Mengenal Weaponized Incompetence Dalam Hubungan Asmara

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengenal Weaponized Incompetence Dalam Hubungan

Mengenal Weaponized Incompetence Dalam Hubungan

Redaksiku.com – Apakah pasangan kamu sering bilang “Aku memang gini orangnya” jika iya itu merupakan weaponized incompetence, tentu saja pernyataan tersebut keluar dari mulut pasangan secara sadar dan tanpa sengaja. Mereka tidak peduli jika perkataannya dapat melukai perasaan pasangannya, karena yang mereka butuhkan yaitu pasangannya dapat memahaminya.

Mempunyai pasangan weaponized incompetence sangat melelahkan karena cukup menguras energi dan emosi, jika tidak mempunyai kesabaran untuk menghadapinya maka hubungan tentu tidak akan bisa bertahan lama. Hanya sedikit orang yang mampu mempertahankan hubungannya, sebagian besar orang memilih untuk mengakhiri hubungan atau mundur demi kewarasan dirinya.

Pengertian Singkat Weaponized Incompetence

Mungkin bagi sebagian besar orang masih asing dengan istilah weaponized incompetence, tetapi sebenarnya mereka pernah mengalami perilaku weaponized incompetence dari orang lain ataupun justru mereka sendiri yang menjadi pelakunya. Apa sih weaponized incompetence itu? Weaponized incompetence merupakan sebutan bagi seseorang yang sering menunjukan perilaku ketidakmampuannya secara sengaja, tanpa ingin berusaha belajar dan memperbaikinya.

Kalau dalam hubungan ketika bertengkar seseorang dengan perilaku weaponized incompetence sering menunjukkan sikap tidak mau mengalah dan seenaknya sendiri, terkadang perilaku weaponized incompetence ditujukan dengan alasan agar pasangannya lelah dan menyerah untuk mempertahankan hubungan tanpa harus dirinya yang capek-capek turun tangan untuk mengakhiri hubungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ciri-ciri Perilaku Weaponized Incompetence

1. Konsisten dengan jawabannya
Seseorang dengan perilaku weaponized incompetence bisa dikatakan pemalas dan kurang kreatif, saat hubungan terjadi perdebatan alih-alih mencari solusi yang terbaik dia malah mengeluarkan jurus andalannya dengan mengatakan “aku memang gini orangnya”. Mereka mengeluarkan jurus andalannya, karena dia tidak ingin bertanggung jawab mencari solusi dan tidak ingin ketenangannya diusik.

Tentu saja saat mendengar jawaban “aku memang gini orangnya” yang sering diucapkan secara konsisten dapat membuat pasangannya merasa kesal dan mau debat atau diskusi seperti deep talk juga percuma, mempunyai pasangan weaponized incompetence sangat menguji kesabaran karena mereka bisa dikatakan belum dewasa dan terkadang banyak pasangannya merasa bahwa dia sedang berperan seperti menjadi orang tua yang memomong anaknya.

2. Suka memanfaatkan
Perilaku yang menunjukkan weaponized incompetence dalam hubungan selanjutnya yaitu mereka suka memanfaatkan pasangannya demi keuntungan pribadi, terkadang seseorang perilaku weaponized incompetence selalu bertanya tentang berbagai hal yang sebenarnya mereka sudah ketahui dan bisa dikatakan bahwa mereka pura-pura bodoh. Mereka melakukan tindakan itu karena ingin orang lain menjelaskan dan melakukannya.

Misalnya pada waktu liburan seseorang dengan perilaku weaponized incompetence berpura-pura tidak mengetahui cara memesan tiket atau makanan, meskipun sudah dijelaskan pasangannya tentang cara memesan tiket atau makanan dia tetap berpura-pura tidak paham dan pada akhirnya pasangannya yang akan melakukan pemesanan tiket dan makanan. Benar-benar suatu kepura-puraan yang menguntungkan sekali ya? Percayalah perilaku weaponized incompetence memang ada.

3. Mudah lupa
Mudah lupa merupakan hal yang wajar tapi mereka tidak akan pernah sekali lupa dengan hal-hal yang mereka sukai, tapi mereka mudah lupa dengan hal-hal yang berkaitan dengan orang lain termasuk pasangannya. Sebenarnya weaponized incompetence tidak mudah lupa, mereka hanya menganggap bahwa hal-hal yang di luar dirinya tidak terlalu penting sehingga tidak perlu untuk diingat.

