak pihak, mengingat Ammar Zoni disebut alami krisis mental dan memerlukan pendekatan yang lebih empatik dari sistem hukum. Hingga kini, pihak Lapas Nusakambangan belum memberikan tanggapan resmi.
Kasus Ammar Zoni disebut alami krisis mental membuka kembali perbincangan tentang perlakuan terhadap narapidana di Indonesia.
Banyak pihak menilai bahwa sistem pemasyarakatan perlu menyeimbangkan antara penegakan hukum dan hak asasi manusia.
Keluarga dan pendamping hukum Ammar Zoni terus berupaya agar ia bisa memperoleh perlakuan yang lebih adil dan kemanusiaan yang layak. Mereka berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi kesehatan mental para tahanan.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels
Halaman : 1 2






