Jelang laga Brunei vs Indonesia

- Penulis

Jumat, 23 Februari 2024 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jelang laga Brunei vs Indonesia

Jelang laga Brunei vs Indonesia

Mario Rivera, pelatih tim nasional sepak bola Brunei Darussalam, mengekspresikan kekhawatirannya tentang pengalaman minim timnya dalam pertandingan internasional. Rivera merasa tidak puas menjelang pertandingan melawan Timnas Indonesia dalam babak pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pertandingan antara Brunei dan Indonesia adalah leg kedua dari babak pertama kualifikasi ini dan dijadwalkan berlangsung pada Selasa (17/10/2023) di Stadion Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei, pukul 19.00 WIB.

Kedua tim telah bertemu pada leg pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis (12/10). Pada pertemuan tersebut, Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Brunei dengan skor telak enam gol tanpa balas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

JELANG LAGA BRUNEI VS INDONESIA
Jelang laga Brunei vs Indonesia

Meskipun Brunei kalah, skor tersebut dianggap sudah lebih baik daripada pertemuan sebelumnya saat mereka dikalahkan oleh Timnas Indonesia dengan skor 0-7 dalam Piala AFF 2022. Namun, Timnas Indonesia tetap bertekad untuk meraih kemenangan besar lagi di kandang Brunei.

Kekalahan dengan skor besar telah menjadi pengalaman yang biasa bagi tim sepak bola Brunei, dan pelatih mereka, Mario Rivera, mengakui bahwa perkembangan timnya terhambat, terutama karena minimnya kesempatan bermain dalam pertandingan internasional.

Rivera menjelaskan, “Jika kami jarang bermain dalam pertandingan internasional, maka kami tidak akan dapat berkembang. Sama seperti saya tidak akan menjadi seorang pelukis jika saya tidak pernah melukis. Tim-tim dari Asia Tenggara memainkan sekitar 10 pertandingan internasional setiap tahun, sementara kami hanya memiliki kurang dari dua pertandingan per tahun.”

Keterbatasan ini hanyalah salah satu dari banyak kendala yang dihadapi oleh sepak bola Brunei. Selain itu, dalam hal kualitas pemain dan perkembangan sepak bola, Brunei terpaut jauh dari negara-negara tetangga.

Dalam hal jumlah pemain misalnya, Indonesia memiliki banyak pilihan pemain yang berasal dari Liga 1 dan Liga 2. Sementara Brunei Darussalam memiliki kompetisi sepak bola profesional, namun dalam kondisi yang lebih amatir. Klub terkuat di Brunei, Duli Pengiran Muda Mahkota (DPMM), bahkan memilih untuk bermain di Liga Singapura.

Rivera menjelaskan, “Terdapat kesenjangan besar antara sepak bola di Brunei dan Indonesia. Indonesia memiliki populasi sekitar 320 juta orang, dengan ratusan ribu di antaranya bermain sepak bola, termasuk anak-anak. Mereka memiliki tim-tim profesional di liga utama dan liga kedua yang terdiri dari sekitar 46 tim, dan setiap tim memiliki sekitar 20 pemain profesional.”

Tantangan Rivera mencerminkan situasi yang sulit yang dihadapi tim sepak bola Brunei dalam menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat secara pengalaman dan sumber daya. Meskipun begitu, semangat untuk terus berkembang dan bersaing tetap ada, dan mereka akan terus berjuang dalam pertandingan-pertandingan mendatang.

Perjuangan Sepak Bola Brunei

Sepak bola Brunei Darussalam memiliki sejarah yang unik dan perjuangan yang berbeda dari kebanyakan negara di Asia Tenggara. Keterbatasan pengalaman dalam pertandingan internasional adalah salah satu masalah utama yang dihadapi oleh tim nasional Brunei.

Mario Rivera, pelatih tim nasional Brunei, telah mengakui bahwa minimnya pertandingan internasional yang dapat diikuti oleh timnya telah menjadi hambatan besar dalam perkembangan sepak bola Brunei. Dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Indonesia, yang memiliki kompetisi sepak bola yang lebih besar dan lebih berkembang, Brunei mengalami kesenjangan besar dalam hal pengalaman bermain.

