Redaksiku.com – Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, kembali menegaskan pentingnya pengalaman bermain di luar negeri bagi para pemain futsal Tanah Air.
Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, karier internasional menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan kualitas, mental bertanding, serta pemahaman taktik pemain Indonesia agar mampu bersaing di level tertinggi Asia dan dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Souto usai Timnas Futsal Indonesia meraih kemenangan atas Kirgistan pada laga fase grup Piala Asia Futsal 2026. Bermain di Indonesia Arena, Jakarta, pada Kamis (29/1/2026), skuad Garuda sukses menundukkan Kirgistan dengan skor 5-3 dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan penuh tekanan.
Kemenangan Penting di Tengah Tekanan Internasional
Bagi Hector Souto, kemenangan atas Kirgistan bukan sekadar tambahan tiga poin di fase grup. Lebih dari itu, laga tersebut menjadi sarana pembelajaran berharga bagi para pemain Indonesia dalam menghadapi atmosfer pertandingan internasional yang sarat tekanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, sebagian besar pemain Timnas Futsal Indonesia masih berada dalam tahap adaptasi ketika tampil di kompetisi level Asia. Tekanan mental, intensitas permainan, serta ritme pertandingan internasional disebut masih menjadi tantangan tersendiri bagi skuad Merah Putih.
Pertandingan seperti ini sangat penting untuk membentuk mental pemain. Mereka belajar bagaimana menghadapi tekanan, bagaimana merespons situasi sulit, dan bagaimana tetap fokus hingga akhir laga, ujar Souto dalam keterangannya yang dikutip dari ANTARA.
Bermain di Luar Negeri, Jalan Keluar dari Gelembung
Souto secara terbuka menyampaikan pandangannya bahwa bermain di kompetisi domestik saja tidak cukup untuk mendorong peningkatan signifikan kualitas pemain futsal Indonesia. Menurutnya, pengalaman berkarier di luar negeri dapat membuka wawasan baru sekaligus mempercepat proses perkembangan individu pemain.
Saya berharap suatu hari pemain Indonesia bisa bermain di luar negeri. Jika hanya bermain di sini, kita seperti hidup di dalam sebuah gelembung, kata Souto.
Pelatih berusia 44 tahun itu menilai bahwa bermain di luar negeri akan memaksa pemain keluar dari zona nyaman. Mereka akan berhadapan dengan standar latihan yang lebih tinggi, kompetisi yang lebih ketat, serta tuntutan profesionalisme yang lebih besar, baik dari segi fisik, teknik, maupun mental.
Kita perlu memecahkan gelembung itu untuk meningkatkan level permainan, tegasnya.

Adaptasi Budaya dan Mentalitas Kompetisi
Lebih lanjut, Souto menjelaskan bahwa manfaat bermain di luar negeri tidak hanya terbatas pada aspek teknis. Adaptasi budaya, disiplin, serta mentalitas kompetisi juga menjadi nilai tambah yang sangat penting.
Di banyak negara dengan tradisi futsal kuat seperti Spanyol, Portugal, atau Brasil, pemain terbiasa dengan intensitas latihan tinggi dan tekanan performa yang konsisten. Lingkungan tersebut, menurut Souto, dapat membentuk karakter pemain yang lebih tangguh dan siap bersaing di level internasional.
Ketika pemain menghadapi budaya sepak bola dan futsal yang berbeda, mereka belajar banyak hal. Mulai dari cara berpikir, cara bertanding, hingga cara menjaga profesionalisme sebagai atlet, jelasnya.
Tidak Hanya Merantau, Liga Domestik Juga Harus Berkembang
Meski menekankan pentingnya pengalaman luar negeri, Souto menegaskan bahwa peningkatan kualitas futsal nasional tidak bisa hanya mengandalkan satu pendekatan. Ia menilai penguatan kompetisi domestik juga memegang peran krusial dalam pembangunan jangka panjang.
Salah satu langkah yang menurutnya efektif adalah dengan menghadirkan pemain asing berkualitas ke Liga Futsal Indonesia. Kehadiran pemain asing berpengalaman dinilai dapat meningkatkan level persaingan dan menjadi sarana pembelajaran langsung bagi pemain lokal.
Peningkatan kualitas bisa dilakukan dengan berbagai cara. Selain mendorong pemain Indonesia ke luar negeri, mendatangkan pemain asing berkualitas ke liga domestik juga sangat penting, kata Souto.
Menurutnya, interaksi langsung dengan pemain asing yang memiliki jam terbang tinggi akan membantu pemain lokal memahami standar permainan internasional tanpa harus selalu pergi ke luar negeri.
Tantangan dan Peluang Futsal Indonesia
Pandangan Hector Souto sejalan dengan tantangan yang dihadapi futsal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Meski menunjukkan perkembangan positif dan kerap bersaing di level Asia, Timnas Futsal Indonesia masih membutuhkan konsistensi dan kedalaman kualitas untuk bersaing dengan kekuatan tradisional Asia.
Pengalaman internasional pemain menjadi salah satu faktor pembeda antara tim yang mampu melaju jauh dan tim yang masih tertahan di fase-fase awal turnamen. Dalam konteks ini, Souto melihat peluang besar bagi pemain Indonesia untuk berkembang lebih pesat jika mendapatkan paparan kompetisi global.
Di sisi lain, dukungan federasi, klub, serta pemangku kepentingan futsal nasional juga dinilai penting untuk membuka jalan bagi pemain yang ingin berkarier di luar negeri, baik melalui kerja sama klub, agen, maupun program pengembangan pemain muda.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






