Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 11 Orang

- Penulis

Senin, 7 September 2026 - 23:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garis asap dan kerusakan akibat serangan udara Israel di Lebanon selatan yang menewaskan 11 orang.

Serangan udara militer Israel di Lebanon selatan pada Senin menewaskan sedikitnya 11 orang, termasuk bayi dan petugas medis.

Redaksiku.com – Militer Israel kembali melancarkan gelombang serangan udara mematikan di Lebanon selatan pada Senin, 7 September 2026, yang menewaskan sedikitnya 11 orang, termasuk bayi dan petugas medis. Eskalasi militer terbaru ini memicu kepanikan mendalam di kalangan warga sipil yang sebelumnya sempat bernapas lega menyusul kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat pada awal pertengahan tahun ini.

Serangan pertama yang dilaporkan menghantam sebuah bangunan tempat tinggal berlantai tiga di kota Kafr Rouman pada dini hari. Sembilan nyawa melayang di tempat, termasuk dua bayi yang masih sangat kecil, sementara lima orang lainnya mengalami luka-luka berat akibat reruntuhan bangunan.

Tidak berhenti di situ, agresi berlanjut dengan menyasar sebuah kendaraan sipil di kota yang sama. Insiden tersebut menewaskan dua petugas medis dari Asosiasi Pramuka Risala Islam yang sedang bertugas di lapangan. Kementerian Kesehatan Lebanon dengan tegas menyatakan bahwa serangan mematikan terhadap tenaga medis ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional yang dilakukan oleh Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konflik yang terus membara ini telah merenggut lebih dari 4.350 korban jiwa di seluruh penjuru Lebanon sejak Maret.

Kecaman Keras Presiden Lebanon dan Ancaman Gencatan Senjata

Rangkaian serangan udara ini terjadi hanya sehari setelah gempuran serupa menewaskan tujuh orang dan melukai 20 lainnya di wilayah selatan Lebanon. Di sisi lain, pihak militer Israel berdalih bahwa operasi tersebut merupakan respons balasan atas serangan drone yang dilancarkan oleh kelompok Hizbullah terhadap posisi pasukan mereka di perbatasan.

Situasi pelik ini langsung menuai kecaman keras dari Presiden Lebanon, Joseph Aoun. Dalam pernyataannya, ia menilai eskalasi militer yang berbahaya ini secara langsung mengancam kesepakatan gencatan senjata yang telah dirintis bersama AS pada Juni lalu.

Presiden Aoun mendesak komunitas internasional, khususnya Amerika Serikat, untuk segera memberikan tekanan diplomatik kepada pemerintah Israel agar menghentikan agresi militer di tanah Lebanon. Ia khawatir bentrokan lanjutan akan menghancurkan stabilitas rapuh yang baru saja dibangun pasca penandatanganan Nota Kesepahaman beberapa bulan lalu.

Bayang-Bayang Ketakutan di Lebanon Selatan

Berdasarkan laporan dari berbagai media internasional, intensitas serangan militer Israel di wilayah selatan Lebanon meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir. Ironisnya, lokasi serangan di Kafr Rouman terletak hanya berjarak ratusan meter dari area yang sebelumnya diklaim oleh militer Israel sebagai zona keamanan.

Jurnalis lapangan Al Jazeera, Zeina Khodr, melaporkan bahwa suasana ketakutan kini kembali menyelimuti warga setempat. Padahal, banyak warga sipil yang baru saja kembali ke kampung halaman mereka dengan harapan perang telah usai setelah penandatanganan perjanjian damai.

Warga kini hidup dalam ketidakpastian yang luar biasa karena mereka merasa aturan keterlibatan di lapangan telah berubah secara sepihak. Gelombang serangan bertubi-tubi dalam waktu kurang dari 48 jam membuat masyarakat sipil merasa tidak memiliki tempat yang benar-benar aman untuk berlindung.

Militer Israel terus menghancurkan desa-desa di zona keamanan dan melancarkan serangan udara tanpa peringatan evakuasi sebelumnya.

