Redaksiku.com – PT Metropolitan Kentjana Tbk resmi memasuki jadwal pembayaran dividen tunai tahun buku 2025 pada Rabu, 15 Juli 2026.
Emiten berkode saham MKPI tersebut membagikan dividen sebesar Rp950 untuk setiap saham kepada pemegang saham yang memenuhi ketentuan.
Total dividen yang didistribusikan mencapai Rp900,78 miliar. Pembagian tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST yang diselenggarakan pada 11 Juni 2026.
Pembayaran dividen Metropolitan Kentjana 2026 menjadi salah satu perkembangan terbaru perusahaan di tengah pertumbuhan laba dan berjalannya sejumlah proyek ekspansi di kawasan Pondok Indah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dividen Metropolitan Kentjana 2026 Dibayar 15 Juli
Metropolitan Kentjana menetapkan dividen tunai sebesar Rp950 per saham dari laba tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 24 Juni 2026 berhak memperoleh dividen tersebut. Jadwal pembayaran ditetapkan pada 15 Juli 2026.
Berikut ringkasan pembagiannya:
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Emiten | PT Metropolitan Kentjana Tbk |
| Kode saham | MKPI |
| Dividen per saham | Rp950 |
| Total dividen | Rp900,78 miliar |
| Tahun buku | 2025 |
| RUPST | 11 Juni 2026 |
| Recording date | 24 Juni 2026 |
| Pembayaran | 15 Juli 2026 |
Dengan nilai Rp950 per saham, investor yang memiliki satu lot atau 100 saham berhak memperoleh dividen kotor sebesar Rp95.000. Nilai bersih yang diterima dapat berbeda mengikuti status dan ketentuan perpajakan masing-masing investor.
Sekitar 80 Persen Laba Dibagikan sebagai Dividen
RUPST mencatat laba bersih Metropolitan Kentjana tahun buku 2025 sebesar sekitar Rp1,122 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp900,78 miliar dialokasikan sebagai dividen tunai.
Berdasarkan perbandingan kedua angka tersebut, rasio pembagian dividen atau dividend payout ratio berada di kisaran 80,3 persen.
Perseroan juga mengalokasikan Rp1 miliar sebagai dana cadangan wajib. Sisa laba setelah pembagian dividen dan dana cadangan dipertahankan untuk membiayai serta melanjutkan proyek perusahaan.
Besarnya porsi laba yang dibagikan memperlihatkan kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas dari aset properti komersialnya. Namun, keberlanjutan dividen pada tahun mendatang tetap bergantung pada laba, arus kas, kebutuhan investasi, dan keputusan pemegang saham.
Dividen Naik Dibandingkan Tahun Sebelumnya
Dividen MKPI untuk tahun buku 2025 meningkat dibandingkan pembayaran sebelumnya.
Pada tahun buku 2024, perusahaan membagikan dividen Rp728 per saham. Dividen tahun buku 2025 kemudian naik menjadi Rp950 per saham, atau meningkat sekitar 30 persen.
Perbandingan dividen MKPI dalam tiga tahun terakhir adalah:
| Tahun pembayaran | Dividen per saham |
|---|---|
| 2024 | Rp535 |
| 2025 | Rp728 |
| 2026 | Rp950 |
Riwayat tersebut menunjukkan kenaikan pembayaran dalam tiga periode terakhir. Meski demikian, tren historis tidak menjamin besaran dividen yang sama atau lebih tinggi pada masa mendatang.

Laba Bersih MKPI Tumbuh 13 Persen pada 2025
Kenaikan dividen didukung pertumbuhan kinerja Metropolitan Kentjana selama 2025.
Pendapatan perusahaan tercatat sekitar Rp2,603 triliun, meningkat kurang lebih 5 persen dibandingkan Rp2,483 triliun pada 2024. Pertumbuhan terutama berasal dari penyewaan properti komersial, perhotelan, serta penjualan tanah dan bangunan.
Laba usaha tumbuh sekitar 13 persen menjadi Rp1,176 triliun. Marjin laba usaha meningkat dari sekitar 42 persen menjadi kurang lebih 45 persen.
Laba bersih tahun berjalan juga naik 13 persen menjadi sekitar Rp1,122 triliun. Pada akhir Desember 2025, total aset perusahaan mencapai Rp9,464 triliun, sedangkan ekuitasnya tercatat Rp7,762 triliun.
Pertumbuhan tersebut memberi ruang bagi perusahaan untuk membagikan dividen sekaligus mempertahankan sebagian laba guna mendanai ekspansi.
Kinerja Kuartal I 2026 Masih Bertumbuh
Performa positif MKPI berlanjut pada tiga bulan pertama 2026.
Pendapatan kuartal I 2026 mencapai Rp673,2 miliar, meningkat 6,1 persen dibandingkan Rp634,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih naik 17,6 persen dari Rp249,5 miliar menjadi Rp293,5 miliar. Marjin laba bersih pada periode tersebut tercatat sekitar 43,6 persen.
Per akhir Maret 2026, total aset MKPI berada di kisaran Rp9,872 triliun dan ekuitas sekitar Rp8,056 triliun. Kas perusahaan tercatat sekitar Rp3,176 triliun.
Posisi kas menjadi salah satu faktor penting karena perusahaan sedang menjalankan sejumlah pengembangan properti yang membutuhkan pembiayaan dalam jumlah besar.
Pusat Perbelanjaan Menjadi Tulang Punggung Bisnis
Metropolitan Kentjana dikenal sebagai pengembang dan pengelola kawasan Pondok Indah serta Puri Indah.
Perusahaan didirikan pada 1972. Proyek awalnya adalah pengembangan kawasan Pondok Indah di Jakarta Selatan, yang berasal dari area perkebunan karet seluas sekitar 460 hektare. Kawasan tersebut kemudian berkembang menjadi kawasan hunian dan komersial terpadu.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






