Alasan iPhone Duo Sangat Bergantung pada Samsung Display

- Penulis

Minggu, 13 September 2026 - 01:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ponsel lipat iPhone Duo yang menampilkan layar fleksibel hasil pasokan Samsung Display.

Apple bergantung pada Samsung Display untuk pasokan komponen layar perangkat lipat terbaru mereka, iPhone Duo.

Redaksiku.com – Kehadiran iPhone Duo menandai babak baru bagi perusahaan asal Cupertino tersebut setelah resmi memperkenalkan ponsel lipat pertamanya ke publik global. Di balik ambisi besar menaklukkan pasar perangkat lipat, raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini ternyata sangat bergantung pada pesaing abadinya, yakni Samsung Display, untuk urusan pasokan komponen layar.

Peluncuran perangkat anyar yang dibanderol mulai US$1.999 atau sekitar Rp35 juta ini menunjukkan dinamika rantai pasok yang tidak biasa. Walaupun Apple terkenal sangat idealis dalam merancang setiap perangkat kerasnya secara mandiri, teknologi panel lipat yang diusung oleh perangkat tersebut sepenuhnya mempercayakan lini produksi dari pabrikan Korea Selatan itu.

Ponsel lipat terbaru, iPhone Duo, dipamerkan dalam acara Apple di Steve Jobs Theater, Cupertino, California, AS, pada 9 September 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keputusan untuk menggantungkan nasib komponen utama pada satu pemasok tunggal memunculkan tanda tanya besar di kalangan pengamat industri teknologi. Terlebih lagi, Apple biasanya menerapkan strategi diversifikasi yang sangat ketat guna menghindari risiko ketergantungan terhadap satu perusahaan saja.

Kendati demikian, situasi ini bukanlah kali pertama bagi kedua perusahaan tersebut menjalin kerja sama strategis dalam kondisi yang krusial. Pada saat peluncuran iPhone X di tahun 2017, Samsung juga pernah memegang peran eksklusif sebagai penyedia panel OLED fleksibel demi mewujudkan desain layar penuh tanpa tombol fisik.

Bedanya, komponen layar pada ponsel lipat terbaru ini memiliki tingkat kerumitan yang jauh lebih tinggi dibandingkan transisi layar pada masa lalu. Panel tersebut bukan sekadar pemanis visual, melainkan fondasi mekanis utama yang membuat bentuk perangkat lipat bisa beroperasi dengan sempurna.

Tanpa panel lipat khusus dari Samsung Display, wujud fisik dan desain inovatif dari perangkat genggam terbaru ini sama sekali tidak mungkin terwujud di pasaran.

Proses perancangan perangkat ini tetap melibatkan kolaborasi erat di mana Samsung memproduksi panel sesuai cetak biru dari Apple. Sementara itu, tim insinyur di Cupertino merancang struktur engsel, pelindung di bawah layar, serta sistem operasi khusus untuk memaksimalkan ruang tampilan yang jauh lebih luas.

Dominasi Samsung di sektor ini tidak diperoleh dalam waktu singkat, melainkan hasil dari konsistensi pengembangan teknologi sejak peluncuran lini Galaxy Fold pertama pada 2019. Pengalaman bertahun-tahun dalam menekan bekas lipatan dan menjaga kestabilan hasil produksi massal menjadi alasan utama mengapa belum ada pabrikan lain yang mampu menandingi kapasitas mereka.

iPhone Duo

Berdasarkan laporan industri yang beredar sebelumnya, kesepakatan eksklusif pengadaan panel OLED lipat ini diprediksi akan berlangsung hingga kurun waktu tiga tahun ke depan. Para analis menilai bahwa pilihan ini terpaksa diambil karena ketiadaan opsi alternatif yang memiliki standar kualitas setara di pasar global saat ini.Alasan iPhone Duo Sangat Bergantung pada Samsung Display

Standar tinggi yang ditetapkan mencakup aspek ketahanan fisik, tingkat keberhasilan produksi pabrik, serta kemampuan memenuhi permintaan jutaan unit secara konsisten. Faktor-faktor penentu tersebut membuat rantai pasok perangkat premium ini tetap terkonsentrasi di kawasan Asia Timur, khususnya Korea Selatan.

