Setelah Ditekan, Pihak Pondok Pesantren Gontor Akhirnya Mengakui Bahwa Para Santri Meninggal Karena Penganiayaan

- Penulis

Rabu, 21 Februari 2024 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah Ditekan, Pihak Pondok Pesantren Gontor Akhirnya Mengakui Bahwa Para Santri Meninggal Karena Penganiayaan

Setelah Ditekan, Pihak Pondok Pesantren Gontor Akhirnya Mengakui Bahwa Para Santri Meninggal Karena Penganiayaan

redaksiku.com – Soimah, Ibu AM,  santri asal Palembang, Sumatera Selatan, yang meninggal di Darussalam Gontor 1, sebuah pondok pesantren modern di Pondok, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengaku mendapat kabar anaknya meninggal karena kelelahan.

Menghadiri perkemahan musim panas (Perkajum) dari Kamis hingga Jumat. Kabar tersebut dihimpun Soimah dari paramedis Gontor 1 Ustad Agus sekitar pukul 10.20 WIB Senin (22/8/2022).

Berita itu mengejutkannya. Soimah tidak bisa lagi berpikir jernih. Ia hanya berharap jenazah putra kesayangannya itu bisa dibawa ke kampung halamannya di Palembang.

Akhirnya Almarhum tiba di Palembang pada sore hari Selasa, 23 Agustus 2022 dengan didampingi Gontor 1 yang dipimpin Ustad Agus. Namun, saya tidak tahu siapa Ustad Agus, hanya sebagai perwakilan,” tulis Soimah dalam surat terbuka yang disiapkan dan dikonfirmasinya, Senin (9 Mei 2022) kepada Kompas.com. Namun, Soima mendapat pesan dari Wali lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Santri yang AM tidak mati karena kelelahan. Keluarga akhirnya menuntut agar peti mati putra mereka dibuka. Pada saat ini, suasana sedih melonjak lagi. Keluarga melihat kondisi korban bukan akibat terjatuh, melainkan dugaan penganiayaan.

Sebagai seorang ibu, saya sangat tidak tega melihat jenazah anak saya dan keluarga saya. Kemarahan yang tak terbendung, mengapa laporan yang disampaikan berbeda dengan kenyataan yang diterima. Kami menghubungi bagian forensik karena tidak berhasil dan pihak rumah sakit sudah siap untuk melakukan otopsi,” jelasnya.

Di bawah paksaan, Gontor 1 yang menyerahkan jasad AM mengaku AM menjadi korban pelecehan. Kemarahan Soima dan keluarganya atas tindakan ini menjadi tak terbendung. “Saya tidak bisa menahan penyesalan karena meninggalkan anak saya di pesantren pertama di Indonesia,” katanya. Setelah mendapat pengakuan dari pihak pesantren, Soimah memutuskan untuk tidak melakukan otopsi karena tidak ingin jenazah anaknya “dihancurkan”.

Saya tidak mau jenazah anak saya dijarah karena lebih dari sehari dan anak saya bisa dikuburkan secepatnya. Keputusan saya untuk tidak masuk ke ranah hukum didasarkan pada beberapa pertimbangan. Jadi kami menulis surat terbuka yang intinya kami ingin bertemu dengan Kyai Gontor 1, pelaku duduk satu meja dengan keluarganya dan bertanya-tanya tentang kronologi anak-anak kami sebelum mereka meninggal,” tulis mahasiswa asal Palembang karena dianiaya.

Berita meninggalnya santri Pondok Gontor di Palembang menyebar di media sosial setelah ibu korban mengadukan kepada pengacara ternama Hotman Paris Hutape. Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo mengatakan polisi telah bertemu dengan pengurus Pondok Pesantren Gontor (Ponpeh) terkait meninggalnya AM, mahasiswa asal Palembang, Sumatera Selatan. Pondok Gontor bersikap kooperatif saat ditemui Polres Ponorogo. Bahkan hotel telah berjanji untuk transparan tentang situasinya.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Sidang MK soal Latar Belakang Pendidikan Gibran
Pelajar di Demak Bubarkan Geng Motor untuk Akhiri Tawuran
Iran Tegaskan Tetap Lanjutkan Program Nuklir di Sidang PBB
TNI Buru Pemasok Senjata TPNPB-OPM Usai Penangkapan Abdon Kisamdu di Yahukimo
Sincere Homemade Paskal Tampil dengan Wajah Baru dan Dessert Kurang Manis
LBH Papua Desak Komnas HAM Investigasi Tewasnya Leonardus Konorop
Dilema APBN di Balik Rencana Pendidikan Gratis Prabowo
Panduan Lengkap Financial Boundary untuk Keuangan dan Hubungan

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 14:16 WIB

Pelajar di Demak Bubarkan Geng Motor untuk Akhiri Tawuran

Kamis, 24 September 2026 - 14:15 WIB

Iran Tegaskan Tetap Lanjutkan Program Nuklir di Sidang PBB

Kamis, 24 September 2026 - 14:12 WIB

TNI Buru Pemasok Senjata TPNPB-OPM Usai Penangkapan Abdon Kisamdu di Yahukimo

Kamis, 24 September 2026 - 14:11 WIB

Sincere Homemade Paskal Tampil dengan Wajah Baru dan Dessert Kurang Manis

Kamis, 24 September 2026 - 14:11 WIB

LBH Papua Desak Komnas HAM Investigasi Tewasnya Leonardus Konorop

Berita Terbaru

Prajurit TNI dikerahkan untuk mempercepat penanganan dan pembersihan material pascabanjir bandang di Kabupaten Solok.

Politik

TNI Bantu Penanganan Banjir Bandang di Kabupaten Solok

Kamis, 24 Sep 2026 - 14:23 WIB

Demian Aditya mengungkap perannya di balik perjalanan karier Sara Wijayanto.

Life Style

Perjalanan Karier Sara Wijayanto di Mata Demian Aditya

Kamis, 24 Sep 2026 - 14:20 WIB

error: Content is protected !!