Pertandingan ini dapat berubah menjadi pertarungan dua pemain bernomor punggung 10 dari generasi berbeda. Messi membawa pengalaman dan kemampuan membaca permainan, sedangkan Bellingham menawarkan energi, kekuatan, dan pergerakan agresif menuju gawang.
Kane Tegaskan Tidak Ada Masalah di Internal Inggris
Menjelang pertandingan, muncul spekulasi mengenai hubungan Bellingham dan Thomas Tuchel.
Spekulasi itu berkembang setelah Tuchel mengkritik penampilan Inggris melawan Norwegia. Bellingham terlihat tidak sepenuhnya sepakat ketika mendapat pertanyaan mengenai komentar pelatih tidak lama setelah pertandingan berakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapten Inggris Harry Kane menolak anggapan bahwa terdapat perpecahan di dalam tim. Ia menilai reaksi setelah pertandingan telah dibesar-besarkan dan menegaskan keberhasilan Inggris dibangun melalui kebersamaan pemain, pelatih, serta staf.
Kane menyatakan para pemain menghargai gaya komunikasi Tuchel yang jujur dan langsung. Menurutnya, seluruh anggota tim memahami tuntutan pelatih dan tetap mempunyai tujuan yang sama menjelang semifinal.
Pickford Bersiap Menghadapi Messi
Jordan Pickford akan menjalani tantangan baru ketika menghadapi Messi untuk pertama kalinya.
Penjaga gawang Inggris itu mencatat penampilan Piala Dunia ke-18 ketika bermain melawan Norwegia. Catatan tersebut membuatnya melewati rekor Peter Shilton sebagai pemain Inggris dengan jumlah penampilan Piala Dunia terbanyak.
Pickford menegaskan Inggris tidak boleh hanya memusatkan perhatian pada Messi. Argentina mempunyai sejumlah pemain lain yang dapat mencetak gol, termasuk Álvarez, Lautaro Martínez, Mac Allister, dan Enzo Fernández.
Meski demikian, duel Pickford dan Messi tetap berpotensi menentukan. Argentina dapat menghasilkan peluang melalui bola mati, tendangan dari luar kotak penalti, maupun kombinasi pendek di sekitar area pertahanan.
Pickford juga memiliki pengalaman menghadapi adu penalti di turnamen besar. Apabila pertandingan berlangsung imbang selama 120 menit, ketenangan penjaga gawang dapat menjadi faktor penting.
Kondisi Terakhir Kedua Tim
Hingga laporan terakhir menjelang pertandingan, Argentina tidak mempunyai masalah cedera besar yang diumumkan. Messi mengikuti persiapan terakhir bersama rekan-rekannya di Atlanta.
Di kubu Inggris, kondisi Declan Rice menjadi perhatian setelah gelandang tersebut mengalami sakit. Jordan Henderson dilaporkan tidak tersedia karena cedera pergelangan tangan. Keputusan akhir mengenai Rice kemungkinan baru ditentukan mendekati waktu pertandingan.
Ketersediaan Rice sangat penting bagi Inggris. Ia dibutuhkan untuk menjaga area di depan pertahanan, memenangkan bola kedua, dan mencegah Messi menerima bola dengan bebas di antara lini tengah dan lini belakang.
Tuchel tetap mempunyai pilihan lain, tetapi perubahan di lini tengah dapat memengaruhi keseimbangan permainan Inggris.
Duel Taktik Lionel Scaloni dan Thomas Tuchel
Argentina kemungkinan berusaha mengontrol area tengah melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan Messi. Scaloni juga dapat meminta pemainnya membangun serangan secara sabar untuk menarik garis pertahanan Inggris keluar dari posisinya.
Inggris perlu menentukan seberapa tinggi mereka akan melakukan tekanan. Menekan terlalu agresif dapat meninggalkan ruang bagi Messi dan Álvarez, sedangkan bertahan terlalu dalam dapat memberi Argentina kesempatan menguasai permainan di sekitar kotak penalti.
Kecepatan pemain sayap menjadi salah satu senjata Inggris. Apabila Argentina menempatkan banyak pemain di tengah, ruang di sisi lapangan dapat dimanfaatkan melalui Bukayo Saka, Anthony Gordon, Noni Madueke, atau bek yang membantu serangan.
Di sisi lain, Argentina mempunyai pengalaman mengelola tempo serta memenangkan pertandingan yang berlangsung ketat. Status sebagai juara bertahan memberikan kepercayaan diri ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir.
Rivalitas yang Dibentuk Sejarah Piala Dunia
Argentina dan Inggris mempunyai salah satu rivalitas paling terkenal dalam sepak bola internasional.
Pertemuan mereka pada Piala Dunia 1966 diwarnai kontroversi setelah kapten Argentina Antonio Rattín mendapat kartu merah. Dua puluh tahun kemudian, Diego Maradona mencetak gol “Tangan Tuhan” dan gol individu legendaris ketika Argentina mengalahkan Inggris pada perempat final 1986.
Pada Piala Dunia 1998, Argentina menyingkirkan Inggris melalui adu penalti dalam pertandingan yang juga diwarnai kartu merah David Beckham. Inggris membalas pada fase grup Piala Dunia 2002 melalui penalti Beckham.
Kedua negara terakhir kali bertemu dalam pertandingan persahabatan pada 2005. Inggris menang 3-2 dalam laga tersebut. Secara keseluruhan, Inggris mencatat enam kemenangan, Argentina tiga kemenangan, dan lima pertemuan lainnya berakhir imbang.
Scaloni dan para pemain Argentina berusaha menjauhkan pertandingan dari beban sejarah. Mereka menegaskan fokus utama adalah kesempatan mencapai final, bukan membalas atau mengulang kejadian masa lalu.
Spanyol Sudah Menunggu di Final
Pemenang Argentina vs Inggris akan menghadapi Spanyol pada partai puncak.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