Indonesia memiliki kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang kompetitif, dengan banyak pemain berbakat dari dalam dan luar negeri. Di sisi lain, Brunei memiliki liga sepak bola profesional, tetapi perkembangan sepak bola di sana dianggap kurang maju dibandingkan dengan negara-negara sekitarnya. Bahkan klub terkuat Brunei, Duli Pengiran Muda Mahkota (DPMM), memilih untuk bermain di Liga Singapura, menunjukkan tingkat kompetisi yang lebih tinggi di luar negeri.

Tantangan utama lainnya adalah kualitas pemain. Indonesia memiliki populasi besar yang mencintai sepak bola, dengan ratusan ribu pemain dari berbagai usia. Mereka memiliki banyak tim profesional di berbagai tingkatan, yang terdiri dari ribuan pemain. Di sisi lain, Brunei memiliki jumlah pemain yang jauh lebih sedikit, dan sebagian besar mereka bermain di tingkat amatir.

Ketidaksetaraan ini memengaruhi persiapan tim nasional Brunei dalam menghadapi tim-tim kuat seperti Timnas Indonesia. Meskipun Brunei berusaha keras untuk memperbaiki sepak bola mereka dan berkompetisi di tingkat internasional, perjalanan mereka masih panjang.

Tidak hanya minimnya pengalaman dan kualitas pemain, tetapi juga minimnya jumlah pertandingan internasional yang dapat dimainkan oleh tim nasional Brunei adalah salah satu kendala besar dalam menghadapi tim-tim kuat. Negara-negara lain di Asia Tenggara memiliki lebih banyak peluang untuk bermain dan bersaing di tingkat internasional.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hasil Brasil vs Maroko di Piala Dunia 2026: Laga Sengit Berakhir Imbang 1-1
Rute Jakarta International Marathon 2026 Hari Ini, Warga Diimbau Cek Rekayasa Lalu Lintas
Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Brasil vs Maroko Jadi Laga yang Paling Dinanti
CFD Jakarta 14 Juni 2026 Ditiadakan, Ini Alasan dan Lokasi yang Terdampak
Gol Dianulir! Drama Offside Warnai Laga Pembuka AS vs Paraguay di Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Emil Audero Jadi Pahlawan di GBK!
Liga Ramang Berakhir, Andi Ina Bangga dengan Talenta Muda Barru
PSG vs Arsenal di Final UCL 2026! Siapa Angkat Trofi dan Ukir Sejarah?

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:18 WIB

Hasil Brasil vs Maroko di Piala Dunia 2026: Laga Sengit Berakhir Imbang 1-1

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:59 WIB

Rute Jakarta International Marathon 2026 Hari Ini, Warga Diimbau Cek Rekayasa Lalu Lintas

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:52 WIB

Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Brasil vs Maroko Jadi Laga yang Paling Dinanti

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:15 WIB

CFD Jakarta 14 Juni 2026 Ditiadakan, Ini Alasan dan Lokasi yang Terdampak

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:20 WIB

Gol Dianulir! Drama Offside Warnai Laga Pembuka AS vs Paraguay di Piala Dunia 2026

Berita Terbaru

Polisi Cek Distribusi LPG, Lonjakan Hajatan Dorong Permintaan Gas Melon

Viral

Polisi Barru Cek Pangkalan LPG, Temukan Fakta Tak Terduga

Selasa, 16 Jun 2026 - 06:26 WIB

MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://starazona.com/contacto/MAINZEUShttps://www.dovhlevin.com/https://stitta.ac.id/kontak/MAINZEUSMAINZEUSSLOT ZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coavs.edu.pk/faculty/SLOT PULSAMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSULARWINULARWINMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coes.dypgroup.edu.in/library/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://sethu.ac.in/seminar/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSJOKER4D>MAINZEUSMAINZEUSWEDE303MAINZEUSBINTANG4DWEDE303LIVETOTOEBTtop111LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETWEDE303JOKER4DWEDE303LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETWEDE303LIVETOTOBETlivetotobetmainzeuslivetotobetmainzeusbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dlivetotobet WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303 LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBET BINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4D SLOT2DSLOT2DSLOT2D JOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4D https://www.snsrkscollege.ac.in/https://www.leiko.cz/https://spidercarts.com/shop/misa66livetotobet
Dilindungi Oleh
Shield Security