Dampak Kemanusiaan dan Korban Jiwa yang Terus Bertambah

Sejak ketegangan antara Israel dan Hizbullah kembali memuncak pada awal Maret 2026, jumlah korban jiwa telah mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan. Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat lebih dari 4.350 orang tewas dan lebih dari 12.300 lainnya mengalami luka-luka akibat berbagai serangan militer.

Situasi ini semakin memprihatinkan dengan tingginya korban di kalangan tenaga kesehatan darurat. Hingga pekan lalu, tercatat ada 179 serangan terpisah yang menyasar kru serta fasilitas ambulans, yang mengakibatkan 135 petugas medis gugur dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Meskipun intensitas pertempuran sempat mereda pasca kesepakatan Juni lalu, pasukan Israel tetap aktif meratakan berbagai bangunan dan infrastruktur di desa-desa selatan. Operasi militer sering kali dilakukan secara mendadak tanpa memberikan instruksi evakuasi yang memadai kepada warga sipil di sekitarnya.

  • Sebelas orang tewas termasuk bayi dan tenaga medis di Kafr Rouman
  • Presiden Lebanon mendesak AS menekan Israel demi menyelamatkan gencatan senjata
  • Lebih dari 4.350 jiwa melayang akibat eskalasi konflik sejak bulan Maret

Pertanyaan Umum

Mengapa Israel kembali menyerang Lebanon selatan?

Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut dilancarkan sebagai balasan atas serangan drone yang dilakukan oleh kelompok Hizbullah terhadap posisi pasukan mereka di wilayah perbatasan selatan Lebanon.

Bagaimana dampak serangan ini terhadap kesepakatan damai?

Pemerintah Lebanon, melalui Presiden Joseph Aoun, menyatakan bahwa eskalasi militer ini sangat membahayakan dan mengancam keberlangsungan kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat pada Juni 2026.

Berapa jumlah total korban jiwa akibat konflik ini?

Sejak konflik kembali memanas pada awal Maret 2026, tercatat lebih dari 4.350 orang meninggal dunia dan lebih dari 12.300 orang mengalami luka-luka di seluruh wilayah Lebanon.Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 11 Orang

Ringkasan

Serangan udara militer Israel di Lebanon selatan pada 7 September 2026 menewaskan 11 orang, termasuk bayi dan petugas medis, serta mengancam kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Eskalasi ini memicu kecaman keras dari Presiden Lebanon, Joseph Aoun, di tengah kekhawatiran atas keselamatan warga sipil dan terus bertambahnya korban jiwa yang kini melampaui 4.350 orang sejak Maret.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 11 Orang
Dugaan Anggota DPRD Bengkulu Vinna Terima Mobil Mewah dari KPK
Menteri HAM Desak Kasasi Kasus TNI Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Karhutla Gunung Semeru Padam, 3.072 Hektare Lahan Terdampak
Hakim Potong Hukuman Dua Oknum TNI Penyiram Air Keras ke Aktivis
Gubernur Minta Pemda Percepat Pertanggungjawaban Dana Otsus
Langgar Izin Usaha, 17 Tempat Karaoke di Satpol PP
Anak Krakatau Berubah dari Erupsi Menerus ke Strombolian, Status Masih Siaga

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 23:11 WIB

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 11 Orang

Senin, 7 September 2026 - 23:11 WIB

Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 11 Orang

Senin, 7 September 2026 - 22:25 WIB

Dugaan Anggota DPRD Bengkulu Vinna Terima Mobil Mewah dari KPK

Senin, 7 September 2026 - 15:22 WIB

Menteri HAM Desak Kasasi Kasus TNI Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Senin, 7 September 2026 - 13:56 WIB

Karhutla Gunung Semeru Padam, 3.072 Hektare Lahan Terdampak

Berita Terbaru

Serangan udara militer Israel di Lebanon selatan pada Senin menewaskan sedikitnya 11 orang, termasuk bayi dan petugas medis.

Viral

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 11 Orang

Senin, 7 Sep 2026 - 23:11 WIB