Jadi meskipun pasangannya sudah berkali-kali mengingatkan tentang kesukaan dan hal-hal yang mereka tidak sukai pasti percuma saja, karena weaponized incompetence tidak akan mengingatnya. Buktinya weaponized incompetence sering melakukan beberapa hal yang sering melukai hati pasangannya tanpa merasa bersalah, karena mereka mengetahui bahwa pasangannya akan selalu memaafkan nya.

4. Selalu menunjukkan sikap ketidakmampuan
Saat dinasehati baik-baik mereka selalu bilang “aku memang gini orangnya”, “aku tidak bisa”, “sulit”, “lupa”, “aku tidak tau”, “ya udah aku memang gini”, “kalau tidak bisa menerima aku apa adanya ya udah”. Sungguh menjengkelkan dan apabila pasangannya terus mengkritik dan memaksa untuk dia merubah sikapnya, pasti weaponized incompetence akan semakin menunjukkan kelemahannya agar pasangannya lelah mengkritik dan diam.

Menjalani hubungan dengan weaponized incompetence sama halnya dengan menjalin hubungan yang tanpa arah, karena mereka sulit sekali untuk diajak berdiskusi dan sering bersikap semaunya. Jika kamu ketika bersama dengan weaponized incompetence selalu merasa tertekan dan banyak sedih ataupun emosi nya, lebih baik segera putuskan hubungan katena kamu layak mendapatkan sosok orang yang bisa diajak untuk membangun hubungan yang sehat.

Memberikan waktu pada weaponized incompetence agar mereka bisa berubah sebenarnya boleh-boleh saja tetapi lihatlah usaha dan perubahannya, apabila kamu sudah memberikan waktu yang cukup lama tetapi sikapnya masih tetap sama maka kamu harus berani tegas dan mengambil keputusan demi kesejahteraan mental.

Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook , Instagram , Tiktok , X, YouTube , Pinterest

Penulis : Argafica

Editor : Argafica

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilih RAM Besar atau Prosesor Kencang untuk HP Usia 40 Tahun?
Panduan Lengkap Tas Longchamp Le Pliage: Model dan Harga 2026
Panduan Stanley Tumbler: Bahan, Fitur, dan Harga
Panduan Memilih Botol Minum Tupperware untuk Aktivitas Harian
Inspirasi Outfit Pria dari Erigo dan Cottonink Men
Mengenal WONSOT, Restoran Sotbap Baru di Bandung
Kamaku Resmi Jadi Merchandise TPJF 2026
5 Tips Menyelesaikan Banyak Pekerjaan Tanpa Stres

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:36 WIB

Pilih RAM Besar atau Prosesor Kencang untuk HP Usia 40 Tahun?

Selasa, 22 September 2026 - 19:48 WIB

Panduan Lengkap Tas Longchamp Le Pliage: Model dan Harga 2026

Selasa, 22 September 2026 - 15:37 WIB

Panduan Stanley Tumbler: Bahan, Fitur, dan Harga

Selasa, 22 September 2026 - 14:59 WIB

Panduan Memilih Botol Minum Tupperware untuk Aktivitas Harian

Selasa, 22 September 2026 - 14:41 WIB

Inspirasi Outfit Pria dari Erigo dan Cottonink Men

Berita Terbaru

Yamaha Nmax kembali menjadi pusat perhatian dan bahan diskusi hangat di berbagai platform media sosial.

Otomotif

Yamaha Nmax Kembali Ramai Dibicarakan di Media Sosial

Selasa, 22 Sep 2026 - 21:55 WIB

Life Style

Pilih RAM Besar atau Prosesor Kencang untuk HP Usia 40 Tahun?

Selasa, 22 Sep 2026 - 21:36 WIB

Life Style

Panduan Lengkap Tas Longchamp Le Pliage: Model dan Harga 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 19:48 WIB

Maes Atbesene Sub tetap melayani korban konflik di Yahukimo meski memiliki keterbatasan fisik.

Viral

Kisah Hamba Tuhan Difabel Bantu Korban Konflik di Yahukimo

Selasa, 22 Sep 2026 - 19:42 WIB

Honda Brio Satya keluaran 2024 kini mulai banyak tersedia di pasar mobil bekas dengan harga yang lebih terjangkau.

Otomotif

Harga Bekas Honda Brio Satya 2024 per September 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 19:38 WIB

error: Content is protected !!