Redaksiku.com – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melihat layanan Fixed Wireless Access sebagai peluang besar untuk memperluas bisnis infrastruktur digital mereka di Indonesia. Perusahaan bahkan telah mengantongi sekitar 2.000 pesanan pembangunan menara baru guna mendukung ekspansi jaringan internet rumah nirkabel tersebut dari Surge serta MyRepublic.
Direktur TOWR Indra Gunawan menjelaskan bahwa lonjakan permintaan ini menunjukkan jika adopsi teknologi nirkabel tetap sudah mulai diterjemahkan ke dalam kebutuhan infrastruktur nyata. Teknologi akses internet broadband nirkabel tetap ini memanfaatkan gelombang radio dari BTS langsung ke perangkat di rumah atau kantor.
Karakteristik perangkat yang dipakai untuk teknologi tersebut cenderung lebih ringkas dibandingkan BTS seluler konvensional. Hal ini memberikan keuntungan tersendiri karena penyedia menara tidak perlu melakukan penguatan struktur secara masif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam model bisnis penyewaan menara, perusahaan menerapkan skema colocation yang memungkinkan satu struktur dipakai oleh banyak pelanggan sekaligus. Pendekatan ini membuat aset yang ada bisa menghasilkan pendapatan ganda secara efisien.
TOWR mencatat sekitar 36.892 menara dengan rasio tenancy 1,65 kali pada paruh pertama tahun ini.
Ekspansi tersebut turut membuka peluang bisnis ikutan bagi penyedia infrastruktur karena jaringan nirkabel tetap tetap membutuhkan kabel serat optik sebagai jalur transmisi utamanya. Ketersediaan infrastruktur menara dan kabel optik secara bersamaan menjadi kekuatan tersendiri bagi perusahaan dalam melayani operator telekomunikasi.
Strategi pemanfaatan aset terintegrasi ini memungkinkan satu jalur kabel optik dipakai secara bersamaan untuk berbagai keperluan seperti sambungan menara, internet rumah, hingga solusi konektivitas khusus korporasi. Dengan cara ini, utilisasi aset bisa digenjot semaksimal mungkin tanpa harus membangun jaringan baru dari nol.
Peluang Pertumbuhan Industri Telekomunikasi
Ruang gerak industri telekomunikasi di tanah air dinilai masih sangat luas jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Posisi kecepatan internet seluler maupun sambungan tetap di Indonesia masih berada di papan bawah peringkat regional.
Berdasarkan perhitungan internal perusahaan, kebutuhan tambahan menara di Indonesia masih mencapai ratusan ribu unit jika ingin menyamai rasio penduduk di negara seperti Vietnam atau Thailand. Kesenjangan infrastruktur ini menjadi lahan subur bagi ekspansi jangka panjang para penyedia menara telekomunikasi.
Selain penambahan menara, pemanfaatan spektrum gelombang baru oleh para operator seluler serta rencana induk infrastruktur digital nasional turut menjadi katalis positif. Kehadiran regulasi baru yang mendukung model berbagi infrastruktur juga semakin mempermudah langkah ekspansi para pelaku industri.
Kontribusi Bisnis Non-Menara
Pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan juga didorong oleh diversifikasi pendapatan di luar segmen penyewaan menara konvensional. Pendapatan konsolidasian tercatat mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya kebutuhan kapasitas jaringan dari sektor korporasi.
Segmen konektivitas mencatatkan pertumbuhan paling agresif berkat lonjakan permintaan dari pelanggan korporat yang membutuhkan jalur data handal. Aktivasi layanan jaringan serta jumlah pelanggan bisnis mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, layanan internet rumah berbasis serat optik juga terus menunjukkan tren peningkatan penetrasi pasar di berbagai wilayah perkotaan. Perluasan jangkauan ini didukung oleh infrastruktur kabel bawah laut dan ribuan titik kehadiran jaringan yang membentang dari barat hingga timur Nusantara.
TOWR mengantongi nilai kontrak jangka panjang mencapai sekitar Rp 100,1 triliun yang membentang hingga tahun 2045 untuk menjamin kepastian arus kas.
Sebagian besar dari total nilai kontrak jangka panjang tersebut berasal dari segmen penyewaan menara, sementara sisanya disumbang oleh lini bisnis non-menara. Kontrak sewa jangka panjang yang bersifat mengikat ini memberikan visibilitas pendapatan yang stabil bagi keberlanjutan usaha perseroan ke depan.
Pertanyaan Umum
Apa itu Fixed Wireless Access yang digarap TOWR?
Teknologi akses internet nirkabel tetap yang memancarkan sinyal gelombang radio dari menara BTS langsung ke perangkat penerima di rumah atau kantor pelanggan.
Berapa banyak pesanan menara untuk FWP yang sudah diterima TOWR?
Perseroan telah menerima sekitar 2.000 pesanan pembangunan menara baru dari operator Surge dan MyRepublic.
Bagaimana kinerja keuangan TOWR pada semester I 2026?
Pendapatan perusahaan tumbuh 12,7% secara tahunan menjadi Rp 7,2 triliun dengan perolehan laba bersih mencapai Rp 1,86 triliun.
Ringkasan
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengantongi sekitar 2.000 pesanan pembangunan menara baru dari Surge dan MyRepublic guna mendukung ekspansi layanan internet rumah nirkabel atau Fixed Wireless Access (FWA).
Permintaan ini meningkatkan utilisasi aset melalui skema sewa bersama (colocation), serta memperkuat sinergi bisnis menara dan serat optik untuk mendongkrak pendapatan jangka panjang perusahaan.





