Heboh Program Makan Bergizi Gratis di Tangerang Selatan Dibagi Mentah ke 4.075 Siswa, Ini Penjelasan Yayasan dan Respons Kepala BGN

- Penulis

Kamis, 19 Juni 2025 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program makan bergizi gratis (MBG) dalam bentuk bahan mentah dibagikan ke siswa Tangerang Selatan. (Foto: Akun X @TrinityTraveler)

Program makan bergizi gratis (MBG) dalam bentuk bahan mentah dibagikan ke siswa Tangerang Selatan. (Foto: Akun X @TrinityTraveler)

Distribusi program Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan publik setelah pembagiannya dalam bentuk bahan mentah viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, dan memicu berbagai tanggapan, baik dari masyarakat umum maupun instansi pemerintah terkait.

Dalam video yang beredar luas, tampak sejumlah siswa menerima paket berisi beras dan beberapa bahan mentah lainnya, bukan makanan siap santap seperti lazimnya skema program.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai prosedur pelaksanaan program dan akuntabilitas pihak penyelenggara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis dalam Bentuk Mentah di Tangerang Selatan

Program makan bergizi gratis (MBG) dalam bentuk bahan mentah dibagikan ke siswa Tangerang Selatan. (Foto: Akun X @TrinityTraveler)
Heboh Program Makan Bergizi Gratis di Tangerang Selatan Dibagi Mentah ke 4.075 Siswa, Ini Penjelasan Yayasan dan Respons Kepala BGN

Kepala SPPG dari Yayasan Mualaf Indonesia Timur (Yasmit) Ciputat Timur, A. Basiro, memberikan konfirmasi bahwa benar lembaganya mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis dalam bentuk bahan pangan mentah kepada 4.075 siswa.

Tujuan dari skema ini, menurut Basiro, adalah agar makanan dapat disimpan lebih lama oleh keluarga siswa dan bisa diolah sendiri di rumah sesuai kebutuhan masing-masing.

Paket yang diberikan bukan dalam bentuk makanan olahan siap saji, melainkan berupa bahan baku seperti beras dan lauk pauk.

Menurutnya, pendekatan ini dianggap lebih sehat karena menghindari penggunaan bahan pengawet serta makanan olahan berproses tinggi (ultra-processed food) yang sering kali menjadi kekhawatiran masyarakat.

Basiro juga menyebutkan bahwa langkah tersebut dilakukan dengan pertimbangan keamanan dan kesehatan.

Makanan matang atau makanan beku dianggap memiliki potensi basi jika tidak segera dikonsumsi, terutama bila siswa lupa memberitahu orang tuanya soal jadwal pembagian.

Bahan mentah bisa dimasak kapan saja. Ini cara kami menjaga agar makanan tetap bergizi, alami, dan aman dikonsumsi, jelasnya.

BGN Tegaskan Tidak Pernah Terbitkan Kebijakan Pembagian MBG dalam Bentuk Mentah

Tanggapan berbeda datang dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini program Makan Bergizi Gratis masih mengacu pada juknis yang disusun oleh pemerintah pusat.

Menurut Dadan, belum pernah ada arahan atau keputusan resmi yang membolehkan pembagian makanan dalam bentuk bahan mentah kepada siswa.

Belum ada kebijakan seperti itu. Format pembagian program Makan Bergizi Gratis tidak bisa diubah secara sepihak oleh pelaksana, tegas Dadan dalam keterangannya.

Ia menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah memastikan anak-anak mendapatkan asupan bergizi secara langsung dan terkontrol.

Pembagian bahan mentah, meski niatnya baik, bisa menimbulkan kesenjangan dalam implementasi dan berpotensi tidak tepat sasaran.

Kalau diberikan mentah, kita tidak tahu apakah dimasak dengan benar, apakah benar-benar dikonsumsi oleh anaknya, dan bagaimana nilainya secara gizi. Itulah pentingnya format yang seragam dan berbasis data, tambahnya.

Tantangan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis Selama Libur Sekolah

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Ucapan Selamat Hari Anak Nasional 2026 yang Penuh Makna dan Inspiratif, Cocok Dibagikan di Media Sosial
Cara Klaim Diskon 50 Persen dari PLN Juli 2026 yang Belum Banyak Diketahui
Duh! Wartawan Dilarang Masuk PT Conch, Lalu Bagaimana dengan Warga?
Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali
Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri
Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG
Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!
Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:46 WIB

50 Ucapan Selamat Hari Anak Nasional 2026 yang Penuh Makna dan Inspiratif, Cocok Dibagikan di Media Sosial

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:30 WIB

Cara Klaim Diskon 50 Persen dari PLN Juli 2026 yang Belum Banyak Diketahui

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:49 WIB

Duh! Wartawan Dilarang Masuk PT Conch, Lalu Bagaimana dengan Warga?

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:40 WIB

Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:38 WIB

Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri

Berita Terbaru

Wahyu M dinobatkan sebagai Daeng I Maros 2026, sementara Nurul Annisah dari Kecamatan Mandai berhasil meraih gelar Dara I Maros 2026.

Internasional

Dara Daeng Maros 2026 Lahirkan Duta Wisata Baru

Kamis, 23 Jul 2026 - 06:40 WIB