Faktor Pemasok Memori dan Komponen Pendukung

Ketergantungan terhadap industri di Korea Selatan ternyata tidak berhenti pada sektor layar saja, melainkan merambah ke komponen penyimpanan data yang krusial. Lonjakan harga komponen DRAM dan NAND global belakangan ini turut mendongkrak biaya produksi secara keseluruhan bagi berbagai produsen perangkat genggam pintar.

iPhone Duo di Cupertino

Lembaga riset pasar mencatat bahwa komponen memori menjadi salah satu pemicu utama kenaikan harga jual pada lini produk kelas atas generasi terbaru. Meskipun demikian, daya tarik ekosistem perangkat lunak yang matang membuat sebagian besar konsumen tetap menunjukkan minat tinggi terhadap produk-produk keluaran terbaru.

Tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh perusahaan pembuatnya kini bukan lagi meyakinkan publik mengenai kemampuan menciptakan perangkat lipat. Melainkan membuktikan alasan kuat mengapa gawai mutakhir tersebut layak dihargai pada kisaran angka premium yang sangat tinggi.

Pertanyaan Umum

Mengapa Apple memilih Samsung untuk layar lipat?

Samsung Display memiliki pengalaman manufaktur layar lipat skala besar sejak 2019 serta mampu memenuhi standar kualitas dan kuantitas ketat yang dibutuhkan Apple.

Berapa harga rilis perangkat lipat tersebut?

Perangkat inovatif ini mulai dipasarkan dengan harga dasar sebesar US$1.999 atau sekitar Rp35 juta.

Apakah komponen lain juga bergantung pada Korea?

Selain layar, komponen memori penting seperti DRAM dan NAND juga dipasok oleh produsen asal Korea Selatan di tengah ketatnya pasar komponen global.Alasan iPhone Duo Sangat Bergantung pada Samsung Display

Ringkasan

Apple sangat bergantung pada Samsung Display untuk memasok panel layar lipat iPhone Duo karena Samsung merupakan satu-satunya produsen yang memiliki pengalaman matang, kapasitas produksi massal, dan standar kualitas tinggi yang dibutuhkan untuk perangkat lipat seharga US$1.999 tersebut.

Selain layar, ketergantungan ini juga mencakup pasokan komponen memori penting seperti DRAM dan NAND dari Korea Selatan di tengah ketatnya pasar komponen global.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keunggulan Lensa Leica 5x Telephoto pada Xiaomi 17T
Spesifikasi dan Harga realme 16 Pro Harry Potter Edition
Alibaba Cloud Pimpin Pasar AI Generatif Berkat Strategi Cloud Full-Stack
Daftar Laptop Gaming AI GIGABYTE 2026 yang Resmi Rilis di Indonesia
Cara Menghitung Posisi Rata-Rata di Google AI Mode Menurut John Mueller
Ulasan Lengkap Motor Listrik: Biaya, Baterai, dan Perawatan
Review Garmin Run Indonesia 2026: Tema dan Keberlanjutan
Redmi Note 17 Series Resmi Dijual di Indonesia Harga 4 Jutaan

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 09:42 WIB

Keunggulan Lensa Leica 5x Telephoto pada Xiaomi 17T

Selasa, 22 September 2026 - 09:09 WIB

Spesifikasi dan Harga realme 16 Pro Harry Potter Edition

Selasa, 22 September 2026 - 08:46 WIB

Alibaba Cloud Pimpin Pasar AI Generatif Berkat Strategi Cloud Full-Stack

Selasa, 22 September 2026 - 06:48 WIB

Daftar Laptop Gaming AI GIGABYTE 2026 yang Resmi Rilis di Indonesia

Selasa, 22 September 2026 - 03:52 WIB

Cara Menghitung Posisi Rata-Rata di Google AI Mode Menurut John Mueller

Berita Terbaru

Rekomendasi motor harian dengan bagasi besar menjadi pertimbangan krusial bagi pengendara untuk membawa perlengkapan kerja dan barang bawaan.

Lifestyle & Komunitas

6 Rekomendasi Motor Harian Bagasi Besar Terbaik 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:01 WIB

KuCoin resmi meluncurkan layanan KuCoin Wealth untuk produk investasi RWA mulai 100 USDT pada Selasa, 22 September 2026.

Bisnis

KuCoin Wealth Rilis Produk Investasi RWA Mulai 100 USDT

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:59 WIB

Forum Wartawan Kejaksaan Agung menggelar lomba memancing antar kelompok kerja wartawan untuk merayakan Hari Bhakti Adhyaksa ke-81 di Jakarta Selatan.

Politik

Forwaka Kejagung Gelar Lomba Mancing Antar Pokja Wartawan

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:54 WIB

Wakil Bupati Sumedang secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Ginaba Cup 2 di Lapang Desa Licin.

Olahraga

Wabup Sumedang Buka Turnamen Sepak Bola Ginaba Cup 2 Desa Licin

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:53 WIB

error: Content is protected !!