Banjir Setinggi 2 Meter Rendam 200 Rumah di Makassar, Ribuan Warga Terjebak dan Mengungsi

- Penulis

Rabu, 12 Februari 2025 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polri bergerak cepat mengevakuasi korban banjir di Makassar. Ribuan warga terdampak, bantuan dan dapur lapangan disiapkan. (Foto: Dok. TBN Polri)

Polri bergerak cepat mengevakuasi korban banjir di Makassar. Ribuan warga terdampak, bantuan dan dapur lapangan disiapkan. (Foto: Dok. TBN Polri)

Curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di Makassar semakin meluas.

Pada Rabu (12/2/2025), air merendam empat kelurahan di Kecamatan Manggala, Sulawesi Selatan. Ketinggian air bahkan mencapai dada orang dewasa, membuat warga terjebak di dalam rumah mereka.

Hujan deras yang berlangsung sejak Selasa malam memperparah kondisi di wilayah tersebut.

Air sungai meluap dan sistem drainase tidak mampu menampung debit air yang tinggi. Akibatnya, ribuan warga terdampak dan banyak yang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Arya Perdana, melaporkan bahwa banjir Makassar merendam 200 rumah dan berdampak pada 1.070 jiwa dari 290 Kepala Keluarga (KK).

Banyak warga yang terjebak di rumah tanpa bisa keluar karena arus air yang deras.

Evakuasi Korban Banjir Makassar Terus Dilakukan

Polri bergerak cepat mengevakuasi korban banjir di Makassar. Ribuan warga terdampak, bantuan dan dapur lapangan disiapkan. (Foto: Dok. TBN Polri)
Banjir Setinggi 2 Meter Rendam 200 Rumah di Makassar, Ribuan Warga Terjebak dan Mengungsi

Polri bersama tim Search and Rescue (SAR) dari Batalyon Pelopor Polda Sulsel langsung diterjunkan ke lokasi bencana. Mereka melakukan evakuasi di Kelurahan Manggala, Katimbang, Tamangapa, dan Mangasa, yang merupakan wilayah terdampak paling parah.

Proses evakuasi dilakukan sejak Selasa malam hingga Rabu pagi menggunakan perahu karet dan peralatan seadanya.

Tim penyelamat harus menerjang arus deras untuk mencapai rumah-rumah warga yang masih terjebak.

Kapolrestabes Makassar menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah mengevakuasi warga yang paling rentan, seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.

Hingga Rabu siang, sebanyak 50 orang berhasil dievakuasi, terdiri dari 7 lansia, 29 orang dewasa, dan 14 anak-anak.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan warga yang terdampak banjir Makassar. Petugas terus menyisir wilayah yang masih terendam dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal,” ujar Kombes Arya Perdana.

Selain itu, aparat kepolisian juga mendirikan posko darurat di beberapa titik strategis.

Posko ini difungsikan untuk memberikan informasi kepada warga, menampung pengungsi sementara, serta menyalurkan bantuan bagi mereka yang membutuhkan.

Kondisi Pengungsi Banjir di Makassar

Para pengungsi kini ditempatkan di beberapa titik evakuasi, salah satunya di Masjid Al-Muttaqin. Mereka membutuhkan makanan, pakaian kering, air bersih, dan obat-obatan.

Untuk memastikan pasokan makanan tetap terpenuhi, Polri dan relawan mendirikan mobil dapur lapangan di lokasi pengungsian.

Dapur umum ini menyediakan makanan siap saji bagi para korban banjir Makassar yang masih berada di lokasi evakuasi.

“Kami pastikan semua korban yang terdampak mendapatkan makanan dan bantuan yang cukup. Tim medis juga sudah bersiaga untuk menangani korban yang mengalami gangguan kesehatan akibat banjir,” ujar Arya.

Sejumlah warga mengeluhkan penyakit kulit dan infeksi akibat terendam air kotor selama berjam-jam.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa Hari Ini M5,5 Guncang Gayo Lues Aceh, Terasa hingga Medan
Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali
Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri
Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG
Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!
Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus
Aturan Baru! WNA yang Ingin Jadi WNI Wajib Bayar Rp75 Juta untuk Naturalisasi
Wah, Ternyata! Penimbunan Solar Subsidi di Barru Berujung Penjara
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:59 WIB

Gempa Hari Ini M5,5 Guncang Gayo Lues Aceh, Terasa hingga Medan

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:38 WIB

Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:25 WIB

Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:31 WIB

Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:15 WIB

Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus

Berita Terbaru

Wahyu M dinobatkan sebagai Daeng I Maros 2026, sementara Nurul Annisah dari Kecamatan Mandai berhasil meraih gelar Dara I Maros 2026.

Internasional

Dara Daeng Maros 2026 Lahirkan Duta Wisata Baru

Kamis, 23 Jul 2026 - 06:40 WIB