Redaksiku.com – Apakah pasangan kamu sering bilang “Aku memang gini orangnya” jika iya itu merupakan weaponized incompetence, tentu saja pernyataan tersebut keluar dari mulut pasangan secara sadar dan tanpa sengaja. Mereka tidak peduli jika perkataannya dapat melukai perasaan pasangannya, karena yang mereka butuhkan yaitu pasangannya dapat memahaminya.
Mempunyai pasangan weaponized incompetence sangat melelahkan karena cukup menguras energi dan emosi, jika tidak mempunyai kesabaran untuk menghadapinya maka hubungan tentu tidak akan bisa bertahan lama. Hanya sedikit orang yang mampu mempertahankan hubungannya, sebagian besar orang memilih untuk mengakhiri hubungan atau mundur demi kewarasan dirinya.
Pengertian Singkat Weaponized Incompetence
Mungkin bagi sebagian besar orang masih asing dengan istilah weaponized incompetence, tetapi sebenarnya mereka pernah mengalami perilaku weaponized incompetence dari orang lain ataupun justru mereka sendiri yang menjadi pelakunya. Apa sih weaponized incompetence itu? Weaponized incompetence merupakan sebutan bagi seseorang yang sering menunjukan perilaku ketidakmampuannya secara sengaja, tanpa ingin berusaha belajar dan memperbaikinya.
Kalau dalam hubungan ketika bertengkar seseorang dengan perilaku weaponized incompetence sering menunjukkan sikap tidak mau mengalah dan seenaknya sendiri, terkadang perilaku weaponized incompetence ditujukan dengan alasan agar pasangannya lelah dan menyerah untuk mempertahankan hubungan tanpa harus dirinya yang capek-capek turun tangan untuk mengakhiri hubungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ciri-ciri Perilaku Weaponized Incompetence
1. Konsisten dengan jawabannya
Seseorang dengan perilaku weaponized incompetence bisa dikatakan pemalas dan kurang kreatif, saat hubungan terjadi perdebatan alih-alih mencari solusi yang terbaik dia malah mengeluarkan jurus andalannya dengan mengatakan “aku memang gini orangnya”. Mereka mengeluarkan jurus andalannya, karena dia tidak ingin bertanggung jawab mencari solusi dan tidak ingin ketenangannya diusik.
Tentu saja saat mendengar jawaban “aku memang gini orangnya” yang sering diucapkan secara konsisten dapat membuat pasangannya merasa kesal dan mau debat atau diskusi seperti deep talk juga percuma, mempunyai pasangan weaponized incompetence sangat menguji kesabaran karena mereka bisa dikatakan belum dewasa dan terkadang banyak pasangannya merasa bahwa dia sedang berperan seperti menjadi orang tua yang memomong anaknya.
2. Suka memanfaatkan
Perilaku yang menunjukkan weaponized incompetence dalam hubungan selanjutnya yaitu mereka suka memanfaatkan pasangannya demi keuntungan pribadi, terkadang seseorang perilaku weaponized incompetence selalu bertanya tentang berbagai hal yang sebenarnya mereka sudah ketahui dan bisa dikatakan bahwa mereka pura-pura bodoh. Mereka melakukan tindakan itu karena ingin orang lain menjelaskan dan melakukannya.
Misalnya pada waktu liburan seseorang dengan perilaku weaponized incompetence berpura-pura tidak mengetahui cara memesan tiket atau makanan, meskipun sudah dijelaskan pasangannya tentang cara memesan tiket atau makanan dia tetap berpura-pura tidak paham dan pada akhirnya pasangannya yang akan melakukan pemesanan tiket dan makanan. Benar-benar suatu kepura-puraan yang menguntungkan sekali ya? Percayalah perilaku weaponized incompetence memang ada.
3. Mudah lupa
Mudah lupa merupakan hal yang wajar tapi mereka tidak akan pernah sekali lupa dengan hal-hal yang mereka sukai, tapi mereka mudah lupa dengan hal-hal yang berkaitan dengan orang lain termasuk pasangannya. Sebenarnya weaponized incompetence tidak mudah lupa, mereka hanya menganggap bahwa hal-hal yang di luar dirinya tidak terlalu penting sehingga tidak perlu untuk diingat.
Penulis : Argafica
Editor : Argafica
Halaman : 1 2 Selanjutnya






